Mitos Kelahiran Di Tanah Sunda Di tanah sunda dari jaman nenek moyang sampai sekarang masyarakat masih saja mempercayai mitos yang ada . salah satunya adalah ibu hamil yang sering membawa gunting lipat , peniti ketika dia pergi ataupun mereka dilarang keluar rumah saat maghrib datang . mitosnya , benda benda ini dapat menjaga bayi didalam kandungan dan ibu nya agar tidak diganggu oleh setan atau roh roh jahat lainnya . pasalnya ibu hamil selalu menjadi daya tarik untuk diganggu oleh mereka . banyak ibu hamil yang kehilangan bayinya ketika berumur 4 bulan . padahal awalnya mereka dinyatakan mengandung namun pada saat 4 bulan , kandungan mereka dinyatakan hilang begitu saja . Biasanya gunting lipat diselipkan dibagian tertentu . dan peniti selalu dipakai dibaju . mereka percaya bahwa benda itu dapat menja bayi mereka agar tidak diambil oleh roh jahat . banyak orang yang percaya akan hal ini . memang terdengar aneh , namun semuanya tergntung kepercayaan kita . Setelah bayi...
Masyarakat Sunda memiliki kebiasaan yang sangat ramah dan sopan .Sifat – sifat orang Sunda tersebut dapat kita buktikan dengan bergaul langsung dengan mereka dan kita juga dapat melihat rumah adatnya yang mengandung simbol – simbol kepribadian mereka . Jawa Barat memiliki rumah adat yang khas sebagai ciri daerah setempat . Rumah adat Jawa Barat memiliki banyak nama dan rupa . Terdapat enam rumah adat yang memiliki keunikan dan perbedaan masing – masing . Perbedaanya dapat dilihat dari atap rumah dan bahan dalam pembuatan rumah tersebut.Berikut ini lima rumah adat yang ada di Jawa Barat : Imah Badak Heuay Disebut badak heuay dikarenakan bentuk atapnya seperti seekor badak yang sedang membuka mulutnya (menguap). Rumah ini terdiri dari 2 bagian atap, bagian kecil dan besar. Bagian besarnya terletak pada bagian belakang, sedang bagian kecil menudungi bagian depan rumah tempat ini biasanya dijadikan sebagai tempat menerima tamu lelaki. Imah...
Menurut beberapa artefak-artefak yang ditemukan, Kota Depok telah dihuni sejak masa prasejarah. Namun, hingga abad 19 Depok masih menjadi Kota Depok masih menjadi kota yang terisolasi. Kota Depok mulai berkembang saat pemerintah Belanda memutuskan untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Buitenzorg (Bogor) dengan Batavia (Jakarta) untuk memudahkan pengangkutan barang hasil bumi. Hal ini membuat pejabat di Kota Depok pada saat itu mengadakan kesepakatan dengan pihak Belanda agar setiap kereta yang lewat diharuskan untuk berhenti terlebih dahulu di stasiun kecil di daerah Depok. Dari sinilah mobilitas masyarakat Depok dapat semakin meningkat karena adanya transportasi yang menunjang ke arah pusat atau Batavia. Kereta api yang awalnya digunakan untuk kepentingan Belanda pun dapat membantu ekonomi masyarakat Kota Depok saat itu. Stasiun ini beralamat di Jl. Stasiun, Depok, Pancoran MAS, Jawa Barat 16431. Sebagai salah satu stasiun kereta tertu...
Cara Memainkan dan Pola Pertunjukan Pelaksanaan seni Tarawangsa biasa dilakukan jam 10 malam hingga jam 4 pagi. Para pelaku seni Tarawangsa terdiri dari: Saehu, Penari yang berjumlah antara 5, 7 dan atau 9 orang penari yangterdiri dari wanita yang rata-rata berlanjut usia. Nayaga, Saksi, Kuncen. Bentuk dan pola pertunjukan dibagi menjadi beberapa fase, yaitu terdiri dari: Tatalu, Ngukus, Ijab Kabul, Ngalungsurkeun, Nema, Nyumpingkeun, Nginebkeun. Alat dan Sarana Pertunjukan Waditra Alat musik seni tarawangsa terdiri dari 2 (dua) buah waditra yaitu waditra sejenis kecapi yang disebut jentreng dan sejenis...
