Cai Pau ini berbentuk seperti pastel atau empek-empek kapal selam. Terbuat dari Ubi yang dihaluskan dan ditambah dengan sedikit tepung ketan. Cara Pembuatan: Cai berarti sayuran, sehingga isi dari penganan ini memang lebih banyak sayuran, yaitu bengkuang, kol, wortel yang diiris tipis (bisa diparut dengan parutan keju), dan tahu yang diiris kecil-kecil. Untuk yang non vegetarian bisa ditambah dengan bawang putih dan ebi saat menumis semua sayuran. Campuran sayuran yang sudah ditumis hingga matang dan empuk, akan dimasukan menjadi isi dari adonan ubi dan tepung ketan dan kemudian dikukus hingga matang. Agar tidak lengket olesi minyak sayur segera setelah matang baru diangkat dan disajikan setelah ditaburi daun bawang dan bawang goreng. Menyantapnya juga lebih enak menggunakan sambal bagan seperti pada He Chi dan Ham Ke. Sumber : https://www.kompasiana.com/ariyani_12/mengenalkan-makanan-khas-bagan-siapi-api_54f5d6eda333111c1f8b4700
Kabupaten Kampar kaya akan kuliner khas daerah, salah satunya “ Dadio ”. Dadio adalah sebutan untuk susu kerbau liar yang sudah difermentasi. Minuman ini biasanya dibuat oleh para peternak kerbau atau yang biasa disebut gubalo. Minuman susu kenyal ini dibuat secara turun temurun oleh peladang masyarakat Kampar. Cara pembuatan Dadio ini unik dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Susu kerbau segar dimasukkan kedalam tabung bambu yang dipotong sejengkal, lalu ditutup dengan daun pisang kering. Dadio biasanya baru bisa dikonsumsi setelah dilakukan pembasian selama satu bulan. Perpaduan bambu dan daun pisang kering, menimbulkan aroma khas dan menambah kelezatan minuman ini. Semakin lama waktu permentasi semakin menambah mutu dan kelezatannya. Bahan : Dadio susu kerbau Pati santan air masak 1 ½ gelas Gula enau 2 sdt Gula putih 2 sdm Garam secukupnya bambu Cara membuat : Dadio dikeluarka...
1. BAHAN 1) Labu siam ½ butir 2) Kelapa 1/3 butir 3) Minyak goreng 2 sendok makan 2. BUMBU 1) Bawang merah 3 buah 2) Laos ½ rsj 3) Bawang putih 2 siung 4) Salam 1 lembar 5) Kemiri 3 butir 6) Gula pasir 1sendok teh 7) Ketumbar 1 sendok teh 8) Garam 1 sendok makan 9) Kunyit ½ rsj 3. CARA PEMBUATAN 1) Labu dikupas, dicuci, dipotong persegi. 2) Kelapa diparut, dibuat santan. 3) Kunyit dibakar/disembam bersama-sama dengan bumbu lain, dihaluskan. 4) Bumbu ditumis dengan minyak, lalu dimasukkan, baru santan ditambahkan, direbus terus sampai masak. https://hobimasak.info/resep-sayur-gurih-labu/
Suatu hari, dapur istana sangat berantakan. Isi panci tumpah, tempat sampah di atas meja, tepung berserakan, dan cipratan saus rata memenuhi tembok. “Ya Tuhaaan,” seru seorang pelayan. Beberapa pelayan perempuan dan lelaki datang. Wajah mereka melongo melihat keadaan dapur istana. Sembilan orang putri tampak coreng-moreng dengan kecap, dan taburan tepung di rambutnya. Mereka tertawa cekikikan, lalu kabur dari dapur, dan berkubang di danau dekat istana. Selalu begitu setiap hari. Ada saja ulah sembilan putri yang membuat seluruh pelayan istana kelabakan. Mulai mencorat-coret dinding istana, mencabuti bunga di taman, hingga membasahi lantai aula untuk main perosotan. “Bandel sekali mereka!” gerutu salah satu pelayan sambil menggosok dinding dapur. “Seandainya mereka bukan putri raja, pasti sudah kujewer satu-satu telinganya!” sungut pelayan lain sambil menyapu tepung dan sampah yang berserakan. &ldqu...
Dewa Mendu dan Angkara Dewa adalah dua putra Semandung Dewa, raja di kayangan. Selama ini kedua kakak beradik tersebut begitu ingin turun ke bumi. “Lihatlah, sepertinya menyenangkannya ya kehidupan di bumi?” ujar Dewa Mendu kepada adiknya. Angkara Dewa pun mengangguk, mengiyakan ucapan kakaknya. Sambil duduk santai, mereka berdua mengamati berbagai kehidupan yang ada di bumi. “Bagaimana jika kita bertamasya ke bumi, Kak?” Dewa Mendu malah mengembuskan nafas berat. “Ah, aku sudah pernah menanyakan hal itu pada ayah. Tapi Ayah malah memarahiku. Katanya, kita tidak boleh turun karena banyak hal yang tidak baik di sana.” Wajah Angkara Dewa langsung muram. Padahal ia sudah membayangkan betapa asyiknya jika ia dan kakaknya bisa main turun ke bumi. Diam-diam, Dewa Mendu merencanakan untuk turun ke bumi sendirian, tanpa mengajak adiknya. Keinginannya untuk turun ke bumi begitu kuat. “Biarlah aku turun sendiri saja ke sana...
