Tung mansai lomos jala loja do hami pomparan ni Op Jelak Maribur khususna na marhuta sian Negeri Tamba, Kec Sitiotio, Kab Samosir molo disungkun dongan tubu Pomparan ni Nai Amboton ima sukkun-sukkun : “Boasa hamu mangalap boru Tamba molo marga Munte do hamu, alana marga Munte i pomparan ni Nai Ampaton manang parna do i”. Tung mansai maol do hualusi hami sukkun-sukkun i. Sipata do hami margabus asa unang adong sukkun-sukkun i.Alani i patorangon nami do saotik pardalanna tu hamu angka Amanta Raja dohot Inanta soripada boasa hami mangalap boru Tamba dohot angka boru ni Pomparan ni Nai Ambaton na asing, ima boru Simbolon, boru Sitanggang dohot angka na asing dope noso boi pinajojor. Taringot tu sukkun-sukkun i, anggo alus na jempek sian hami songonon do: “ Ai dang ditonahon oppung nami tu hami na iboto nami boru Tamba dohot boru ni Pinompar ni Nai Ambaton na asing, alai sada tihas do dibahen di hami gabe digoari ma oppung nami Haro”.Ido sa...
Tuan Seul dan Jelak Maribur adalah dua nama dari antara keturunan Raja Nai Ambaton. Namun kerap dalam perbincangan, kedua nama kurang dikenal di antara keturunan Raja Nai Ambaton sendiri. Karena itu, dirasa perlu perlu mengingatkan kembali keturunan dari leluhur marga Parna ini. Anak pertama dari Raja Nai Ambaton adalah Raja Na Bolon. Raja Na Bolon beranakkan Simbolon Tua, Tamba Tua, Saragi Tua, Munthe Tua dan Nahampun Tua. Nahampun Tua tidak memiliki keturunan. Simbolon Tua memiliki dua putra yakni Tunggul Sibisa (Suri Raja) dan Martua Raja. Suri Raja kemudian memiliki empat putra yakni: Tuan Nahodaraja I (Simbolon Tuan) Altong Na Begu (Simbolon Altong) Pande Sahata (Simbolon Pande) Tiha Raja (Simbolon Juara Bulan). Sementara itu, Martua Raja memiliki 3 putra yakni: Raja Suhut Ni Huta (Simbolon Suhut Ni Huta) Sirimbang (Simbolon Sirimbang) Hapotan (Simbolon Hapotan). Inilah yang kemudian disebut “Sipit...
menurut Wikipedia, Sasagun adalah makanan ringan tradisional khas Batak. Makanan ini dibuat dari tepung beras yang digongseng dengan kelapa dan dicampur dengan gula merah/aren. Soal rasa bisa dicampur dengan nenas atau durian, kacang atau sesuai dengan selera. Dahulu makanan ini selalu disertakan oleh orang tua kepada anak-anaknya yang akan merantau, dan juga kepada mereka yang akan pulang ke perantauan. Bahan yang diperlukan : tepung beras 1 kg kelapa parut 2 butir gula merah 0,5 kg Pencampur rasa : durian nanas kacang tanah pandan, dll (bisa dikreasikan tergantung selera) Alat yang dibutuhkan : kompor (minyak tanah) periuk goreng sendok gongseng panci plastik/ember untu...
Sambal andaliman adalah salah satu sambal pedas yang sering disajikan sebagai pendamping masakan Batak. Andaliman sendiri adalah nama bumbu masakan yang berasal dari kulit luar buah jeruk-jerukan. Kita bisa menemui andaliman dalam keadaan utuh berwarna hijau atau coklat kehitaman (sudah dikeringkan) namun ada pula yang berbentuk bubuk halus siap olah. Bumbu andaliman sering digunakan oleh orang Batak, Toba dan Medan dan umumnya masyarakat Indonesia menyebutnya sebagai "merica batak". Merica batak ini sebenarnya tidak pedas, tidak sepedas merica ataupun cabe. Untuk membuat sambal andaliman yang mantap kita harus memadukannya dengan cabe rawit untuk rasa pedas, perasan jeruk nipis untuk asam segar dan berbagai rempah lainnya. Bahan-bahan: 25 gram cabai rawit hijau 4 butir bawang merah, diiris 2 siung bawang putih 5 butir kemiri, disangrai 2 batang serai, diambil bagian putihnya, diiris halus 1/4 sendok teh air jeruk nipis 1/2 sendo...
