BATIK SIDO DRAJAT Batik Sido Drajad atau Drajat dipakai oleh besan ketika upacara pernikahan. Cara pemakaian batiknya juga memiliki nilai pendidikan tersendiri. Bagi anak-anak, batik dipakai dengan cara sabuk wolo. Pemakaian jenis ini memungkinkan anak-anak untuk bergerak bebas. Secara filosofi, pemakaian sabuk wolo diartikan bebas moral, sesuai dengan jiwa anak-anak yang masih bebas, belum dewasa, dan belum memiliki tanggung jawab moral di dalam masyarakat. Ketika beranjak remaja, seseorang tidak lagi mengenakan batik dengan cara sabuk wolo melainkan dengan jarit. Panjang jarit yang dipakai memiliki arti tersendiri. Semakin panjang jarit, semakin tinggi derajat seseorang dalam masyarakat, dan semakin pendek jarit, semakin rendah pula strata sosial orang tersebut dalam masyarakat. Bagi orang dewasa, pemakaian batik memiliki pakem yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Pada laki-laki, wiru diletakkan di sebelah kiri. Sedangkan pada perempuan, wiru diletakkan...
Tari Aplang merupakan kesenian khas dari Banjarnegara. Tarian ini ditarikan oleh remaja putra-putri sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam. Tari Aplang mempunyai ciri khas yang tidak terlepas dari unsur islami, diantarnya iringan rebana, bedug dan beberapa cerita serta syair puji-pujian yang dilakukan menggunakan bahasa Arab dan Jawa. Tari Aplang biasanya dipentaskan oleh sedikitnya lima orang penari putra atau putri sampai jumlah yang tidak ditentukan. Usia penari maksimal adalah 25 tahun, dimaksudkan agar penari lebih enerjik dan semangat dalam membawakan tarian. Tari Aplang juga memiliki keunikan dalam gerak-gerak tarian yang diambil dari gerak silat. Dalam penyajian tari Aplang terdapat atraksi gapyak yang dimainkan oleh penari sehingga menimbulkan suara yang harmonis. Gerak-gerak silat yang menjadi ciri khas dari tari Aplang membuat tarian ini terliaht lincah dan atraktif. Sumber: Andriani, A. (2009). Tari Aplang Di Sanggar...
Begalan adalah satu dari sekian banyak tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Begalan menjadi bagian dari adat yang dilakukan dalam rangkaian resepsi pernikahan. Begalan berasal dari kata begal dalam bahasa Banyumas yang memiliki arti rampok atau perampok. Tradisi Begalan biasanya dilaksanakan dalam rangkaian resepsi pernikahan, yaitu jika yang dinikahkan adalah anak pertama dengan anak pertama, anak terakhir dengan anak terakhir, anak pertama dengan anak terakhir, dan anak pertama yang perempuan. Pagelaran Begalan pada resepsi pernikahan dipercaya dapat membawa kebaikan bagi pasangan pengantin ketika kelak mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Tradisi begalan sampai sekarang masih bertahan, namun dalam beberapa hal telah mengalami modifikasi, seperti bahasa yang digunakan, perangkat tetabuhan, asesoris, dan ritual penyelenggaraannya. Pementasan Begal...
Wayang Kulit Gagrag Banyumasan merupakan salah satu gaya pedalangan di tanah Jawa, yang lebih dikenal dengan istilah pakeliran, dan berperan sebagai bentuk seni klangenan serta dijadikan wahana untuk mempertahankan nilai etika, devosional dan hiburan, yang kualitasnya selalu terjaga dan ditangani sungguh-sungguh oleh para pakar yang memahami benar. Pakeliran ini mencakup unsur-unsur yaitu, lakon wayang (penyajian alur cerita dan maknanya), sabet (seluruh gerak wayang), catur (narasi dan cakapan) , karawitan (gendhing, sulukan dan properti panggung). Pakeliran Gagrag Banyumasan, mempunyai nuansa kerakyatan yang kental sebagaimana karakter masyarakatnya, jujur dan terus terang , dan hidup serta berkembang di daerah eks Karesidenan Banyumas, merupakan ekspresi dan sifatnya lebih bebas, sederhana, serta lugas dan mampu bertahan sampai saat ini dalam menghadapi perubahan zaman, karena memperoleh simpati dan dicintai masyarakatnya. Pedalangan Gagrag Banyumasan, memperoleh pengaruh...
