Megengan berasal dari kata megeng yang artinya ‘menahan’. Tak hanya makan dan minum, tetapi juga menahan dari segala nafsu dan hal-hal yang bisa membatalkan puasa. Tradisi Megengan dimaknai sebagai perwujudan rasa syukur atas umur panjang sehingga bisa bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan. Megengan diisi dengan kegiatan bersih-bersih makam bagi laki-laki dan bersih-bersih masjid atau mushola. Kegiatan ini dilakukan seminggu sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Sedangkan para perempuan mempersiapkan tumpeng untuk disedekahkan dalam rituan megengan. Mereka juga memasak makanan untuk kemudian dikirimkan sebagai bentuk sedekah ke tetangga atau saudara. Kue yang tak pernah ketinggalan dalam tradisi ini adalah kue apem . Apem berasal dari kata afwum yang artinya adalah meminta dan memberi maaf. Konon karena masyarakat Jawa tidak mengenal huruf “f”, kata afwun berubah menjadi apwun , lalu menjadi apwum , kemudian apwem , dan...
Bongko Kopyor adalah takjil khas Gresik. Disebut bongko karena bahan makanan tersebut dibungkus daun pisang. Bongko kopyor hanya akan bertahan 30 jam karena dibuat tanpa bahan pengawet. Entah sejak kapan Bongko Kopyor itu mulai ada dan dijual di Gresik. Hanya setiap bulan Ramadhan di berbagai daerah di Kota Gresik banyak orang yang berjualan Bongko Kopyor ini. Entah mengapa, Bongko Kopyor ini hanya dibuat oleh warga yang berada di Kecamatan Manyar, Kecamatan Sembayat , Kecamatan Bungah, Kompleks Permuhan Gresik Kota Baru, Kawasan Giri. Bongko Kopyor biasanya disajikan dengan cara dibungkus dengan daun pisang, isinya terdiri dari tepung terigu (kadang pula bubur mutiara), serutan daging kelapa muda, pisang, nangka dan roti tawar yang dipadu santan dan gula. Biasanya lebih nikmat bila dimakan saat dingin. Bentuk kemasan Bongko Kopyor yang menggunakan daun pisang yang diberi pengait dengan batang lidi pada ujung atas dan sisi-sisinya berukuran jumbo. Ukuran dan bentukny...
Bahan - bahan : kuah kaldu : secukupnya dada ayam kampung secukupnya air sop : sawi hijau iris2 kubis iris2 daun bawang prei iris2 bawang putih dicincang halus lalu dikasih minyak goreng 1 butir telur ayam dada ayam yg sudah direbus kecap manis cap sawi (boleh merk lain) 2 sdm saos tomat yg biasa buat bakso secukupnya garam secukupnya kecap asin 1 sdt merica bubuk 1 buah tomat merah...
Kesenian jaranan/kuda lumping asal muasalnya diangkat dari dongeng masyarakat Kediri, tepatnya pada masa Kerajaan Ngurawan. Konon Sang Raja, Prabu Amiseto memiliki anak yang sangat cantik rupawan bernama Dyah Ayu Songgolangit (songgolangit, bhs jw=memikul langit) yang sangat terkenal seantero jagat , hingga banyak sekali raja-raja dari luar yang ingin mempersuntingnya. Jaranan, merupakan salah satu tarian tradisional khas Kediri. Selain sebagai hiburan, seni jaranan juga dikenal sebagai alat pemersatu masyarakat di Kediri. Meski berupa tarian, Jaranan memiliki ciri tersendiri, baik dari tarian, pakaian yang dikenakan, serta irama yang mengiringinya. Kesenian Jaranan asli Kediri, biasa diiringi dengan berbagai alat musik, seperti gamelan, gong, kendang, kenong. Sedangkan, dilihat dari tariannya, ada 2 macam tarian yang digunakan, yaitu tarian pegon atau jawa, dan tarian senterewe yakni gabungan antara tarian jawa dengan tarian kreasi baru. Menurut beberapa seniman di Kediri,...
