Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Jawa Timur Probolinggo
Sirup Pokak
- 13 September 2017

Sirup Pokak atau Wedang Pokak adalah minuman yang berasal dari Probolinggo, provinsi Jawa Timur. Minuman ini biasanya disajikan pada saat ‘Idul Fitri. Saat Lebaran tiba, masyarakat di Probolinggo dikenal selalu menyajikan khas minuman tradisional berupa wedang pokak. Setiap rumah umumnya selalu menyuguhkan minuman kesehatan ini ke para tamu yang datang saat melakukan tradisi halal bi halal. Tradisi wedang pokak sudah ada sejak turun temurun. Sebelum ada minuman-minuman olahan seperti sirup dengan beragam merek, masyarakat Probolinggo sudah membuat wedang itu. Namun, tradisi tersebut kini sudah mulai luntur, dan jarang bisa ditemui.

Meski tradisi tersebut sudah jarang ditemui, tetapi kini minuman yang mampu menghangatkan badan itu sudah dikemas dalam bentuk sirop oleh industri rumah tangga, sehingga untuk menyeduhnya bahkan lebih mudah. Sirop pokak bisa dengan mudah diperoleh di toko oleh-oleh yang ada Kota Probolinggo.

 

Manfaat dan Khasiat Sirup Pokak : 

  • Menghangatkan badan.
  • Meningkatkan pembersihan badan melalui keringat.
  • Mengobati reumatik, sakit kepala (vertigo), dan migren.
  • Meredakan batuk, batuk darah dan asma.
  • Mengobati sariawan.
  • Mengobati masuk angin, perut kembung.
  • Melancarkan buang air besar.
  • Memperkuat lambung dan memperbaiki pencernaan.
  • Memperkuat otot usus, membantu mengeluarkan gas usus, dan menghentikan diare.
  • Menurunkan kadar kolesterol.
  • Menghambat oksidasi = bersifat anti oksidan.
  • Menormalkan tekanan darah tinggi, pembersih darah dan memperlancar peredaran darah.
  • Mengurangi gejala penyakit radang sendi tulang akibat kelebihan asam urat.
  • Melancarkan pembuangan air seni.
  • Mencegah dan meringankan gejala penyakit kencing manis
  • Mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
  • Mengurangi resiko penyakit kanker.
  • Mengurangi nyeri kram waktu haid.

 

RESEP MEMBUAT WEDANG POKAK

Bahan-bahan:

  • 150 gr gula pasir
  • 100 gr gula aren, sisir halus
  • 2 liter air mendidih
  • 8 cm jahe, memarkan
  • 3 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
  • 5 cm kayu manis
  • 8 butir cengkih
  • 5 butir kapulaga
  • 2 sdt parutan kulit jeruk purut
  • 2 lembar daun pandan

 

Langkah-langkah:

  1. Masak gula di atas api sedang hingga cair dan warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan.
  2. Tuang air mendidih dan masak sambil terus diaduk hingga gula larut.Tambahkan gula aren, aduk hingga rata.
  3. Masukkan jahe, serai, kayu manis, cengkih dan kapulaga.
  4. Masak sambil terus diaduk selama 5 menit.
  5. Tambahkan parutan kulit jeruk purut dan daun pandan.
  6. Masak dengan panci tertutup di atas api kecil sampai rebusan mendidih. Angkat, saring.
  7. Sajikan selagi hangat dan minuman paling enak dinikmati dimalam hari dan waktu turun hujan.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Alamat: jln.kyai sekar, leces, Sumberkedawung, Leces, Probolinggo, East Java 67273
Telepon: 0853-3126-0527

 

Sumber:

  • http://www.kebudayaanindonesia.com/2014/10/minuman-segar-dan-berkhasiat-khas-jawa.html
  • http://dekranasda.kraksaan.com/2014/11/sirup-pokak-probolinggo-600ml.html
  • http://traveling.bisnis.com/read/20150719/223/454636/wedang-pokak-minuman-khas-lebaran-probolinggo
  • https://cookpad.com/id/resep/691329-wedang-pokak-khas-kota-gresik

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker