Bahan: Daging sapi 1/4 kg Bumbu-bumbu: Lombok sawit 15 biji Terasi 1 sdt Laos 1 1/2 ruas jari Jahe 1 ruas jari Kunyit 1 ruas jari Kencur 1/2 ruas jari Santan encer 2 gelas Garam secukupnya Cara membuatnya: 1. Daging dicincang sampai halus. 2. Bumbu-bumbu dirajang halus, baru diremas-remas 3. Daging + bambu dicampur, diberi santan, dimasukkan kedalam tabung bambu. 4. Diatasnya diberi tutup dengan daun labu air atau daun waluh yang masih muda. 5. Bumbu yang telah diisi ditaruh dimuka tungku yang ada baranya, sampai dagingnya masak (kurang lebih 1/2 jam); harus dijaga jangan sampai bumbunya tersentuh api, nanti terbakar. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 754
Pada masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) maulid Nabi atau perayaan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tidak saja dirayakan dalam bentuk kegiatan acara pengajian di masjid tetapi juga dirayakan dengan menghidangkan masakan dan aneka jajanan lokal atau dalam bahasa Lombok disebut pesajiq. Kuliner khas tersebut disuguhkan dan dibawa pulang para tamu undangan sebagai oleh-oleh usai acara pengajian dilaksanakan. Salah satu masakan yang dibuat masyarakat adalah “nasi rasul” sebagai menu yang wajib ada diselipkan dalam setiap keresek plastik pesajiq yang diberikan kepada tamu undangan. Nasi rasul wajib ada sebagai bentuk kesyukuran dan rasa gembira dan suka cita umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut cerita orang tua tempo dulu, nasi rasul sendiri sudah ada sejak nenek moyang tempo dulu dan tetap dibuat hingga sekarang di setiap perayaan maulid. Nasi rasul sendiri termasuk jenis kuliner maulidan yang b...
Upacara U’a Pua merupakan sebuah tradisi masyarakat Lombok yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Upacara U’a Pua dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dirangkai dengan penampilan atraksi Seni Budaya masyarakat Suku Mbojo (Bima) yang berlangsung selama 7 hari.Prosesi U’a Pua diawali dengan Pawai dari Istana Bima yang diikuti oleh semua Laskar Kesultanan, Keluarga Istana, Group Kesenian Tradisional Bima dengan dua Penari Lenggo yang dilengkapi dengan Upacara Ua Pua. Selama proses pawai berlangsung Group Kesenian terus memainkan Genda Mbojo, Silu dan Genda Lenggo. Ketika memasuki Istana, Penunggang Kuda menari dengan suka ria (Jara Sara’u), Sere, Soka dan lain-lain sampai Ketua Rombongan bertemu dengan Sultan yang diiringi dengan Penari Lenggo. Pada sa’at itu diserahkan ”Sere Pua” dan Al-Qur’an kepada Sultan. Tujuan dari perayaan U’a Pua adalah Antara Lain : 1. &n...
Bahan-bahan : pakis yang muda 10 ikt. jantung pisang 1 bh. Bumbu-bumbu : bawang merah 10 bh. bawang putih 1 siung lombok merah 2 bj. lombok rawit 10 bj. santan kental 1/2 gls. (+-1/2 butir kelapa) terasi 1/2 sdm. garam secukupnya Cara membuatnya : Bawang merah digoreng tersendiri sampai masak. Lombok rawit, lombok merah yang telah dibuang bijinya, bawang putih diiris-iris halus. Bumbu-bumbu yang telah diiris-iris ditumis bersama-sama dengan terasi dan garam, baru dimasukkan santan. Diaduk-aduk agar santannya jangan pecah sampai mendidih, baru diangkat kemudian dimasukkan bawang goreng. Sayurnya (pakis) dibersihkan, diambil yang muda-muda direbus sampai matang. Pakis yang sudah matang dibelah-belah agar kecil-kecil, tapi tetap memanjang. Jantung pisang dikuas (dibesihkan) kemudian direbus sampai matang betul. Jantung yang sudah matang dimasukkan d...