Dijuluki Kota Batik, pekalongan memiliki batik dengan corak yang khas dan variatif, yaitu batik tradisional yang motif utamanya berupa tumbuhan pada bahan dasar kain bewarna putih, serta batik modern yang merupakan campuran dari berbagai motif. Untuk melihatnya, bisa mengunjungi museum batik yang berada di jalan Jetayu Pekalongan. Menempati gedung kuno peninggalan kolonial Belanda, museum ini mengoleksi batik Pekalongan dari tahun 1800an hingga sekarang, selain juga batik keraton dan batik dari seluruh Nusantara. Di museum ini juga bisa belajar membatik dengan bimbingan dari para instruktur. sumber: pesonaIndonesia/Jawatengah
Menurut pernikahan adat jawa, Midodareni adalah sebuah prosesi menjelang acara panggih dan akad nikah. Midodareni sendiri berasal dari kata widodari yang dalam bahasa Jawa bermakna bidadari. Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat jawa sendiri kenapa diadakannya acara prosesi Midodareni adalah karena konon pada malam itu para bidadari dari khayangan turun ke bumi dan bertandang ke rumah calon mempelai wanita guna ikut mempercantik dan menyempurnakan calon pengantin wanita. Urut-urutan dari acara malam midodareni sendiri adalah sebagai berikut: Jonggolan / Nyantri Jonggolan / Nyantri adalah sowannya calon mempelai pria ke rumah calon mempelai wanita untuk beremu dengan orang tua dari calon mempelai wanita yang kelak akan menjadi mertuanya. Jonggolan sendiri berasal dari kata njonggol yang berarti menampakan diri. Mendapakan diri ini untuk menunjukkan kepada calon mertuanya bahwa sampai saat menjelang detik-detik akad nikah calon mempelai pria dalam keadaan sehat wal afiat dan t...
Bongkel merupakan instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan. Pada mulanya alat ini sangat populer dikalangan petani hutan dan lahan kering karena pada jaman itu lingkungan hutan masih rimba dan binatang huniannya merupakan ancaman bagi petani. Alat ini menjadi alat pengusir binatang baik binatang perusak tanaman maupun binatang-binatang pemangsa lainnya. Pada masa dimana alat ini belum tercipta, para petani mengalami kesulitan dan ancaman yang membahayakan bagi keselamatan para petani. Karena para petani di wilayah Banyumas seringkali harus berhadapan langsung dengan binatang tersebut secara tiba-tiba. Keberadaan Bongkel bagi para petani merupakan media pengusir binatang agar tidak langsung berhadapan dengan binatang. Dengan bunyian Bongkel yang ritmik di kejauhan maka binatang akan berlari karena secara alami bunyian tersebut dianggap sebagai ancaman bagi binatang. Alat musik Bongkel mulanya terisinpirasi dari al...
Cowongan adalah salah satu jenis ritual atau upacara minta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Banyumas dan sekitarnya. Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, permintaan datangnya hujan melalui cowongan, dilakukan dengan bantuan bidadari, Dewi Sri yang merupakan dewi padi, lambang kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui doa-doa yang dilakukan penuh keyakinan, Dewi Sri akan datang melalui lengkung bianglala (pelangi) menuju ke bumi untuk menurunkan hujan. Datangnya hujan berarti datangnya rakhmat Illahi yang menjadi sumber hidup bagi seluruh makhluk bumi, termasuk manusia. Dilihat dari asal katanya, cowongan berasal dari kata “cowong” ditambah akhiran “an” yang dalam bahasa Jawa Banyumasan dapat disejajarkan dengan kata perong, cemong, atau therok yang diartikan berlepotan di bagian wajah. Perong, cemong, dan therok lebih bersifat pasif (tidak sengaja). Sedangkan cowongan lebih bersifat aktif (disengaja). Jadi cowongan dapat diartikan sesuatu ya...
Manuskrip "Serat Pandhita Raib" merupakan karya Kyai Sastradiwangsa. Ditulis di atas kertas dluwang gendhong, yaitu kertas yang dibuat dari kulit kayu yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Naskah bertema Sejarah Islam ini menceritakan tentang pertempuran Nabi Muhammad dengan seorang pendeta Agama Yahudi bernama Pandhita Raib dari Negeri Kebar. Penyebab pertempuran ini, sang pendeta berupaya mempengaruhi penduduk Kebar agar menjauh dari Islam dan memurtadkan mereka ke dalam ajaran Yahudi. Pada akhir pertempuran sang pendeta digambarkan menyerah kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Penulisan karya sastra ini nampak diinspirasi oleh konflik antara umat Islam dengan kaum Yahudi yang tinggal di sekitar oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah. Selain itu naskah ini juga membahas tentang sifat-sifat Nabi Muhammad. Juga terdapat bagian dimana Nabi Muhammad dikisahkan sedang menyampaikan ajaran kepada putrinya, Fatimah tentang kewajiban ibadah dan tugas wanita muslimah terutama...