Sekilas prasasti ini tidak menarik, catnya telah mengelupas letaknya di pinggir sungai dekat kampung Sudiroprajan seputar Pasar Gede, Solo. Namun dibalik bentuknya yang tidak menarik ternyata Prasasti Bok Teko menyimpan sejarah yang sarat filosofi. Prasasti Bok Teko ini dibangun pada pemerintahan Pakubuwono X. Berdasarkan mitos yang beredar di kampung Mijen kelurahan Sudiroprajan tutup Teko pemberian Paku Buwono X jatuh di jembatan sungai kecil yang melintasi yang melintasi kawasan tersebut. Teko sendiri mempunyau sarat makna, teko adalah simbol dari masyarakat, sedangkan tutup teko adalah simbol dari penguasa. Jadi teko dan tutupnya menyimbolkan masyarakat dan penguasa yang harus bersatu padu untuk mewujudkan hidup yang tenteram dan sejahtera. Ikon teko sendiri sampai sekarang masih dipakai sampai sekarang oleh masyarakat Tionghoa sekitar Sudiroprajan saat perayaan imlek. Kirab sudiro yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Tion...
Lontong Cap Go Meh adalah masakan adaptasi Peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Indonesia, tepatnya masakan Jawa. Hidangan ini terdiri dari lontong yang disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, abon sapi, bubuk koya, sambal, dan kerupuk. Lontong Cap Go Meh biasanya disantap keluarga Tionghoa Indonesia pada saat perayaan Cap go meh , yaitu empatbelas hari setelah Imlek atau tepatnya hari kelima belas bulan 1 penanggalan imlek. Akan tetapi kini hidangan ini juga kerap disajikan kapan saja, tidak hanya ketika cap go meh. RM/Toko yang Menyediakan: Kedai 55 Restaurant Address: Jalan Puri Anjasmoro K6/19, Tawangsari, Semarang Bar., Kota Semarang, Jawa Tengah 50144 Phone: 0851-0258-0935 Sumber: Wikipedia.org
Wedang Dongo dahulunya merupakan minuman khusus keluarga kerajaan. Tapi kemudian, seiring berjalannya waktu, minuman ini merakyat dan dapat dinikmati masyarakat luas. Selain itu wedang ini biasanya juga digunakan untuk upacara keagamaan. Wedang ini juga jadi sajian khusus sebelum Imlek yang biasanya ada sembahyangan dongo atau ronde, Wedang dongo sebenarnya tidak jauh berbeda dengan wedang ronde. Dalam seporsi wedang ini, dapat ditemukan racikan kacang, kolang-kaling, dan bulatan ketan berisi kacang halus yang ditumbuk seperti ronde. Namun bedanya, kuah wedang dongo berwarna lebih coklat dengan rasa jahe yang lebih kuat daripada wedang ronde. Bahan Bola-bola gula pasir sebanyak 1 sendok teh garam sebanyak 1 sendok teh air hangat sebanyak 275 ml tepung ketan sebanyak 300 gram tepung sagu sebanyak 30 gram air kapur sirih sebanyak 2 sendok teh kacang tanah sebanyak 100 gram, kupas, dioven, dihaluskan untuk isi...
Pasar Imlek Semawis merupakan event tahunan yang diselenggarakan pertama kali tahuun 2004 untuk menyambut ditetapkannya Imlek sebagai hari libur nasional. Kurang lebih selama sepekan, event ini diadakan di daerah Pecinan, Kota Semarang. Beragam pertunjukkan dan kuliner yang unik bisa ditemui di sini, misalnya: pertunjukan barong sai, pertunjukan wayang potehi, aneka lampion dan kuliner khas peranakan Tionghoa bisa dinikmati di sini. Pasar Imlek Semawis biasanya diadakan selama sepekan menjelang perayaan Imlek. Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Acara tahunan ini diselenggarakan untuk memperingati pendaratan Laksamana Cheng Ho di Semarang. Meski secara historis masih menjadi perdebatan, namun masyarakat Tionghoa meyakini bahwa Laksamana Cheng Ho atau Sam Poo pernah mendarat di Semarang pada bulan keenam penanggalan Imlek. Puncak acara berupa arak-arakan duplikat patung Cheng Ho dari Klenteng Tay KAk Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong. Selain itu juga, acara ini juga dimeriahkan berbagai pertunjukan barongsai dari warga keturunan Thionghoa di Semarang Sumber : http://hellosemarang.com/10-acara-unik-di-semarang-yang-wajib-ditonton/
Juwana merupakan salah satu nama kecamatan yang terdapat di Kabupaten Pati. Letaknya berada di pesisir utara Pulau Jawa. Sebagai daerah pesisir, Juwana memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Oleh karena itu, Juwana pun menjadi salah satu kawasan tua yang ada di daerah pantai utara (pantura). Sebagai kota tua, Juwana banyak memiliki peninggalan-peninggalan berupa bangunan lawas , di antaranya adalah Klenteng Tjoe Tik Bio. Klenteng ini terletak di Jalan Camong No. 1 Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara perusahaan rokok bernama PT Tapal Kuda Kencana. Keberadaan klenteng ini tidak terlepas dari keberadaan orang-orang Tionghoa yang bermukim di Juwana. Ketika terjadi Geger Pecinan (juga dikenal sebagai Tragedi Angke, dalam bahasa Belanda Chinezenmoord yang berarti “Pembunuhan orang Tionghoa) di Batavia pada tahun 1740, lebih sepuluh ribu orang Tionghoa...
Jalan Drs. Yap Tjwan Bing merupakan jalan kenangan bagi saya tatkala SMA. Pada waktu kelas 3, saya sering melewati jalan ini untuk menuju sekolah saya, yaitu SMA Negeri 3 Surakarta , yang berada di Kerkhof , Jagalan. Dulu jalan ini masih bernama Jalan Jagalan. Pada waktu itu, saya juga tahu kalau di sepanjang jalan itu terdapat bangunan lawas yang berhubungan dengan agama Khonghucu. Hanya saja ketika itu saya belum mempunyai kamera dan belum mengenal blog, jadi ya sekadar lewat saja. Setelah sekian tahun berlalu, saya berkesempatan lagi untuk menapak tilas jalan tersebut, dan berkunjung ke sebuah bangunan kuno tersebut yang dikenal dengan Litang Gerbang Kebajikan. Litang ini terletak di Jalan Drs. Yap Tjwan Bing No. 15 RT. 01 RW. 01 Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi litang ini berada di dalam kompleks SD Tripusaka, atau selatan Rumah Potong Hewan Jagalan ± 300 m....
Barongsai merupakan suatu kesenian tradisional dari Tionghoa dengan menggunakan kostum seperti singa. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa Barongsai ini memiliki simbol keberanian, stabilitas, keunggulan, serta dapat mengusir roh-roh jahat. Tarian ini dipercaya dapat membawa keberuntungan sehingga diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan perayaan Tahun Baru Imlek. Asal muasal adanya barongsai itu dimulai dari zaman dahulu di Tiongkok, adanya makhluk bernama Nian. Setiap setahun sekali Nian selalu datang ke perkampungan dan dia memangsa semua yang ada di perkampungan itu mulai dari manusia maupun hasil dari pertanian yang ada di sana. Kemudian para ahli berkumpul menjadi satu dan mereka memikirkan bagaimana cara untuk mengusir si makhluk ini yang bernama Nian. Akhirnya para ahli membuat keputusan untuk membentuk Barongsai. Biasanya Barongsai dibuat dengan tabuh-tabuhan serta musik yang sangat berisik dengan tujuan untuk mengusir Nian...
Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...