Tari Gending Sriwijaya Tarian Gending Sriwijaya berasal dari peninggalan kerajaan Snwijaya. Tarian yang dahulu hanya dipentaskan oleh kalangan internal kerajaan kini menjadi hiburan semua rakyat dalam berbagai acara pentas budaya. Sembilan orang penari yang semuanya adalah seorang perempuan memerankan tarian ini. Lalu para penari Gending Shwijaya ini dikawal oleh dua crang laki-laki lengkap dengan payung dan juga tombak di tangannya. Seorang penari gending membawa tepak yang berisikan sekapur sirih yang nantinya akan diberikan kepada para tamu yang dianggap spesial sebagai bentuk dari penghormatan. https://www.silontong.com/2018/08/30/tarian-daerah-sumatera-selatan/
Siti Fatimah adalah putri kesayangan Raja Sriwijaga. Parasnya cantik jelita, dan sikapnya ramah pada semua orang. Tak heron, banyak pemuda yang menaruh hati dan ingin menjadikannya istri. Namun semua lamaran itu ditolak oleh Raja Sriwijaya. Raja ingin Siti Fatimah diperistri oleh saudagar kaya raya atau putra mahkota kerajaan lain yang juga kaya. Tan Boen An menemui Raja Sriwijaga. Ia hendak meminta izin pada Raja untuk berdagang di wilayah itu. Raja Sriwijaya dengan senang hati mengizinkannya. Dalam hati, Raja berkata, "Alangkah giatnya pemuda ini. Meskipun putra mahkota, ia tetap bekerja keras." Raja berkhayal, akankah ia mendapatkan menantu seperti Tan Boen An?Suatu hari, seorang putra mahkota dari negeri China datang ke Kerajaan Sriwijaga. Ia datang dengan menaiki kapal yang sangat besar. Kapal itu memuat barang-barang yang akan dijual ke Kerajaan Sriwijaga. Putra mahkota itu bernama Tan Boen An. Wajahnga tampan, tubuhnya tegap dan kulitnya kuning kecokelatan. Tan Boen...
Hari ini hati Serunting kesal sekali. Lagi-lagi ladang miliknya tak menghasilkan apa-apa, kecuali rumput ilalang yang tinggi. Apapun yang ditanamnya selalu mati. "Apa yang harus kulakukan? Ladangku hanya sejengkal dari ladang Aria Tebing, tapi mengapa ladangnya begitu subur?" tanyanya heran. "Aria Tebing pasti telah berbuat curang pada ladangku." pikir Serunting dengan curiga. Suatu hari, Aria Tebing berkunjung ke rumah Serunting. Tujuannya untuk menemui kakaknya. Tapi apa yang terjadi? Serunting malah marah-marah dan mengajaknya berduel. "Apa yang kau lakukan pada ladangku? Semua yang kutanam mati tak berbekas. Sedangkan tanaman di ladangmu tumbuh dengan subur, padahal letaknya hanya sejengkal dari ladangku!"Serunting pulang ke rumah dan marah-marah pada istrinya. Istrinya adalah kakak Aria Tebing. "Bilang pada adikmu, jangan curang. Jika berani, suruh ia bertarung melawanku," katanya. Istringa tak habis pikir karena menurutnya, adiknya tak mungkin curang. Aria Tebing keb...
Raden Alit adalah putra seorang raja dari daerah Tanjung Kemuning, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan . Suatu ketika, kakak perempuannya yang bernama Dayang Bulan diculik oleh Malim Hitam, putra Ratu Ageng dari Negeri Salek Alam. Mengapa Malim Hitam menculik Dayang Bulan? Lalu, berhasilkah Raden Alit menyelamatkan Dayang Bulan? Berikut kisahnya dalam cerita Raden Alit. * * * Alkisah, di Negeri Tanjung Kemuning, Sumatera Selatan, tersebutlah seorang raja bernama Ratu Ageng yang menikah dengan seorang Dewa Kahyangan. Mereka tinggal di langit dan telah dikaruniai dua orang putra, yaitu Raden Kuning dan Raden Alit, serta seorang putri bernama Dayang Bulan. Ketiga anak raja tersebut saling menyayangi satu sama lain. Raden Kuning dan Raden Alit adalah orang yang sakti mandraguna. Sejak kecil hingga dewasa, mereka berguru berbagai macam ilmu kesaktian kepada Nenek Dewi Langit. Setelah hampir dua puluh tahun menjalani kehidupan di Langit, Rat...
Sungai Musi merupakan sungai terbesar dan terpanjang di Sumatera Selatan. Sungai Musi mengalir di tengahtengah kota Palembang. Sebelum Kerajaan Sriwijaya berdiri, hubungan lalu lintas laut dilakukan dengan perahu layar. Pada zaman itu banyak bajak laut yang berasal dari negeri Cina. Bajak laut itu dipimpin oleh seorang yang bergelar Kapitan. Kapitan itu tertarik untuk menyelidiki sungai yang sangat panjang itu. Sampai di kota Palembang, para bajak laut itu melihat banyak perahu besar dan tongkang. Perahu besar dan tongkang itu berasal dari hulu. Tongkang-tongkang itu sarat dengan muatan hasil bumi. Kapitan dan anak buahnya lalu mendekati para pedagang dengan ramah. Percakapan mereka dilakukan dengan bahasa isyarat.Ketika itu perdagangan tidak dilakukan dengan uang. Para bajak laut menukar pakaian, kain, perak, emas dengan hasil bumi. Mereka kagum melihat tanaman rempah-rempah dan batu bara. Mereka juga terkejut melihat penduduk mendulang emas. Pada waktu Kapitan melihat peta d...
