Anak
100 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Menelisik Cerita Rakyat Batu Sio dan Ake Sio
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

rmula pada abad ke–13, suami istri Lumimuut dan Toar mempunyai dua orang anak yatim yakni Mina Esa dan Andi Polii. Mina Esa kawin dengan orang Kastilani bernama Makisemba. Keduanya, hidup di Tonsawang. Tidak berapa lama, mereka berlayar ke sebelah utara Celebes (Sulawesi) tiba di suatu pulau dan teluk. TELUK  itu disebut Sawang (Siau Timur) karena mengingat tanah tumpah darah mereka Tonsawang. Mereka tinggal di situ, kemudian pada suatu saat berjalanlah keduanya memasuki pedalaman pulau itu dan di sana dijumpainya sebuah batu besar. “Di sekitar batu itulah, Makisemba dan Mina Esa bemukim dan hidup. Keduanya dikaruniai Sembilan orang anak yaitu, Uta Labo, Uta Haghi, Lekungbulaeng, Naeloh, Linangkulaeng, Wulaeng, Bawingkahe, Neli dan Rasageng,” cerita salah satu Tokoh Muda Pemerhati Budaya di Sitaro, Winton Sagune, kemarin. Oleh Makisemba batu besar itu, disebut Batu Sio. Hal ini disebabkan karena, setiap anak lahir, plasentanya dalam bahasa daera...

avatar
Roro
Gambar Entri
Lompat Batu #DaftarSB19
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Tradisi melompat batu atau yang biasa disebut oleh orang Nias sebagai fahombo batu adalah pada mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik. Lebih jauh dari itu bila sang pemuda mampu melompati batu yang disusun hingga mencapai ketinggian 2 m dengan ketebalan 40 cm dengan sempurna maka itu artinya sang pemuda kelak akan menjadi pemuda pembela kampungnya samu’i mbanua atau la’imba hor, jika ada konflik dengan warga desa lain.    Tapi satu hal yang perlu diketahui bahwa tradisi lompat batu ini tidak terdapat di semua wilayah Nias dan hanya terdapat pada kampung-kampung tertentu saja seperti di wilayah Teluk Dalam. Dan satu hal lagi, tradisi ini hanya boleh diikuti oleh kaum laki-laki saja, dan sama sekali tak memperbolehkan kaum perempuan untuk mencobanya mengingat lompat batu merupakan ajang ketangkasan yang nantinya bila berhasil melompat dengan sempurna yang ber...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Tam Tam Buku #DaftarSB19
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Utara

Tam tam buku adalah permainan tradisional yang serupa dengan permainan ular naga atau wak wak gung… dua orang membuat terowongan dan yang lain membuat barisan panjang. Permaianan ini melibatkan beberapa orang.    Langkah-langkah dalam permainan tam tam buku ini adalah sebagai berikut:   Dua orang A dan B membuat terowongan (kedua tangan saling bertemu) Si A sebagai matahari dan Si B sebagai bulan.   Salah seorang memimpin barisan. Bentuk barisan adalah memanjang ke belakang. Masing-masing berpegangan pada baju bagian belakang dari teman yang ada di depannya. Barisan ini berjalan-jalan dengan cepat sambil berkeliling mengitari A dan B sambil menyanyikan lagu "  “Tam tam buku, seleret tiang bahu,  patah lembing, patah paku,  anak belakang tangkap satu  , bunyi lonceng pukul satu” Setelah  lama berkeliling masuklah pemimpin barisan ke terowongan. A dan B harus menahan/me...

avatar
anisa puspita sari
Gambar Entri
Waraney, ujung tombak suku di Minahasa #DaftarSB19
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Utara

  WARANEY - Ujung tombak suku minahasa Waraney dalah Prajurit perang  pemberani dari bangsa Malesung (Orang Minahasa) yang tidak pernah mundur dalam setiap peperangan yang terjadi di zaman kolonial maupun sebelum zaman kolonial. Sebelum jadinya kolonial Belanda, Waraney merupakan tentara bangsa Malesung yang menjadi uejung tombak di setiap suku di Minahasa dalam melawan segala sesuatu yang dapat mengancam bangsa Malesung baik itu berupa binatang buas maupun manusia. Empat suku besar Minahasa yaitu Tontemboan, Tonsea, Tolour dan Tombulu akan menyiapkan para Waraney untuk selalu siaga dalam menjaga daerahnya masing-masing dengan mengadakan pelatihan kepada pemuda pemudi mereka untuk dijadikan penerus dalam menjaga daerahnya masing-masing. Di zaman itu para calon Waraney disebut  SAWANG  yang artinya calon Waraney seorang laki-laki maupun perempuan yang masih dalam pelatihan   PAPENDANGAN  (Sekolah Untuk Waraney) mereka akan di...