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan Buahbatu dan sering melewati Pasar Kordon, pasti mengenal Curug Ece atau Air terjun kecil Ece. Berlokasi tepat dibawah Pasar Kordon dan saat ini bersebelahan dengan Masjid Agung, Curug Ece memiliki kondisi yang mengkhawatirkan. Warna air yang hitam dan sampah yang menumpuk menjadi pemandangan para masyarakat Kordon. Namun, apakah kalian tahu asal usul penamaan Curug Ece? sejauh ini saya menemukan 3 versi yang berbeda dari asal usul curug ini, cerita ini saya dapatkan dari website, literasi, dan narasumber terkait. baiklah mari kita telaah bersama.. Pertama, seorang laki-laki yang biasa dipanggil Mang Ece -penduduk asli sekitar pasar kordon, seringkali melintasi daerah/curug ini bersama kerbau miliknya setelah selesai membajak sawah. suatu ketika Mang Ece bersama kerbaunya mandi di curug tersebut, entah mengapa Mang Ece terpeleset jatuh dan terhimpit diantara batu besar hingga meninggal. konon katanya jasad dari Mang Ece tidak perna...
Dari Sabang sampai Merauke, budaya di tiap provinsi, bahkan di setiap kota berbeda-beda. Salah satu budaya tersebut adalah makanan. Emping jengkol merupakan makanan khas Kota Bogor, Jawa Barat . Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui makanan ini. Berikut ini adalah cara membuat emping jengkol: Alat: Baskom Wajan Kompor Ulekan 2 lembar plastik Karung ÃÂ Bahan: Jengkol Minyak goreng ÃÂ Cara membuat: Rendam jengkol selama kurang lebih 1 malam. Setelah itu, buang kulitnya dan cuci sampai bersih. Siapkan wajan. Kemudian goreng jengkol sampai berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan. 4.Oles 2 lembar plastik dengan minyak goreng. Letakkan jengkol yang sudah digoreng di atas selembar plastik yang sudah diolesi minyak. Kemudian selembar plastik lainnya ditaruh di atas jengkol tersebut. Hancurkan jengkol dengan ulekan sampai berbentuk...
Angklung adalah alat musik multitonal atau bernada ganda yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu , dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Cara memainkan angklung dengan memegang rangkanya pada salah satu tangan (biasanya tangan kiri) sehingga angklung tergantung bebas, sementara tangan lainnya (biasanya tangan kanan) menggoyangnya hingga berbunyi (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar. Akan tetapi untuk membuat suatu melodi yang baik cara dibunyikannya di bagi menjadi beberapa teknik dasar, yaitu: Kurulung (getar), merupakan teknik paling umum dipakai, di mana tangan kanan memegang tabung dasar dan menggetarkan ke kiri-kanan berkali-kali selama nada ingin dimainkan. Centok (sentak), adalah teknik di mana tabung dasar ditarik dengan cepa...
permainan bekles atau sering juga disebut beklen acap kali dimainkan oleh anak anak perempuan. permainan ini berasal dari belanda namun di adopsi menjadi permainan tradisional. Permainan bekles terbilang cukup mudah untuk dimainkan, alat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini hanyalah cangkang kerang hingga yang dikenal dengan sebutan kewuk dan bola karet yang bisa memantul. biji kewuk memiliki besar bervariatif antara 2-5 cm. biji kewuk banyak dijual di pasar pasar tradisional dengan harga cukup terjangkau (kurang dari Rp.10.000 satu kantungnya) aturan permainan ini di antaranya : 1. terdiri dari empat babak atau tahap 2. tahap pertama ; dengan satu tangan, mengambil kewuk sambil memantulkan bola, berurut dari satu satu, dua-dua hingga seluruh kewuk dalam sekali ambil sebelum bola itu memantul untuk kedua kalinya. 3. tahap kedua disebut "kar" berasal dari bahasa sunda "nangkarak" yang artinya terlentang ; sama seperti tahap pertama, namun sebelum...
Alat & Bahan: - Parutan - Panci kukus - Pisau - Wadah - Sendok - 1 kg singkong - 1/2 kg kelapa - 1/2 kg gula merah Cara Membuat: 1. Pertama, kupas singkong dan cuci sampai bersih, lalu parut dan sisihkan. 2. Setelah itu, parut kelapa dan sisihkan. 3. Iris gula merah sampai halus. 4. Gabungkan parutan singkong, parutan kelapa, dan irisan gula merah ke dalam wadah. Aduk sampai ketiga bahan tercampur rata. 5. Kemudian, ambil 3-4 sendok adonan tersebut untuk ditaruh di atas daun pisang. Atur sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti tabung kecil memanjang yang padat. Setelah itu, bungkuslah dengan daun pisang tersebut. 6. Setelah terbungkus rapi, kukuslah sampai matang selama kurang lebih 30 menit. 7. Katimus siap diangkat dan dihidangkan. Narasumber: N. Erie Sitti F. #OSKMITB2018