Di Bengkulu, biasanya untuk mengenang kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib, diadakan suatu upacara yang sakral sekaligus mengandung nilai sejarah dan sosial, yang disebut dengan Upacara Tabot atau Tabut. Kata tabut ini berasal dari bahasa Arab yang artinya kotak kayu atau peti. Inti dari upacara tersebut adalah untuk mengenang usaha para pemimpin Syi'ah dan kaumnya yang berupaya mengumpulkan bagian-bagian dari jenazah Husein. Setelah semua bagian tubuhnya terkumpul kemudian diarak dan dimakamkan di Padang Karbala. Seluruh upacara berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 1 - 10 Muharram. Adapun tahapan dari upacara Tabot adalah sebagai berikut: Mengambil Tanah, berlangsung pada malam tanggal 1 Muharram, yaitu sekitar pukul 22.00 WIB. Tanah yang diambil merupakan tanah yang dianggap memiliki nilai magis dan terdapat pada lokasi tertentu, yaitu di Keramat Tapak Paderi dan Keramat Anggut. Duduk Penja, penja adalah benda yang berbentu...
Makan luar adalah tradisi makan bersama yang dilakukan di sebuah acara pernikahan. Hal yang membuat tradisi makan ini berbeda dari biasanya, hidangan makanan yang disediakan itu berada di luar daerah tempat resepsi pernikahan dilaksanakan. Hidangan makanannya disediakan di rumah keluarga atau tetangga dari yang menikah. Jadi di rumah kelaurga atau tetangganya itu sudah disiapkan makanan untuk para tamu undangan yang datang. Tamu undangan yang makan di tradisi makan luar ini dipilih secara acak. Bisa 4-5 orang untuk di setiap rumah. Makan luar ini dilakukan setelah dilaksanakan akad nikah. Jadi, tujuan dari tradisi ini adalah agar para tamu undangan tahu bahwa orang-orang yang menjamu makan luar itu adalah keluarga besar dari keluarga yang menikah. Setelah para tamu undangan dihidangkan makanan di makan luar itu, mereka wajib datang kembali ke tempat resepsi pernikahan dan akan disediakan makanan lagi. Para tamu undangan diharuskan makan lagi untuk menghargai tuan rumah yang melaksan...
ALKISAH pada zaman dahulu, di daerah Bengkulu Tinggi, pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Sungai Serut. Ratu Agung, seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit, merupakan pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Sungai Serut. Konon, ia merupakan penjelmaan dewa dari Gunung Bungkuk yang bertugas mengatur kehidupan di bumi. Ratu Agung memerintah Kerajaan Sungai Serut dengan arif bijaksana. Ia sangat disegani oleh rakyatnya, meskipun rakyat yang dipimpinnya adalah bangsa Rejang Sawah yang memiliki perawakan tinggi besar. Ratu Agung mempunyai enam orang putra dan seorang putri. Keenam putra Ratu Agung adalah Kelamba Api atau Raden Cili, Manuk Mincur, Lemang Batu, Tajuk Rompong, Rindang Papan, Anak Dalam, dan yang paling bungsu adalah seorang putri bernama Putri Gading Cempaka. Menurut cerita, kerajaan Sungai Serut menjadi terkenal hingga ke berbagai negeri bukan saja karena kepemimpinan Ratu Agung, tetapi juga oleh kecantikan Putri Gading Cempaka. Meski usia Putri...
Di sebuah dusun di Renah Sekelawi ada seorang pemuda yang bernama Sutan Indah, ayahnya bernama Ratu Panjang, seorang kepala dusun yang di segani dan dihormati oleh rakyatnya. Sutan Indah dikenal sebagai sosok yang sangat pemalas, ia tidak pernah membantu ayahnya berkerja di sawah dan di ladang, oleh karena itu ia tidak diacuhkan oleh ayahnya, meskipun ia adalah anak tunggal. Hanya kepada ibunya Sutan Indah berani mengadu, ayahnya sibuk dengan sawah dan ladang serta sibuk memikirkan kesejahteraan kampungnya. Setiap hari Sutan indah menelusuri tebing sungai memperhatikan ikan-ikan yang berenang dalam air, ia duduk di atas batu, memperhatikan burung-burung meloncat dari dahan ke dahan di atas ranting dan di dalam semak belukar di sekelilingnya. Ia mengamati bajing (tupai) jantan dan betina bergelut di buluh (bambu), yang ujung daunnya menjuntai menyapu air yang deras dan mengalir di sela batu-batu. Jika hari terasa panas Sutan Indah terjun ke dalam air berenang ke sana ke...
Delapan orang berpakaian serba hitam berbaris dua di atas sebuah panggung pertunjukkan, satu bubu sejenis alat perangkap ikan yang terbuat dari rautan bambu dijalin rotan tampak diselubungi pakaian berwarna hitam. Setelah memberi hormat kepada penonton, delapan pria ini duduk, satu orang memegang alat tangkap ikan itu, satu lagi memegang jalinan lidi kelapa yang dipukul ke sebuah triplik berukuran kecil dan menghasilkan bebunyian. Si pemukul tersebut selain memukulkan lidi kelapa ke triplek menghasilkan bunyi tampak bernyanyi dengan bahasa "suku lembak delapan". Menakjubkan, saat triplek dipukul menghasilkan bunyi, alat tangkap ikan tersebut mendadak seperti menari melompat-lompat, seperti ada sesuatu yang tak terlihat mata menggerakkan bubu itu melompat-lompat. Si pemegang bubu tampak berusaha memegang alat tangkap ikan itu, semakin keras lidi yang dijalin sedemikian rupa dengan benang tiga warna yakni, hitam, merah dan putih, memukul triplek menghasilkan bebunyian, maka se...
