Kata “pindang” mungkin tidak asing lagi dalam perbendaharaan istilah kuliner di negeri ini. Banyak daerah memiliki definisinya sendiri mengenai istilah kuliner ini. Bahan dasarnya pun beragam, mulai dari telur di Jogja, iga sapi di Palembang, dan bandeng di Semarang. Semua bahan itu sama-sama dapat diolah menjadi hidangan bernama “pindang” – tetapi dengan racikan dan tehnik memasak yang sama sekali berbeda. Provinsi Lampung yang kaya dengan berbagai hasil perikanan juga memiliki hidangan jenis pindang yang khas. Hidangan pindang dalam khazanah kuliner Lampung hampir identik dengan ikan. Pindang bagi masyarakat Lampung memang dapat ditafsirkan sebagai sejenis sup atau masakan berkuah yang berbahan dasar ikan, dengan cita rasa kuah yang kaya akan rempah. Ikan yang menjadi bahan dasar pindang khas Lampung umumnya termasuk ikan air tawar. Di antara jenis ikan yang banyak diolah menjadi pindang antara lain patin, gabus, baung, dan bawal. Sel...
Kabelah adalah seorang anak laki-laki yang lahir dengan tubuh hanya separuh. Karena tubuhnya yang cacat itu, ia sering dicemooh oleh teman-teman sebayanya. Ketika beranjak dewasa, Kabelah berniat untuk pergi mencari Tuhan agar tubuhnya dibuat sempurna layaknya manusia pada umumnya. Berhasilkah Kabelah memenuhi keinginannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Sang Kabelah berikut ini! * * * Alkisah, ada sepasang suami-istri yang tinggal di sebuah kampung di daerah Lampung . Mereka sudah bertahun-tahun berumah tangga, namun belum dikaruniai seorang anak. Mereka sangat menginginkan seorang anak untuk mengisi kesepian mereka. Oleh karena itu, hampir setiap malam mereka berdoa dan mendatangi tabib yang sakti untuk memenuhi keinginan tersebut. Pada suatu malam, sepasang suami-istri tersebut berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Oh Tuhan! Karuniakanlah kepada kami seorang anak, walaupun hanya berbadan sebelah!" pinta suami istri itu dengan penuh ketulusan. Berkat doa ya...
Ditemukan di Palas Pasemah (Provinsi Lampung) dan tidak berangka tahun. Prasasti ini mencertitakan bahwa daerah Lampung Selatan telah diduduki oleh Kerajaan Sriwijaya pada akhir abad ke-7 Masehi. Prasasti Palas Pasemah terbuat dari batu, bertuliskan huruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno yang terdiri dari 13 baris berisi ancaman dan kutukan bagi yang melanggar perintah/kekuasaan Sriwijaya. Prasasti Palas Pasemah merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya abad VII-IX Masehi. Menurut Boechari (1979), berdasarkan perbandingan bentuk huruf dengan prasasti-prasasti lainnya, Prasasti Palas Pasemah diduga berasal dari akhir abad ke-7 M. Prasasti tersebut berisi tentang penaklukan daerah Lampung dan kutukan-kutukan kepada yang berani memberontak kepada Sriwijaya. Prasasti yang isinya mirip dengan Prasasti Palas Pasemah ditemukan di Kota Kapur, Bangka (Sumadio, 1990: 58 – 59). Taranskripsi Prasasti Palas Pasemah Siddha kita...
