monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
102 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batu Bagaung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Seorang putri raja yang akan mandi di sungai dengan ditemani tujuh dayang- dayangnya. Dengan dibantu empat dayang- dayangnya, sang putri raja lantas mencuci rambutnya dengan bahan khusus. Bahan itu terdiri dari biji-biji wijen dan jeruk nipis. Biji-biji wijen yang digoreng kemudian ditumbuk hingga halus dan lalu dicampurkan dengan perasan air jeruk nipis. Gampuran bahan itu biasa digunakan sang putri raja untuk mencuci rambut hingga rambutnya dapat tumbuh lebat lagi indah. Selesai mencuci rambut, sang putri raja lantas berendam di sungai. Empat orang dayang-dayangnya turut pula berendam di dekat sang putri. Sementara itu tiga orang dayang-dayang lainnya memetik bunga- bunga yang tumbuh subur di pinggir sungai. Bunga-bunga itu akan mereka buat hiasan untuk dikenakan Sang Putri Raja setelah selesai mandi. Suasana yang tenang lagi tenteram itu mendadak dipecahkan oleh kedatangan gelombang air yang bergerak dahsyat. Gelombang air yang datang tiba-tiba tersebut menenggelamkan sang pu...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Hugo
Tarian Tarian
Kalimantan Tengah

Tarian Hugo dan Huda ini merupakan tarian tradisional dari Kalimantan Tengah yang termasuk dalam tarian ritual agar para dewa menurunkan hujan ke bumi. Tarian ini biasanya dilakukan apabila telah berlangsung musim kemarau yang cukup lama. Namun tarian ini sendiri merupakan tarian hiburan yang ada pada daerah ini sendiri dan sering juga dipertunjukkan sebagai tarian hiburan untuk pelepas stress dari masyrakat yang ada yang disekitar daerah tersebut. untuk tarian Hugo dan Huda ini sendiri biasanya dilakukan oleh satu orang saja yang menarikan tarian ini, dimana biasanya tarian ini diiringi dengan alat music kecapi dalam tarian itu sendiri. dan biasanya tarian ini dilakukan oleh perempuan untuk menghibur para masyarakat. Sumber: https://www.jatikom.com/2018/11/34-provinsi-tari-adat-tradisional.html#ixzz5Xxt30Wsx  

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Ngadatun
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

upacara kematian yang dikhususkan bagi mereka yang meninggal dan terbunuh (tidak wajar) dalam peperangan atau bagi para pemimpin rakyat yang terkemuka. Pelaksanaannya tujuh hari tujuh malam. Sumber: https://tumpuknatat.wordpress.com/2009/05/11/berbagai-upacara-adat-kematian-dayak-maanyan/

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Jangga Hatuen Bulan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pada zaman dahulu, seorang pria tinggal di bulan. namanya Jangga. Dia tinggal dengan ibunya. Jangga suka berburu. Setiap hari ia pergi berburu dengan seekor anjing. Ibunya sering menyuruhnya untuk tidak pergi berburu terlalu lama. Tapi Jangga sering mengabaikannya.   Suatu hari Jangga dan anjingnya pergi berburu seperti biasa. Dia mencari hewan buruan. Namun, ia tidak dapat menemukannya. Ternyata ia tersesat. Dia tidak bisa menemukan jalan pulang ke rumahnya. Sementara ia berjalan, tiba-tiba ia melihat seorang wanita tua.   Jangga mengikuti wanita tua itu. Dia tiba di rumahnya. Jangga ingin menginap semalam di rumahnya. Dia mengetuk pintu dan wanita tua membukanya. Jangga mengatakan kepadanya bahwa ia ingin tinggal. Wanita tua itu memberinya izin.   Rupanya ada keluarga yang tinggal di rumah itu. Laki-laki dan wanita tua memiliki seorang putri yang cantik. Jangga mengatakan kepada mereka bahwa ia tersesat. Dia mengatakan bahwa dia tinggal di bu...

avatar
Riani Charlina
Gambar Entri
Nyi Balau kehilangan Anak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Dulu, di daerah Tewah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ada seorang perempuan bernama Nyai Balau. Selain anggun dan rupawan, Nyai Balau memiliki perangai yang baik, sopan dalam berucap dan santun dalam berperilaku. Ia juga penurut dan patuh kepada kedua orangtuanya. Kecantikannya telah mengundang decak kagum para pemuda di kampungnya. Namun, tak seorang pun yang berani melamarnya karena Nyai Balau berasal dari keluarga terpandang sehingga orangtuanya menginginkan Nyai Balau menikah dengan laki-laki dari keluarga terpandang pula.  Mendengar kabar kecantikan Nyai Balau, seorang pemuda yang berasal dari keluarga terpandang bernama Kenyapi datang melamarnya. Selain tampan, pemuda itu pun bijaksana. Maka, keluarga Nyai Balau pun langsung menerima lamaran itu. Pernikahan antara Nyai Balau dan Kenyapi dilangsungkan dengan meriah. Setelah menikah, Nyai Balau bermaksud untuk hidup mandiri bersama suaminya. Maka, ia ditemani sang Suami menyampaikan niat tersebut kepada kedua ora...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Bulang Kuurung Suku Dayak
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Tengah