Di pinggiran sungai Siak, berdirilah kerajaan Gasib. Raja Gasib mempunyai putri semata wayang bernama Putri Kaca Mayang yang cantik jelita. Berita kecantikan sang putri masyhur ke penjuru negeri. Namun, tidak seorang pangeran pun yang berani melamarnya, karena Raja Gasib memiliki seorang panglima yang gagah perkasa, Gimpam namanya. Cerita tentang kecantikan sang Putri pun sampai ke telinga Raja Aceh. Ia berniat menjadikan Putri Kaca Mayang sebagai istrinya. Raja Aceh lalu mengutus dua orang panglima untuk melamar sang putri. Sesampainya di kerajaan Gasib, panglima tersebut menyampaikan maksud kedatangan mereka. “Maaf Paduka Raja, kami diutus Raja Aceh untuk meminang tuanku Putri Kaca Mayang,” ucap sang panglima yang berbadan subur. Raja Gasib kurang suka pada Raja Aceh karena berperangai tidak baik. Dengan bahasa yang sopan dan berwibawa, Raja Gasib pun menjawab, “Tolong sampaikan permohonan maaf kami kepada...
Tersebutlah seorang Raja yang memiliki 10 orang Putri yang cantik-cantik. Permaisuri Raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan putrinya yang bungsu, sehingga semua putri Raja diasuh oleh para inang pengasuh. Kesepuluh Putri Raja dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri Orange, Putri Biru, Putri Ungu, Putri Merah Merona, dan terakhir Putri bungsu bernama Putri Kuning. Meskipun kecantikan mereka sama, tapi Putri Kuning sama sekali berbeda. Ia tak terlihat manja dan nakal seperti kesembilan putri lainnya. Suatu hari, Raja akan bepergian jauh. Di depan kesepuluh putrinya ia bertanya, “Kalian ingin Ayah belikan hadiah apa, putri-putriku?” Kesembilan putrinya langsung meminta hadiah yang mahal-mahal. Hanya Putri Kuning yang permintaannya lain, “Aku hanya ingin Ayahanda pulang dengan selamat,” Mendengar hal itu Raja amat terharu. “Kau memang...
Alkisah, di Negeri Rantau Baru, Pelalawan, Riau, hiduplah sepasang suami istri nelayan yang kekurangan. Suatu malam, Pak Nelayan bermipi bertemu dengan seorang kakek yang memberinya seutas tali dan berpesan untuk membawa sampan besar ke sebuah mata air yang tak jauh dari Sungai Sepunjung. Keesokan harinya, Pak Nelayan berangkat menuju mata air seperti yang diceritakan dalam mimpinya. Tiba di Sungai Sepunjung, ia duduk dalam sampannya menunggu sesuatu yang dijanjikan si kakek. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seutas tali yang muncul dari dalam mata air. Ia pun langsung menarik tali tersebut sekuat-kuatnya. Pak Nelayan kaget melihat di ujung tali itu terdapat sebuah rantai emas besar. Saat ia sedang menarik rantai, dari atas pohon terdengar kicau seekor murai yang menyuruhnya cepat memotong rantai itu. Pak Nelayan tidak menghiraukan kicauan murai itu. Ia malah semakin cepat menarik tali itu dengan harapan akan mendapat rantai emas yang lebih banyak lagi. Dengan kekuatan yang d...
Alkisah , pada zaman dahulu kala di daerah Riau tersebutlah seorang anak laki-laki yang bernama Dang Gedunai. Ia adalah anak yang keras kepala. Ia selalu mengikuti kemauannya sendiri dan tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Pada suatu hari, Dang Gedunai ikut menangguk ikan bersama orang-orang di sungai. Saat orang-orang mendapat ikan, ia justru mendapatkan sebutir telur. “Dang Gedunai! Oo… Dang Gedunai, telur apakah yang kau dapatkan itu?” tanya orang-orang mengejeknya. “Telur badak”, jawab Dang Gedunai singkat. “Badak tidak bertelur, Dang Gedunai. Badak itu beranak. Satu anaknya,” kata seorang. “Hei Dang Gedunai, lebih baik jangan kau bawa telur itu,” kata orang lain menasihatinya. “Tapi saya suka telur ini,” bantah Dang Gedunai sambil memeluk telur raksasa itu. “Lihatlah, ukurannya besar, bentuknya juga bulat lonjong, licin, dan bersih berkilat-kilat. Kalian tidak bisa melarang aku memba...