avatar
rendra pratama
Gambar Entri
Tari Elengge
Tarian Tarian
Sulawesi Utara

Tarian Elengge ini diangkat dari nama bunyi alat penumbuk padi (Alu) yang pada ujungnya disisipkan sepotong kayu pada lubang yang berbentuk segi empat yang jika digerakkan utuk menumbuk akan mengeluarkan bunyi yang dalam istilah Gorontalo disebut ele-elenggengiyo atau moelengge. Tari Elengge adalah symbol atau lukisan kegotong-royongan muda mudi saat bersama-sama menumbuk padi dengan memakai alat tradisional berupa lesung (didingga) dan anak lesung (alu atau (wala’o didingga) yang berpadu mengeluarkan bunyi (elenggengo).

avatar
Widra
Gambar Entri
Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe merupakan Pemilihan Putra – Putri terbaik daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memenuhi kriteria menjadi duta – duta wisata, terutama dinilai dari Brain, Beauty and Behavior . Event ini diikuti oleh anak – anak muda yang berprestasi dan memiliki kemampuan untuk tampil serasi dalam berbusana dan berprilaku yang baik. Ungke dan Momo yang terpilih harus menguasai bahasa asing dan mampu mempromosikan daerahnya baik di dalam dan di luar daerah dan di luar negeri. Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe dilaksanakan setiap tahun.

avatar
Widra
Gambar Entri
Mohinu dan Angkele'
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Pernah terjadi, Mohinu dan Angkele' pergi memancing dengan jala sebulan lamanya. dimulai dari bawah, di sungai Nonapan sampai ke sungai Ambang, tetap imereka tidak mendapatkan seekor ikan pun. Keitka mereka pulang dan melemparkan jalanya di sebuah pusaran air mereka melihat tidak ada ikan melainkan sehelai rambut panjang kira-kira lima jengkal. Mereka kembali ke arah timur dan bertanya kepada Papua "Rambut siapa ini?" Papua menjawab "Rambut putri raja yang termuda". Mohinu berkata kepada Papua "Tolong simpankan untuk saya di tengah-tengah rumput". Setelah Papua menyembunyikannya, matahari sangat kuning, ia mendengar kepakan sayap para putri yang turun dari langit untuk mandi. Saat itu mereka tiba di bumi dan melepaskan sanggul untuk mandi, dia tahu bahwa rambut yang disembunyikan adalah rambut dari putri yang termuda karena rambutnya lima jengkal panjangnya. Sementara mereka mandi, Mohinu yang sedang bersembunyi pun muncul dan segera mengambil saya...

avatar
Widra
Gambar Entri
Putri Raja Yang Berjalan Di Atas Ombak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Ada seorang putri yang menikah dengan seorang raja, Setelah menikah, putri itu hamil dan melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik tetapi selalu menangis. Kalu diberi makan dia tak pernah mau bahkan diberi pakaian pun juga tidak mau. Pada suatu hari, anak itu pergi dan sampai di dekat sebuah pohon mangga. Dia melihat bahwa banyak buahnya yang sudah matang dan memutuskan untuk memanjat pohon itu. Ketika ia sudah berada di atas pihon, ia melihat ke bawah ada seekor babi yang selalu berjalan di atas ombak untuk makan buah dari pohon mangga itu. Putri raja yang melihat itu pun juga melihat jika ada cincin di bagian bawah kaki babi itu, segeralah a turun dan menarik cncin itu ketika babi itu tertidur pulas. Ketika babi itu bangun ia tidak menyadari jika cincin nya telah dicuri oleh putri, babi itu pun bangun dan pergi berjalan di atas ombak namun sayang ia tenggelam. Putri yang berhasil mengambil cicin dari babi itu pun menggunakannya dan berjalan kian-kemari di atas ombak...

avatar
Widra
Gambar Entri
Loloda' Mokoagow
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Utara

Ada seorang laki-laki bernama Loloda Mokoagow. Laki-laki ini sangatlah bijaksana, kuat dan berani. Dia memerintah seluruh negeri Mongondow dan mempunyai dua orang istri yang berasal dari keturunan raja dan yang seorang lagi keturunan seorang budak. Kemudian kedua istrinya masing-masing melahirkan seorang anak laki-laki. Anak dari putri raja itu diberi nama Makalunsenge dan anak dari putri budak diberi nama Manopo. Makalunsenge sangat disayang oleh ayah dan ibunya bahkan sang Makalunsengen dan sang ayah tidak bisa dipisahkan. Setelah kedua anak itu besar, Manopo dibawa ke Minahasa tepatnya ke desa Bansik dan bersekolah di sana sehingga ia menjadi pandai. Selanjutnya, Manopo oleh Kompeni diangkat sebagai seorang raja di Manado. Dia segera kembali ke Mongondow, di antar dengan perahu dari Manado dan bendera kompeni selalu berkibar bersamanya. Setelah yaahnya mengerti bahwa Manopo, anaknya dari budak menjadi seorang raja, ia pun menjadi marah dan menenggelamkan dirinya ke sungai. Se...

avatar
Widra