Buku
140 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Serat Jayengbaya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Serat Jayengbaya adalah buku petuah / falsafah kehidupan yang dikarang oleh R. Ngabehi Rangga Warsita dan diterbitkan oleh Balai Pustaka Jakarta pada tahun 1988 dengan alih bahasa dan alih aksara L. Mardiwarsito. Buku ini dikarang oleh R. Ngabehi Ranggawarsita pada saat beliau berumur antara 20 sampai 28 tahun sewaktu menjadi carik Kadipaten Anom di Kasunanan Surakarta.   Buku serat ini menceritakan tentang seorang tokoh bernama Jayengbaya yang ingin mencari kebahagiaan dalam kehidupannya dengan cara melaksanakan tugas sebaik-baiknya, dengan mencari jabatan tinggi, dan mengejar kedudukan yang terhormat. Dalam usaha ini, 47 macam cara kehidupan telah dicobanya, tetapi tidak ada satupun yang cocok baginya, karena masing-masing cara kehidupan tersebut selalu ada yang mengandung kekurangan-kekurangan dan tidak ada satu pun yang sempurna. Akhirnya, Jayengbaya memutuskan untuk kembali menekuni cara kehidupannya yang semula, karena hal itulah yang dianggap paling baik baginya....

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Serat Babad Tanah Jawi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Cerita sejarah legendaris mulai dengan Nabi Adam dan anak keturunannya sampai dengan Nabi Muhammad, dan kemudian terus sampai raja-raja Pajajaran dan Majalengka ( Majapahit). Kemudian cerita Jaka Tarub dan kisah Seh Malaya (Sunan Kalijaga) dan para wali lainnya. Kemudian Kerajaan Demak didirikan dan akhirnya berhasil merebut kerajaan Majapahit. Pupuh terahir adalah tambahan yang tidak diambil dari babad atau buku sejarah, tetapi dari buku suluk atau piwulang yang memberi ajaran mengenai kehidupan moral dan keagamaan. Pupuh tambahan ini boleh dinamakan Suluk Abdul Jalil, mengambil nama Seh Abdul Jalil, tokoh utama yang mengutarakan masalah-masalah keagamaan didalamnya. Naskah ini mengandung beberapa macam informasi mengenai asal usulnya, tetapi banyak yang tidak cocok, sehingga tarigh penyalinan yang diberikan tidak dapat dijadikan pegangan. Si carik yang menyalin naskah ini menyebutkan namanya sebagai Kartasetiya (h.2) dari Tulas yang pernah belajar di pesantren di panaraga,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Babad Cirebon versi Naskah Klayan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Pupuh pertama Dangdanggula, 13 Bait Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Lalu, ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya, Prabu Siliwngi. Namun, Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Pada suatu malam, Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati, seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati, Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi.   Pupuh Kedua Kinanti, 24 bait Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan u...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Makam Adipati Aryo Blitar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Situs pemakaman Aryo Blitar adalah sebuah komplek pemakaman/ tempat peristirahatan terakhir dari Adipati Blitar yaitu Aryo Blitar. Pemakaman ini terletak di wilayah kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Lokasi tepatnya yaitu Jalan Pamungkur Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar atau sebelah barat daya kurang lebih 2 KM dari pusat kota Blitar. Aryo Blitar sendiri sebenarnya mempunyai nama asli Gusti Soedomo dia diangkat menjadi K.G.P. Adipati Haryo Blitar 1, dia adalah paman dari Hamengku Buwono 1( Pangeran Mangkubumi) raja dari Keraton Yogyakarta. Adipati Aryo Blitar sendiri diyakini sebagai Pendiri ( pepunden ) Blitar. Menurut sejumlah buku sejarah, terutama buku Bale Latar, Blitar didirikan pada sekitar abad ke-15. Nilasuwarna atau  Gusti Sudomo , anak dari Adipati Wilatika Tuban, adalah orang kepercayaan Kerajaan Majapahit, yang diyakini sebagai tokoh yang mbabat alas. Sesuai dengan sejarahnya, Blitar dahulu adalah hamparan hutan yang masih belum ter...

avatar
Oskm18_16518239_MuhammadFarid Adilazuarda
Gambar Entri
Asal Usul Coban Baung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

ASAL USUL COBAN BAUNG   Pada suatu malam, bulan nampak bundar di langit. Cahayanya yang keemasan menambah keelokan malam.   Seorang putri jelita terbangun dari semadinya. Cahaya bulan yang masuk ke dalam gua, tempatnya bertapa, menyilaukan matanya. Sementara itu, gemuruh suara air terjun di hadapannya terdengar merdu. Gua, tempat putri itu bertapa memang terletak di balik air terjun itu.   "Ah indah sekali malam ini. Tak terasa sudah sepurnama aku bersemadi," ujar putri itu sambil memandang keindahan bulan dari balik air terjun.   Putri itu mengalihkan pandang matanya ke desa di bawah sana. Desa itu nampak indah sekali. Sang putri tiba-tiba merasa kesepian. Sejak tadi cuma gemuruh air terjun yang terdengar.   Tiba-tiba, timbul keinginan Putri itu untuk bercengkrama dengan seseorang. Lalu, ia mengamati desa itu. Berkat kesaktiannya, ia bisa melihat seluruh wajah desa itu.   Tatapannya terhenti pada seorang...