A. Mengenal Tari Turonggo Yakso Tari Turonggo Yakso merupakan kesenian asli kabupaten Trenggalek. Awalnya kesenian ini berasal dari “baritan” yaitu sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat kecamatan Dongko sejak lama. Berkat jasa Bapak Puguh yang juga merupakan warga Dongko, dengan memperkenalkan kesenian Turonggo Yakso akhirnya kesenian ini mulai dikenal sebagai kesenian asli Trenggalek yaitu pada tahun 80 -an.Tari Jaranan Turonggo Yakso ini menceritakan tentang kemenangan warga desa dalam mengusir marabahaya atau keangkaramurkaan yang menyerang desanya. Saat ini tari Turonggo Yakso banyak diminati oleh para pelajar diwilayah Trenggalek, mulai dari anak SD sampai pada ibu-ibu dan orang tua. Bahkan setiap perayaan 17 Agustus hampir taka da sekolah yang tidak menampilkan Kesenian Tradisional tersebut. Mungkin bagi mereka ini semua adalah ungkapan rasa hormat yang dituangkan dalam sebuah gerakan yang tak lain adalah menari. Tari Turonggo Yakso ini ber...
Sesi pertama dalam pertunjukan jaranan buto adalah persembahan jaranan buto. Sesi tersebut menggambarkan keperkasaan dan semangat masyar akat Banyuwangi dalam mempertahankan dan menjalani kehidupan. Selanjutnya, sesi kedua berlangsung selama dua jam, yaitu tarian kucingan. Tarian kucingan mengisahkan jagat raya bukan hanya tempat manusia. Jagat raya ini juga dihuni tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mempunyai kebebasan dan hidup bersama. “Yang terakhir adalah penampilan tarian barong yang mengisahkan barong bertampang seram. Namun, di balik semua itu, barong berperan sebagai pemimpin yang mempunyai jiwa tegas, adil, dan melindungi. Dia tidak membedakan dan menebarkan kasih sayang dalam kehidupan di muka bumi ini.” Sumber: http://www.kabarbanyuwangi.info/seni-jaranan-buto-goyang-malaysia.html
Kesenian tradisional jaran dor sudah ada di Jombang sejak masa penjajahan Belanda. Pada tahun 1925 berdirilah grup jaran dor di Desa Kemambang, Diwek, beranggotakan 14 orang. Saat ini, dari sejumlah itu, hanya tersisa satu, yaitu Yasmo (usia 106 tahun) warga Desa Jatirejo Barat. Jaran dor merupakan kesenian tradisional Kuda Lumping asli Jombang. Perbedaan yang kentara dengan jaranan lain dan menjadi ciri khasnya adalah alat musik jidor yang saat ditabuh berbunyi dor , sehingga jaranan ini di sebut jaran dor . Adapun alat musik selain jidor adalah kendang dan sepasang kimplung yang terdiri dari tiga biji dengan ukuran berbeda. Satu yang berukuran besar di sebut thong , dan yang kecil disebut ketipung . Sekarang, alat musik jaran dor di tambah gong peking saron ketuk kenong atau biasa di sebut dengan gamelan. Jaran dor ditampilkan dengan beberapa tari pengiring, yang sekarang ditambah dengan tari bantengan. Urutan penam...
Bahan-bahan · 10 cm batang kayu manis, cuci bersih · ½ sdt merica butiran · 5 buah cengkih · 50 gram jahe segar, cuci, dan memarkan · 1 batang serai, memarkan · 300 gram gula merah · ½ sdt pala cincang · 1 liter air Cara membuat 1. Haluskan merica, cengkih, dan pala menjadi satu. Sisihkan. 2. Panaskan wajan, sangrai kayu manis dan bumbu yang dihaluskan hingga keluar aroma....