Satu lagi tradisi warisan Walisongo yang hingga kini masih dilestarikan. Yaitu tradisi menggelar Pasar Bandeng di pusat kota Gresik. Tradisi ini pertama kali diadakan oleh Sunan Giri untuk mengangkat perekonomian rakyat setempat. Dua dari sembilan Walisongo penyebar agama islam yang berada di Gresik sangat berpengaruh dalam membangun tatanan budaya masyarakat Gresik. Keduanya adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Raden Paku atau Sunan Giri. Melalui jalan perdagangan, Ainul Yaqin, nama kecil Sunan Giri melakukan dawah kepada masyarakat. Kala itu, di abad 15 Sunan Giri mulai membantu perekonomian masyarakat dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi. Hingga kini, masyarakat Gresik masih melestarikan warisan Sunan Giri yaitu dengan membuat dan menjual kue Pudak dan penyelenggaraan Pasar Bandeng. Adanya Pasar Bandeng ini untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri . Sehingga, pada hari lebaran tiba, hampir seluruh penduduk kota Gresik makan dengan menu utama bandeng dengan ber...
Nasi Buk adalah nasi campur khas Madura yang banyak ditemukan di Malang. Namanya cukup singkat, Nasi Buk. Ya cuma 3 huruf Buk, tapi rasanya bisa bikin lidah serasa di gebug kenikmatan dan akhirnya membuat ketagihan. Setiap pulang kampung hampir setiap hari aku makan nasi Buk. Penjual nasi Buk di dominasi oleh ibu – ibu dari Madura dan mereka pun buka pada saat Lebaran Idul Fitri dan akan libur beberapa hari pada saat lebaran Haji. nasi Buk ini banyak di jumpai di Malang, sebut saja Nasi Buk Matirah yang ada di depan stasiun kota Malang, juga nasi Buk yang ada di gang Semarang dan masih banyak lagi. Nasi Buk Nasi Buk - Dendeng Yang khas dan selalu ada di nasi Buk adalah dendeng ragi, terbuat dari kelapa dan dendeng daging, juga sayur lodeh nangka muda + tahu gembos serta serundeng kelapa ikut meramaikan isi dari nasi Buk ini. Untuk lauk bisa dipilih telor godog, ayam, empal, babat dan beberapa jenis jeroan lainnya....
Ritual Seblang adalah salah satu ritual masyarakat Osing yang hanya dapat dijumpai pada dua desa di lingkungan kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olehsari. Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. Ritual ini hampir sama seperti ritual Sintren di wilayah Cirebon, Jaran Kepang, dan Sanghyang di Bali. Penyelenggaraan tari i Seblang di dua desa tersebut memiliki perbedaan, seperti perbedaan waktu pelaksanaannya. Di desa Olihsari diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri, sedangkan di desa Bakungan yang bersebelahan, diselenggarakan seminggu setelah Idul Adha. Para penarinya dipilih secara supranatural oleh dukun setempat, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Di desa Olehsari, penarinya haruslah gadis yang belum akil baligh , sedangkan di Bakungan, penarinya haruslah wanita berusia 50 tahun ke atas yang telah mati haid (manopouse). Tari...
Seblang Dari berbagai macam adat dan seni-budaya yang ada di Banyuwangi, yang hingga saat ini nyaris utuh bila dibandingkan dengan yang lain, adalah ritual adat Seblang . Ritual adat ini diselenggarakan di dua tempat, yaitu di Kelurahan Bakungan dan di Desa Olehsari, yang keduanya berada di wilayah Kecamatan Glagah. Seblang Bakungan menampilkan sosok penari tua-renta yang sudah menopouse sebagai tokoh sentralnya. Sedangkan Seblang Olehsari menampilkan sosok penari yang masih muda belia sebagai tokoh sentralnya. Ritual ini pada mulanya adalah merupakan bentuk ritual pemujaan yang berasal dari agama Hindu atau kepercayaan Syiwaistis yang dianut oleh masyarakat kala itu, dengan menampilkan seorang penari yang menari-nari dalam keadaan kesurupan ( trance ), yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan pada Sang Hyang Widari . Dalam agama Hindu memang dikenal adanya...