Kain Maduaro merupakan kain sulam asal Kabupaten Tulangbawang Provinsi Lampung. Kain ini biasa dijadikan sebagai alat penutup kepala bagi kaum perempuan, namun saat ini kain maduaro sudah dibuat motifnya pada baju gamis, kopiah, baju koko, kaligrafi, dan sebagainya sebagi upaya pelestarian motif kainnya. Kain maduaro biasa digunakan dalam acara sakral, misalnya digunakan dalam upacara adat Menggala. kain ini sudah ada sejak abad ke-18, dan merupakan salah satu warisan kebudayaan yang harus kita jaga selendang Maduaro
Cpt : M. Noya Jak teluk sampai panjang lamon tengah dibi-ngi lampu si nang menyinang sehe lau pumand - angan a mon jak khani minggu nayah ulun sai khungsan bak haga madu judu disak siko laut an Khangla ya helau khulus nutuk penggekh laut-an Nyi wi bu- bekhis khulus sehelau pe manda-ngan a mon jak se namin san mak haga nyita mulang lawang ma pemandangan sayup ma ta khaman-dang Sumber: Firmansyah, Junaidi, dkk. 1996. Mengenal Kesenian Lampung. Cet. Pertama . Gunung Pesagi: Bandar Lampung
Tanoh Lado Cpt: Fath Syahbudin Am E Am Jak Ranau Tigoh Diteladas A Dm Jak Palas Munggak Mid Bengkunat E Am Gunung Rimba Tiuh Pumatang F E Am Pulau-Pulau Di Lawok Lepas Am E Am Bumiku Tanoh Lampung Kulawi A Dm Panjak Wawah Di Nusantagha E Am Tani Lukun Sangon Jak Jebi F E Am Tanoh Lampungku Tanoh Lada Reff: A...
Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan merupakan salah satu bentuk kesenian Lampung, terutama seni sastra. Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan biasanya dibacakan pada saat upacara adat seperti perkawinan dan khitanan. Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan adalah seni sastra / puisi berisi nasihat, harapan, petunjuk, pemberian adok atau gelar yang diucapkan dalam bahasa Lampung. Istilah pepaccur dikenal di lingkungan masyarakat Lampung dialek O. Di lingkungan masyarakat Lampung dialek A dikenal dengan istilah pepaccogh (di lingkungan masyarakat Lampung dialek A Sebatin dikenal dengan istilah wawancan).Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan disampaikan oleh orang yang ahli dan dapat melagukan sesuai dengan iramanya. Pepaccur/Pepaccogh/Wawancan memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Tidak ada pembukaan 2. &nb...
SEJARAH Tari Piring Duabelas merupakan tari tradisional yang berkaitan dengan gawi adat masyarakat Lampung yang beradat Saibatin. Tari ini berasal dari Sekala Bekhak, kecamatan Belalau, Lampung Barat. Awalnya orang orang dari Sekala Bekhak ini hijrah ke wilayah Kota Agung (Teluk Semaka) untuk mencari tempat baru dan membentuk sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Beniting. Disebut Kerajaan Beniting karena dulu di Sumatera terdapat banyak harimau, sedangkan raja di Kerajaan Beniting ini bisa berubah menjadi harimau. Agar rakyat tidak keliru maka sang raja memiliki sebuah tanda yang ada di bagian pinggangnya yang biasa disebut babiti, maka raja tersebut disebut raja beniting.Setelah mendapat pengaruh para pedagang, Kerajaan Beniting berubah menjadi Kerajaan Semaka.Tari Piring 12 muncul saat Kerajaan Semaka dan dikembangkan menjadi empat macam tarian. a.Tari Piring Biasa (Asli), dibawakan oleh bujang gadis (mulei mekhanai) b.Tari Piring Buha (Buaya), dibawakan ole...
Durian Kopi Luwak menjadi minuman khas dan sangat digemari masyarakat Lampung Barat, Provinsi Lampung.”Minuman tersebut selain nikmat juga mampu menghangatkan badan serta berkhasiat. Kopi dalam minuman ini memiliki cita rasa tinggi, selain itu durian yang memiliki rasa yang khas mampu memberikan rasa yang beda pada minuman tersebut. Durian kopi luwak dapat menghangatkan tubuh di malam hari, selain itu manfaat dari minuman ini dapat membangkitkan stamina. Membuat minuman durian kopi luwak tergolong mudah, hanya menyiapkan kopi luwak dan beberapa biji durian, setelah itu dicampur dengan gula, kemudian diaduk. Semakin kental minuman tersebut, rasanya pun semakin nikmat. Berikut ini resep membuat nya Bahan : - Kopi Luwak - Gula secukupnya - 5 biji buah durian matang - Air Cara Membuat : 1. Didihkan air lalu masukan kopi luwak sampai mendidih dan aduk rata. 2. Masukkan durian matang dan gula secukupnya lalu aduk...