avatar
Oskm18_16218110_cellina
Gambar Entri
Asal Usul Tari Gandrung
Tarian Tarian
Jawa Timur

                Gandrung Banyuwangi awalnya diperagakan oleh lelaki. Laki – laki yang menjadi Gandrung ini merupakan pasukan Blambangan dan Bali yang tersisa dari perang Puputan Bayu (Rakyat Bayu melawan VOC). Pasukan Blambangan i yang berantakan itu membentuk kelompok kecil antara desa ke desa. Sedangkan sisa pasukan Bali menyebar dimana – mana, bahkan mereka ada yang menjadi penduduk Blambangan dengan cara menikahi orang Blambangan. Keturunan – keturunnan mereka meneruskan tradisi orang tuanya dan mendirikan kesenian Gandrung.                 Pasukan – pasukan Blambangan yang berkelompok kecil -kecil tadi mendirikan Gandrung sebagai alat perjuangan. Artinya Gandrung sebagai alat komunikasi dengan kawan – kawan sisa pasukan Blambangan, dengan cara mementaskan tarian Gandrung dengan nyanyian perjuangan. Tarian dan nyanyian tadi pun sebagai Kode untuk pasukan - pasukan ya...

avatar
OSKM18_16518045_Reyvan Rizky Irsandy
Gambar Entri
Babat Purwokerto
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Menurut cerita, kata Purwokerto berasal dari Bahasa Sansekerta yang terdiri dari “purwo” artinya awal atau kawitan dan kata “kerto” yang artinya ramai atau rame. Jadi istilah Purwokerto artinya karena keadaan sebelumnya sepi pada waktu itu menjadi rame maka oleh babat *1) pertama  yaitu Mbah Purwo, daerah tersebut diberi nama PURWOKERTO. Berdasarkan sedikit cerita mengenai Desa Purwokerto, ada kisah yang dikaitkan dengan sejarah Jaka Kandung, yaitu gunung Tumpuk yang berada di Desa Purwokerto pernah dijadikan tempat persembunyian ibunda Jaka Kandung dalam masa pengembaraan. Desa Purwokerto terdiri dari 4 dukuh di mana masing-masing terdapat babat alas *2) atau danyang, yaitu di dusun Bedali bernama Eyang Tauhid yang sekarang petilasannya di RT 04 RW 01 dengan tanda pohon Winang. Di dusun Wates bernama mbah Andong di wilayah RT 02 RW 01, di dusun Domot bernama mbah Buta Ijo di RT 02 RW 07, sedangkan di dusun Tumpuk bernama mbah Abu Hanifah S...

avatar
OSKM18_16218090_Eka Serina Kamila Sari
Gambar Entri
Pertunjukan Layang Ambiya
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Blitar adalah salah satu daerah yang memiliki banyak seni pertunjukan yang unik dan menarik. Kalian pasti sudah sering mendengar istilah Grebeg Pancasila. Ya, Grebeg Pancasila merupakan salah satu pertunjukan tahunan di Blitar. Namun, kali ini saya tidak akan membahas tentang Grebeg Pancasila, melainkan Layang Ambiya. Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mewawancara Bapak Nasrudin Abdul Haris, seorang perangkat desa Kemloko, Blitar sekaligus pemain Layang Ambiya, dan Bapak Sutrisno, seorang pemain Layang Ambiya senior. Layang Ambiya berasal dari gabungan dua kata, Layang dan Ambiya. Layang diambil dari bahasa jawa yang berarti surat atau tulisan, sedangkan Ambiya berasal dari bahasa arab Ù†ÙÃ...½Ã˜Â¨Ã™Ã...½Ã˜ÂÂ&...

avatar
Oskm2018_16218103_atikpereztia
Gambar Entri
Perpustakaan makam bung karno
Ornamen Ornamen
Jawa Timur

OSKM18 16718457 rifky Perpustakaan bung karno yang terletak di pusat kota blitar menjadi tempat favorit para remaja dikota blitar. Ditempat ini kita dapat mencari buku buku seputar sejarah indonesia,buku sains bahkan novel pun dapat di temukan di sini. Di perpustakaan ini kita tidak dikenakan biaya apapun apabila menggunakan fasilitas seperti membaca buku ataupun meminjam buku. Membaca buku ditempat ini teramat sangat nyaman karena kita disuguhi pemandangan yang menarik seputar keindahan ornamen makam bung karno serta wifi yang dapat kita nikmati secara cuma cuma. Perpustakaan bung karno salah satu tempat yang terletak dalam komplek pemakaman bung karno. Apabila berkunjung ditempat ini biasanya kita dapat menemui mahasiswa yang sedang melakukan penelitian mengenai tugas kuliahnya. Bukan mahasiswa dari blitar saja,namun dari kota kota lain seperti surabaya,malang sering melakukan penelitian disini

avatar
Rifky