Pelaksanaan : Hari Ke 7 di hari raya idul Adha (Dilakukan satu malam suntuk) Acara : Ritual penyucian upacara penyucian desa yang bertujuan untuk menolak balak. Fakta tentang Bakungan : 1. Penyanyi menyanyikan 12 buah lagu yang menceritakan kehidupan, karamahan, lingkungan hidup,dsb. 2. Acara dibuka dengan parade oncor keliling desa (Ider bumi) yang diikuti oleh penduduk desa. 3. Di perankankan oleh wanita tua renta didepan sanggar. 4. Setelah diberi mantra – mantra sang penari menari dalam keadaan kesurupan. 5. Kegiatan berakhir tengah malam setelah acara"Adol Kembang". Para penonton kemudian berebut berbagai bibit tanaman yang dipajang di panggung dan mengambil kiling (baling-baling) yang di pasang di di sanggar. barang-barang yang diambil tersebut dapat di percaya dapat digunakan sebagai alat penolak bal...
Kupatan atau Telasan Topak atau Telasan Tongareh berasal dari budaya jawa yang mempunyai arti “mengaku salah” yang di simbolkan dengan ketupat. Makna dari Telasan Topak itu sendiri yaitu merayakan kemenangan setelah menjalankan puasa sebagai sarana saling memaafkan antara manusia satu dengan yang lainnya. Dari sinilah muncul bahwa ketupat adalah simbol kemenangan umat islam. Sehari setelah Salat led, mereka lazimnya berpuasa kembali selama lima hari, yaitu puasa Syawal. Baru tujuh hari setelah Idul Fitri mereka merayakan kemenangan yang sesungguhnya dengan ditandai dengan Telasan Topak. Itulah sebabnya Telasan Tongareh di Madura lebih meriah daripada hari “H” Lebaran. Telasan Topak adalah sebuah perayaan yang menandai kemenangan umat islam setelah menjalankan puasa selama 1 bulan sebagai sarana mendekatkan diri dengan Allah swt. Dulu Telasan Topak merupakan perayaan para prajurit atas kemenangannya setelah berperang dalam meda...
Sirup Pokak atau Wedang Pokak adalah minuman yang berasal dari Probolinggo, provinsi Jawa Timur. Minuman ini biasanya disajikan pada saat ‘Idul Fitri. Saat Lebaran tiba, masyarakat di Probolinggo dikenal selalu menyajikan khas minuman tradisional berupa wedang pokak. Setiap rumah umumnya selalu menyuguhkan minuman kesehatan ini ke para tamu yang datang saat melakukan tradisi halal bi halal. Tradisi wedang pokak sudah ada sejak turun temurun. Sebelum ada minuman-minuman olahan seperti sirup dengan beragam merek, masyarakat Probolinggo sudah membuat wedang itu. Namun, tradisi tersebut kini sudah mulai luntur, dan jarang bisa ditemui. Meski tradisi tersebut sudah jarang ditemui, tetapi kini minuman yang mampu menghangatkan badan itu sudah dikemas dalam bentuk sirop oleh industri rumah tangga, sehingga untuk menyeduhnya bahkan lebih mudah. Sirop pokak bisa dengan mudah diperoleh di toko oleh-oleh yang ada Kota Probolinggo. Manfaat dan Khasiat Sirup Pokak :&...
Tradisi "mepe kasur abang-cemeng" atau menjemur kasur yang berwarna merah dan hitam di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi sudah menjadi ritual wajib setiap menjelang idul adha. Kasur yang berwarna merah dan hitam meiliki makna dimana warna merah yang berarti keabadian rumah tangga dan hitam yang berarti penolak bala. Sehingga diharapkan setiap keluagaa yang mempunyai kasur warna hitam dan merah ini akan langgeng dan terlindung dari segala macam petaka. Kemudian makna menjemur kasur adalah supaya setiap keluarga yang ada di Desa Kemiren ini hidup dengan bersih dan sehat karena menurut mereka kasur merupakan barang yang paling dekat dengan manusia sehingga harus dijaga kebersihannya. Kasur biasanya dijemur dari jam tujuh pagi di depan rumah masing-masing sambil membaca doa dan memercikan air bunga di halaman agar dijauhkan dari malapetaka dan penyakit. Saat tengah hari kasur di gulung kembali dan dimasukkan ke dalam rumah. Setelah tu warga akan bersih-berssih d...
Masakan ini biasanya dihidangkan saat lebaran idul fitri maupun idul adha. Kupat lodoh merupakan ketupat yang disajikan bersama ayam yang dimasak dengan lodoh. Lodoh adalah olahan kelapa parut yang sudah tua dan disangrai tanpa menggunakan minyak, setelah kering kemudian ditumbuk hingga halus dan mengeluarkan minyak. Lodoh ini bertekstur layaknya pasta yang sangat lembut. RM/Toko yang Menyediakan: Toko Makanan Khas Banyuwangi Deli Address: Jl. Basuki Rahmat, Singotrunan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68414 Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-banyuwangi/