Alkisah, tersebutlah seorang raja yang bertakhta di daerah Teluk Dalam. Raja Simangolong namanya . Sang Raja mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik wajahnya yang bernama Sri Pandan. Sri Pandan tidak hanya cantik jelita wajahnya . Namun juga terampil pula ia bekerja, ia pandai menenun, menganyam tikar dan terbiasa pula menumbuk padi. Kecantikann Sri Pandan begitu tersebar . Tidak hanya diketahui rakyat , melainkan para pemuda dari negeri lain. Raja Simangolong sangat berharap, putrinya itu akan menikah dengan pangeran dari negeri lain . dengan demikian hubungan persahabatan dengan negeri lain akan dapat terjalin dengan baik. Raja simangolong amat gembira ketika akhirnya datang lamaran dari kerajaan Aceh. Raja aceh meminang Sri Pandan untuk dinikahkan dengan pangeran Aceh yang telah dinobatkan sebagai putra mahkota. Namun demikian Raja Simangolong tidak serta mertamenerima lamaran itu sebelum meminta pendapat putrinya terlebih dahulu. Oleh karena itu ia meminta wakt...
Pada Zaman dahulu kala, di suatu negeri tersebutlah seorang raja bernama Api. Raja api ini tinggal di istana yang sangat indah. Hidupnya sangat senang karena negerinya aman, makmur, dan sentosa. Di setiap halaman istananya terdapat pengawal bersenjata lengkap. Tetapi, anehnya, di istana itu tidak tampak seorang wanita pun. Semuanya laki-laki, kecuali permaisuri yang sedang hamil tua dan para dayang. Hewan yang amat disenangi oleh raja adalah seekor burung gagak buta. Raja menyenanginya karena burung gagak itu sangat setia, jujur, dan pandai berbicara. Pada suatu hari, berkatalah Raja Api kepada permaisurinya yang bernama Putri Hijau, "Permaisuriku tercinta, aku akan berangkat ke luar kota melaksanakan kunjungan kerja. Jika engkau sudi, ada tiga hal yang aku minta kepadamu." "Apakah tiga hal yang hendak engaku minta kepadaku, wahai Kanda? Katakanlah terus terang, mungkin aku bisa membantu," sahut sang permaisuri. "Baiklah. Dengarkan baik-baik! Pertama, jagalah dir...
Raja Jancur namanya. Ia raja adil dan bijaksana yang berkuasa di tanah Rejang. Rakyat Rejang menghormati dan mencintainya. Mereka hidup berkecukupan di bawah kepemimpinan Raja Jungur. Raja Jungur dikaruniai seorang putri yang amat jelita parasnya. Putri Serindu namanya. Berita kecantikan Putri Serindu tersebar luas hingga ke negeri-negeri jauh. Para pangeran dan bangsawan merindukan dapat memperistri Putri Serindu. Lamaran mereka tertuju ke tanah Rejang. Namun, semua pinangan itu ditolak Putri Serindu. Penolakan itu sangat mengherankan Raja Jungur dan permaisuri. Padahal, mereka sangat menginginkan Putri Serindu segera menikah dan memberikan cucu kepada mereka. Raja Jungur dan permaisuri berharap cucu lelaki. Kelak, anak lelaki Putri Serindu itu akan mewariSi takhta Raja Jungur. Permaisuri berusaha mengetahui penyebab Putri Serindu selalu menolak datangnya lamaran padanya. Jawaban Putri Serindu mengejutkan permaisuri, “Ibunda, hamba hanya bersedia menikah dengan Ra...
Pada zaman dahulu tersiarlah kisah muda-mudi yang saling jatuh cinta. Si gadis bernama Esi Marliani dan si perjaka sering dipanggil Buyung. Esi si gadis jelita bunga desa, Buyung pria tampan perkasa terkenal dengan keberaniannya. Kisah-kasih mereka sangat indah dan mempesona. Rasa cinta mereka ditunjukkan dengan ekspresi diri yang terkadang tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Seolah dunia ini hanya milik berdua. Suatu hari di hamparan padang ilalang dan pohon-pohon cempedak yang sedang berbuah, mereka memadu kasih. Berdua bernyanyi dan bersenda gurau. Canda tawa membuat iri setiap orang yang melihatnya. Termasuk para hewan penghuni hutan, rusa, tupai, dan biawak menyaksikan pertunjukan kemesraan dua insan yang sedang kasmaran. Tak urung, mereka saling mengejar dan berkeliling mengitari pohon cempedak. Akar-akar pohon beringin pun tidak dapat mengingkari besarnya cinta mereka ketika tangan-tangan penuh kelembutan sang gadis dibarengi ketangkasan sang perjaka, memegang kuat ak...