Bahan dan bumbu: 3 siung bawang putih 3 butir kemiri 2 buah cabai merah 1,5 ons hebi atau ebi 1 batang sereh Secukupnya gula Secukupnya garam Minyak goreng untuk menumis Cara membuat: Cuci Hebi hingga bersih, tumbuk halus dan sisihkan. Haluskan semua bumbu, tumis dengan sedikit minyak panas hingga harum. Masukkan hebi. Aduk-aduk hingga kering, angkat dan sajikan. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Giling Jalan Alfalaah Raya No.26 (Praktek Dr S Fatimah), Glugur Darat II, Medan Timur, Medan, Sumatra Utara 20238 0821-6811-8889
Babi Panggang Karo atau yang lebih populer dikenal dengan istilah BPK adalah makanan yang terbuat dari daging babi yang dipanggang atau dibakar. Makanan ini adalah masakan khas suku Karo, sehingga banyak ditemukan diberbagai kota yang banyak ditinggali oleh orang Karo, seperti di Berastagi, Kabanjahe, Medan, dan bahkan di Pekanbaru, Jakarta, dan Bandung. Perbedaan antara Babi Panggang Karo dengan babi panggang lainnya adalah terdapat pada cara pemangangan yang dilakukan lebih unik dengan irisan lebih halus serta pemilihan bagian daging yang tepat. Saat dihidangkan Babi Panggang Karo juga akan ditambahkan dengan sajian daun singkong dan kincong yang telah dihaluskan dan dimasak secara khas. Selain itu disajikan pula saus yang terbuat dari darah babi, di mana keberadaan saus darah terlebih dahulu telah dimasak di atas bara api dengan ditambahkan sedikit air dan dibumbui dengan ramuan seperti asam dan la...
Kidu-kidu adalah makanan khas dari Suku Karo di Sumatera Utara. Makanan ini merupakan makanan menu utama pada upacara adat setiap tahunnya. Kidu-kidu merupakan makanan yang berbahan dasar ulat sagu dari pohon aren atau enau yang telah membusuk. Ulat sagu atau yang sering di sebut dengan ulat Bagong atau nama latin rhynchophorus ferruginenus. Ulat sagu dari pohon enau ini berasal dari larva kumbang yang telah menetas. Ulat ini biasa dimakan mentah ataupun dimasak dengan bumbu arsik oleh masyarakat suku Karo. Makanan ini menjadi langka karena bahan utama dan bahan tambahannya sulit ditemukan. Bahkan, tidak semua orang bisa mengolah makanan tersebut. Karena jika salah cara memasaknya maka akan membuat keracunan pada pengkonsumsinya. Secara ilmiah, kandungan gizi ulat sagu di dalam masakan khas suku Karo ini memiliki khasiat yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh. Kidu-kidu kaya akan protein sehingga menjadi salah satu makanan yang baik...
Harinake merupakan makanan adat tradisional Nias, tepatnya Nias bagian Utara dan Nias bagian Barat. Harinake berupa daging babi cincang dengan cacahan yang tipis dan kecil – kecil. Biasanya Harinake disajikan untuk menghormati tamu seperti menghormati mertua yang datang ke rumah menantunya pada kunjungan pertama. Dalam pesta perkawinan, biasanya anak – anak memberikan secara adat kepada orang tuanya dan disaksikan oleh semua famili (keluarga besar). Harinake hampir mirip dengan fakhe nifalogu. --- Harinake adalah makanan tradisional khas nias Utara yang resep nya dari daging babi cincang yang potong tipis dan kecil - kecil. Hampir sama dengan fakhe nifalögu, Harinake juga biasa nya disajikan pada saat acara - acara tertentu. Sumber: http://www.tanoniha.net/2017/07/makanan-khas-nias.html Sumber: http://www.niasoke.com/makanan-khas-tradisional-nias/
Babae merupakan salah satu hidangan khas Nias Selatan. Terbuat dari Harita Fakhe atau kacang beras yang dihaluskan. Babae terkadang juga dibuat menggunakan campuran daging babi. Babae biasanya dihidangkan sebagai hidangan pesta pernikahan atau acara pemberian nama anak yang baru lahir. Babae tidak dapat sembarangan disantap oleh masyarakat akan tetap keluarga tertentu saja seperti keluarga bangsawan. Hal ini dikarenakan, jika ingin membuat Babae, harita fakhe atau kacang berasnya harus ditanam terlebih dahulu tiga bulan sebelum acara dimulai. Bentuk kacang sama seperti kacang hijau hanya saja berkulit putih pucat. Babae biasanya dihidangkan besama dengan nasi atau fake falogo yaitu nasi yang dimasak di periuk tanah liat. Keunikan lainnya adalah, nasi dikepal – kepal kemudian dicelupkan dalam sup dan dimakan. Resep Babae Bahan: 150g kacang Babae (dapat disubtitusi dengan kacang tolo) 2 kuning telur ayam kampung 500 ml santan kental...