Tarian tradisional selanjutnya bernama Tari Gandrung Banyuwangi berasal dari Banyuwangi, kata gandrung melambangan panggilan Dewi Sri, dimana pada zaman itu Dewi Sri dianggap Dewi Padi yang dapat memberi kesuburan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Tarian ini juga satu genre dengan tarian Ketuk Tilu. Menurut sejarah, tarian ini muncul pada saat dibangunnya ibu kota Balambangan, hingga akhirnya salah satu seniman menulis suatu makalah tentang seorang lelaki yang keliling ke pedasaan dengan beberapa pemain musiknya. Cerita itu menjadi cerita rakyat yang dibawa secara turun-temurun. Hingga akhirnya terciptalah Tari Gandrung Banyuwangi, saat itu masyarakat yang menikmatinya akan memberi beberapa barang seperti beras, pangan atau barang lainnya sebagai imbalan. Kostum yang digunakan adalah baju dari beludru, beserta atributnya. Di bagian kepala, menggunakan mahkota bernama omprok, untuk bagian kakinya menggunakan samping batik. Dan musik pengiringnya adalah kempu...
Jika di Jawa Barat ada tari topeng, di Jawa Timur pun sama. Kota Malang adalah asal muasalnya lahir Tari Wayang Topeng, tidak diherankan lagi mengapa disebut tari wayang topeng, hal ini karena penari menggunakan pakaian seperti wayang kulit. Dulunya tari wayang topeng diadakan hanya sebagai pertunjukan ritual saja. Topeng disini dilambangkan sebagai rasa apresiasi pada wajah nenek moyang. Dimana saat itu topeng memiliki arti menghargai roh leluhur. Tidak heran, bila tarian ini sedikit bernuasana mistik. Sejarah singkatnya tari wayang topeng digunakan saat agama Islam memasuki wilayah Jawa, dan tarian ini dijadikan salah satu trik untuk merebut hati orang Jawa yang saat itu agama Hindu masih kental. Ternyata beda dengan Tari Topeng asal Jawa Barat yang menggunakan background sejarah wayang golek. Tari topeng Jawa Timur ini mengisahkan cerita Ramayana dan Panji. Musik pengiring yang digunakan adalah bonang, gong, gamelan dan kendang.
Tarian traidisional berikut berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Kata ‘buto’ mengandung arti raksasa. Jadi, tari jaranan buto mengandung arti kuda lumping raksasa. Tarian ini biasanya dimainkan oleh 16-20 orang. Hanya saja, tarian ini pun hampir musnah, biasanya tarian ini dipentaskan ketika ada acara khinatan dan pernikahan. Penarinya pun rata-rata laki-laki. Bisa dilihat pada gambar, mereka bermake up tebal dan sangat menyeramkan. Konon katanya karena Jaranan Buto diambil dari Menak Jinggo. Sosok manusia yang berwajah raksasa. Gerakannya pun terkadang ekstrim, ada akting bertengkar. Hati-hatilah kamu bila ingin mengikuti tarian ini, tidak aneh bila di akhir acara salah satu pemain akan kesurupan. Musik yang digunakan adalah kendang, dua gong besar, kecer, dua bonang, dan kempul terompet.
Tarian ini berasal dari Malang, Jawa Timur. Beskalan diambil dari kata ‘bakalan’. Tarian ini sangat tua, diperkirakan salah sudah berusia ratusan tahun. Bila dilihat dari gerakan menarinya, tarian ini menampilkan keanggunan seorang wanita, wanita yang feminim, lincah dan dinamis. Jika kamu tidak peka dengan jenis tarian, mungkin kamu akan mengira tarian ini adalah tari Jaipong. Karena memang mirip sekali. Tapi hal ini bisa dibedakan dari bahasa Sindennya. Pakaian yang digunakan adalah Wedokan, semyok, khiasan kepala ( sanggul ), slendang, dan atribut lainnya. Alat musik pengiringnya adalah kendang, jidor, sinden dan lain-lain.