Pakaian Adat Bulang Kuurung Suku Dayak selalu mengenakan pakaian ini khusus pada jenis upacara dan acara tradisional yang sedang dilaksanakan. Salah satu pakaian adat Suku Dayak Misalnya adalah bulang kuurung. Diberi nama Bulang Kuurung karena memang baju ini pada tangannya tidak ada lengan. Bulan kuurung terbagi-bagi menjadi pakaian tanpa lengan, dokot tangan (pakaian dengan lengan pendek) serta lengke (baju dengan lengan panjang). Biasanya pakaian seperti ini digunakan oleh para dukun. https://www.silontong.com/2018/05/08/pakaian-adat-dayak-kalimantan/

avatar
Roro
Gambar Entri
Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi Kalimantan Tengah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Tengah

Rumah Betang Desa Tumbang Bukoi Sangat jarang ditemukan rumah betang yang merupakan tempat tinggal asli suku Dayak yang masih asli. Banyak rumah betang yang ditemukan merupakan bangunan yang sudah dipugar atau dibangun kembali, termasuk Rumah Betang yang ada di desa Tumbang Bukoi tepat wilayah Mandau Talawang. Walaupun demikian, rumah Tumbang Bukoi masih dibangun dan disesuaikan dengan rumah betang aslinya. Di mana masih dibuat dengan menggunakan kayu ulin sebagai bahan utama. Hal ini guna memberikan pengetahuan kepada para pengunjung agar mengetahui bahwa memang rumah betang ini merupakan sebuah ciri dari suku daya yang hidup secara komunal. Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak pusatnya di rumah betang ini. Sebuah tradisi yang memang menunjukan sebuah keharmonisan dalam lingkungan masyarakat yang tinggal secara berdama dengan damai.   https://www.silontong.com/2018/08/14/rumah-adat-kalimantan-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Si Nalau dan 101 Anaknya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Si Nalau sudah beristri. Kerena istrinya sedang mengidam binatang buruan, ia disuruh istrinya pergi berburu. Demikian ia pun pergi berburu membawa segala anak sumpitan guna mencari binatang buruan idaman istrinya. Sudah sehari suntuk ia berburu, masuk ke luar dari pematang yang satu ke pematang yang lain, turun gunung, naik gunung, masuk keluar hutan belukar, namun tak seekor pun diperolehnya. "Aduhai, beginilah nasibku, aku sudah haus sekali hendak minum", katanya, karena dahaganya, pergilah ia mencari kolam yang berair di dalam hutan itu dan setibanya di sana ia pun minumlah. Kemudian kolam itu ditusuk-tusuknya dengan tombak sehingga mengeluarkan bunyi persis seperti bunyi orang minum air. Kemudian terdengarlah olehnya suara dari dasar kolam itu katanya; "Wahai Nalau" Suara itu datangnya dari seekor ketam yang sedeng bertelor, yang kesakitan kerena kena tusuk sumpit si Nalau tadi. Ketam itu menyumpah si Nalau katanya, "Mudah-mudahan engkau anak beranak seratus satu ekor, s...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Pak Sarimawui Surunpati Juntai La’ang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Tengah

Pak Sarimawui Surunpati Juntai La'ang mendengar berita tentang seorang wanita cantik, dan kecantikan wanita ini terkenal di seluruh tanah Nansarunay. Timbullah minat Pak Sarimawui untuk memncari wanita itu. Segera tuan Sarimawui berkemas-kemas dan setelah itu berangkatlah ia beserta pengiringnya yang bernama Sangbaleka Tinjakbalebar. Perjalanan ini memakan waktu lama melalui lembah mendaki dan menuruni gunung, maka sampailah mereka pada sebuah pos penjagaan dan bermalamlah mereka di tempat itu. Pada keesokan harinya, langit nampak cerah dan binatang unggas bergembira menyambut matahari pagi, mereka bersiap-siap untuk meneruskan perjalanan, sesudah makan dan minum. Setelah melalui perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan, sampailah mereka di sebuah kampung yang terletak ditepi sungai. Mereka berhenti di tepi sungai itu untuk melepaskan lelah. Diseberang sungai mereka melihat banyak penduduk kampung, ada yang sedang mandi, mencuci pakaian, mencuci beras, sehingga dalam j...

avatar
Admin Budaya