Kerajaan Bima memiliki tradisi penulisan literatur yang kuat dalam mencatat kejadian dan hal ini dilakukan terus-menerus dalam kurun waktu berabad-abad. Naskah terakhir yang berasal dari kerajaan ini diketahui ditulis dalam bahasa Arab Melayu, setelah adanya pengaruh Islam yang masuk ke Bima. Naskah yang berbentuk kitab tersebut mengisahkan tentang kelahiran kerajaan-kerajaan yang ada di pulau Sumba, Nusa Tenggara Barat. Diceritakan pula kisah-kisah legenda Sumbawa, susunan pemerintahan kerajaan Sumbawa, dan hubungan antara raja Bima dengan raja-raja Jawa, serta perjanjian-perjanjian antara sultan-sultan kerajaan Bima dengan bangsa Belanda. Bo Sangaji Kai menceritakan sejarah kerajaan Bima yang dimulai sejak abad ke-14, yaitu saat Sumbawa diperintah oleh kepala suku atau yang disebut Ncuhi. Pada saat itu, wilayah Bima terbagi menjadi lima wilayah, yaitu: timur, utara, barat, selatan, dan tengah. Salinan naskah kitab Bo Sangaji Kai terdapat di Perpustakaan Nasional dan di Museum Bel...
Musim hujan telah tiba, cuaca dingin selalu membuat perut ini keroncongan dan pastinya butuh hidangan makanan yang hangat-hangat nih.. Yap! buat kalian Sobat Budaya, berikut ini kita akan bagikan resep makanan yang bisa menghangatkan tubuh dikala cuaca dingin datang looh.. Selain menghangatkan makanan ini juga sangat menyehatkan karena bahan-bahan yang digunakan terdiri dari berbagai macam rempah. Makanan ini berasal dari Daerah Bima-Nusa Tenggara Barat yaitu "Sop Janga Kampo" yang artinya Sup Ayam Kampung. Berikut ini cara membuatnya, Bahan-bahan yang dibutuhkan : 1 ekor ayam kampung yang sedang besarnya, lebih enak kalau ayam betina tapi yang muda, yang baru 1 atau 2x bertelur, 2 lembar daun seledri, 2 ltr air untuk merebus ayam. Bumbu yang dihaluskan: 15 – 20 butir lada, 2 siung bawang putih, 3 butir bawang merah, ½ ruas jari jahe, 1 sendok...
Bahan-bahan 200 gr kepala ikan 15 Bj Cabe rawit 5 Bj Bawang merah Garam Micen Belacan Asam jawa Langkah Semua bahan di giling halus kecuali serai Bersih kan kepala ikan,lalu potong jadi 2 bagian atau potong sesuai selera Panas minyak lalu Tumis semua bahan yang sudah di giling,setelah itu masukan air asam tunggu hingga mendidih baru masukan potongan kepala ikan,tambahkan garam dan micen ya sesuai rasa masing masing setelah itu serai nya di grepek masukan ke dalam tunggu sampai masak lalu masukan ke dalam mangkok siap di makan https://cookpad.com/id/resep/4385668-kepala-ikan-masak-singang
Bahan-bahan 1 porsi 1/4 Kacang panjang (pilih yang kurus-kurus lebih renyah) 10 siung Bawang merah 8 siung Bawang putih 10 buah Cabai 1 buah Jeruk limau / jeruk sambal Secukupnya Terasi Secukupnya garam Langkah Di cuci bersih kacang panjang, kemudiang di potong kira-kira sepanjang jari. Direbus kacang panjang. Ketika merebus tunggu airnya mendidih dulu baru dimasukkan kacang panjangnya, ditambahkan 1 sdt garam dan angkat jika sudah matang. Ditiriskan kacang panjang kemudian di belah jadi dua. Diiris bawang merah, bawah putih dan cabai kemudian di tumis hingga kering. Sisihkan. Ditumis /di bakar terasi kemudian disisihkan. Dicampurkan semua bahan yg sudah dimasak, kemudian ditambahkan garam dan penyedap rasa bila perlu. Terakhir ditambahkan jeruk limau kemudian diaduk hingga mera...
Tari Rudat adalah tari tradisional yang berasal dari Suku Sasak yang bertempat tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tari Rudat dari Lombok Nusa Tenggara Barat ini ditampilkan untuk menyambut tamu dan acara-acara resmi pemerintahan. Dalam hal gerakan, tari rudat ini merupakan tari pencak silat. Hal ini dikarenakan dalam tarian rudat ini ada berbagai macam gerakan pencak silat seperti memasang kuda-kuda, memukul, menendang dan menangkis. Tari Rudat berasal dari Turki dan menyebar ke Indonesia bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Tari Rudat masuk ke Indonesia abad ke 15 bersamaan dengan penyebaran agama islam di Indonesia. Pada tahun 1987 sering dijumpai tari Rudat yang ditampilkan dipinggir jalan raya mengiringi pengantin pria yang bejalan bersama rombongan menuju rumah mempelai wanita. Tari Rudat Nusa Tenggara Barat (NTB) dibawakan oleh 13 orang penari lelaki dengan mengenakan pakaian ala prajurit. Para penari mengenakan baju berlengan panjang warna kuning, dan celana...