Musik tong-tong adalah sebuah musik tradisional yang berasal dari Madura. Musik ini pada awalnya hanya dimainkan sebagai penggugah (membangunkan) warga pada saat sahur. Alat utama dari musik tong-tong ini adalah tong tong (kentongan). Tong tong dapat dibuat dari bambu ataupun dari kayu. Pada mulanya, musik ini hanya terdiri dari 3 (tiga) nada, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian dengan perkembangan zaman, musik ini kemudian dimainkan bersama alat musik lainnya. Namun, tata cara memainkannya tetap keras bertalu-talu. Musik yang bertalu-talu ini dianggap menggambarkan sebuah kegembiraan orang Madura. Memang, baik tong tong ataupun saronin biasanya akan dimainkan dalam suasana riang gembira. Misalnya pada acara sapi sono, karapan sapi, atau kemeriahan sejenis lainnya. Alat Musik Tong Tong Referensi: http://www.kamerabudaya.com/2016/12/tong-tong-musik-tradisional-dari-madura.html
Kentrung Sunan Drajat Solokuro, Kab. Lamongan Kentrung Sunan Drajat adalah kesenian khas Kabupaten Lamongan. Kentrung ini berkembang di Kecamatan Solokuro tepatnya di Desa Solokuro. Dalang kentrung ini bernana H. Ach.Khusaeri, S.Pd.I, selain sebagai dalang ia juga merupakan pemikik grup kentrung ini. Kentrung ini berdiri tahun 1991. Kentrung Sunan Drajat disebut juga sebagai kentrung dalang ontang-anting Istilah ini disampaikan oleh Kurdianto dalam penelitian tahun 2016 berjudul Dinamika Kesenian Kentrung Ontang-Anting (Studi Kasus terhadap Pelaku Kentrung Sunan Drajat Solokuro, Kab. Lamongan). Pemakain istilah tersebut dimaksudkan untuk memberi ciri terhadap kentrung ini yang dalangnya selain berfungsi sebagai pencerita juga berfungsi sebagai penabuh musik. Istilah kentrung sendiri diambil dari suara musiknya yang berbunyi "tung, tung, tung'. Selain itu,menurut Ki dalang H. Ahmad Khuasai, S.Pd.i kata kentrung berarti greken perkoro isane jlu...
Upacara Adat Pangkak memiliki artian upacara pemotongan padi atau pemangkasan padi saat tiba masa panen. Artian ini diperoleh dari kata Pangkakyang dapat diartikan memotong atau memangkas dalam bahasa Madura. Dapat diuraikan aktifitas sebelum panen berjalan seperti biasa, mulai dari penanaman bibit, prosespenyiraman, pemberian pupuk, setelah mencapaimasa panen barulah aktifitasperayaan dipersiapkan. Dalam hal ini pemilik sawah bersiap-siap untuk merayakanUpacara Adat Pangkak. Persiapannya meliputi: Mempersiapkan surat undangan yangakan disebar dan memberikan pengumuman kepada para tamu yang akan di undang.Semakin banyak tamu yang menghadiri acara tersebut semakin bangga pula sangpemilik sawah. Mempersiapkan sesajen dan perlengkapanyang diperlukan Menunjuk seorang tetua adat untukmemimpin acara tersebut. Setelah segala sesuatuyang diperlukan telah terasa siap, maka acara tersebut dapat dilaksanakan.Acara ini dilaksanakan pada malam bulan purnama diman...
Tari Muang Sangkal adalah tarian tradisional yang berasal dari Madura. Tarian ini dilakukan untuk ritual tolak bala atau menjauhkan dari mara bahaya oleh masyarakat Madura. Tarian ini sering ditampilkan diberbagai acara seperti penyambutan tamu besar dan pada acara adat lainnya. Tari Muang Sangkal ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sangat terkenal dan menjadi salah satu ikon seni tradisional dari Madura, Provinsi Jawa Timur. Sejarah Tari Muang Sangkal Tari Muang Sangkal diciptakan oleh seorang seniman yang berasal dari Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur yang bernama taufikurrachman. Tarian ini diciptakan sebagai bentuk rasa kepedulian para seniman kepada kekayaan yang dimiliki oleh Madura yang sarat akan karya dan juga keunikan didalamnya. Selain itu juga mengangkat kembali sejarah dari kehidupan Keraton Sumenep pada zaman dahulu. Nama Tari Muang Sangkal ini sendiri diambil dari kata Muang dan Sangkal. Kata Muang sendiri artinya membuang, sedangkan k...
Tari Sanduk merupakan salah satu tarian khas dari Madura. Belum dapat dipastikan makna dari kata Sanduk atau yang biasa pula disebut Sandur ini. Tarian ini memiliki ciri khas dibawakan oleh belasan hingga puluhan orang (kolosal) dengan menggunakan kostum baju adat Madura yaitu pesa`an (baju adat bagi laki-laki) dengan aksesoris celurit dan kebaya rancongan tanpa kutu baru (baju adat bagi wanita) dengan warna yang mencolok. Tari Sanduk pada mulanya difungsikan sebagai salah satu rangkaian ritual adat di Madura, namun seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini seringkali ditampilkan pada acara festival kesenian atau karnaval daerah Jawa Timur. Tari Sanduk biasanya diiringi dengan musik khas Madura. Meskipun tidak ada ketentuan khusus dalam gerakan maupun kostum yang dipakai, tarian ini memiliki kekhasan dalam keselarasan gerakan, di mana antara pihak laki-laki dan wanita memiliki variasi gerakan yang berbeda namun tetap kompak dan seirama. Nilai kebersamaan dan suka cita ya...