Putri Jelitani adalah seorang putri raja di sebuah kerajaan di daerah Sumatra Selatan. Suatu ketika, negeri sang Putri dilanda kemarau yang amat panjang. Keadaan yang sulit itu baru akan pulih jika ada seorang gadis yang mau berkorban dengan mencebur ke laut. Oleh karena tak seorang pun yang mau berkorban, maka dengan ikhlas sang Putri rela melakukannya demi keselamatan rakyatnya dari bahaya kelaparan. Bagaimana nasib Putri Kemarau selanjutnya? Simak kisahnya dalam cerita Pengorbanan Putri Kemarau berikut ini! Dahulu, di Sumatra Selatan ada seorang putri raja bernama Putri Jelitani. Namun, ia akrab dipanggil Putri Kemarau karena dilahirkan pada musim kemarau. Ia merupakan putri semata wayang sang Raja. Ibunda sang Putri baru saja wafat. Sebagai putri tunggal, ia pun amat disayangi oleh ayahnya. Sementara itu, ayahnya adalah seorang pemimpin yang arif dan bijaksana. Negeri dan rakyatnya pun hidup makmur dan tenteram. Suatu ketika, negeri itu dilanda kemarau yang...
Pada zaman dahulu, daerah Sumatra Selatan dan sebagian Provinsi Jambi berupa hutan belantara yang unik dan indah. Puluhan sungai besar dan kecil yang berasal dari Bukit Barisan, pegunungan sekitar Gunung Dempo, dan Danau Ranau mengalir di wilayah itu. Maka, wilayah itu dikenal dengan nama Ba*tanghari Sembilan. Sungai besar yang mengalir di wilayah itu di antaranya Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Ogan, Sungai Rawas, dan beberapa sungai yang bermuara di Sungai Musi. Ada dua Sungai Musi yang bermuara di laut di daerah yang berdekatan, yaitu Sungai Musi yang melalui Palembang dan Sungai Musi Banyuasin agak di sebelah utara. Karena banyak sungai besar, dataran rendah yang melingkar dari daerah Jambi, Sumatra Selatan, sampai Provinsi Lampung merupakan daerah yang banyak mempunyai danau kecil. Asal mula danau-danau kecil itu adalah rawa yang digenangi air laut saat pasang. Sedangkan kota Palembang yang dikenal sekarang menurut sejarah adalah sebuah pulau di Sungai Melayu. Pula...
Dulu, Kerajaan Palembang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Suhunan. Ia memerintah dengan adil dan bijaksana. Rakyat kerajaan sangat mencintainya. Suatu hari, Suhunan mendengar kabar jika pasukan Belanda hendak menjajah Palembang. Ia segera menyiapkan pasukan untuk menghadapinya. Ia juga menunjuk tiga kesatria perempuan Palembang untuk membantu pertahanan Kerajaan Palembang. Ketiganya adalah Putri Kembang Mustika, Putri Darah Putih, dan Putri Iran. Ketiganya sangat sakti. Tidak lama kemudian, pasukan Belanda benar-benar menyerang Palembang. Mereka menaiki kapal-kapal besar melewati Sungai Musi. Kedatangan mereka disambut dengan serangan gencar pasukan Palembang. Pasukan Belanda kewalahan menghadapi serangan tersebut. Mereka pun memutuskan untuk mundur. Namun sebulan kemudian, pasukan Belanda kembali datang dengan kekuatan yang jauh lebih banyak. Kerajaan Palembang pun tidak bisa menghadapi serangan tersebut. Rakyat berlarian ke sana-kemari untuk...
Raja Tanjung Kemuning, Sumatera Selatan, memiliki seorang putra yang bernama Raden Alit dan putri Dayang Bulan. Suatu ketika, kakak perempuannya, Dayang Bulan diculik oleh Malim Hitam, putra Ratu Ageng dari Negeri Salek Alam. Mengapa Malim Hitam menculik Dayang Bulan? Lalu, berhasilkah Raden Alit menyelamatkan Dayang Bulan? Berikut kisahnya dalam cerita Raden Alit dan Dayang Bulan.* * * Alkisah, di Negeri Tanjung Kemuning, Sumatera Selatan, tersebutlah seorang raja bernama Ratu Ageng yang menikah dengan seorang Dewa Kahyangan. Mereka tinggal di langit dan telah dikaruniai dua orang putra, yaitu Raden Kuning dan Raden Alit, serta seorang putri bernama Dayang Bulan. Ketiga anak raja tersebut saling menyayangi satu sama lain. Raden Kuning dan Raden Alit adalah orang yang sakti mandraguna. Sejak kecil hingga dewasa, mereka berguru berbagai macam ilmu kesaktian kepada Nenek Dewi Langit. Setelah hampir dua puluh tahun menjalani kehidupan di Langit, Ratu Ageng merasa...