Watu Pinawetengan adalah sebuah batu prasasti yang berfungsi sebagai tempat berunding para petua Minahasa pada zaman dahulu. Sebagian besar orang Indonesia hanya mengenal orang dari Sulawesi Utara sebagai Orang Manado. Padahal, Sulawesi Utara merupakan daerah yang kaya akan budaya yang terdiri dari berbagai etnis lainnya. Walaupun secara kuantitatif, Sulawesi Utara memang didominasi oleh Suku Minahasa, tetapi masih ada etnis lain yang mendiami daratan Nyiur Melambai ini, seperti suku Bolaang Mongondow di bagian barat (perbatasan dengan provinsi Gorontalo), suku Gorontalo (Provinsi Gorontalo, pernah menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara sebelum pemekaran pada tahun 2000), suku Sangir-Talaud yang mendiami kepulauan Sangihe dan Talaud, dan Borgo/Mestizo, yaitu penduduk yang memiliki darah Spanyol atau prajurit Belanda yang pernah tinggal di daerah Minahasa; mereka ini sering disebut fasung oleh penduduk setempat, yang artinya tampan atau cantik. Dalam artikel ini akan dif...
Prasasti Lobu Tua Prasasti Lobu Tua , atau Prasasti Barus , merupakan salah satu prasasti di Indonesia dalam bahasa Tamil, yang ditemukan pada tahun 1873. Prasasti ini berangka tahun Saka 1010 atau 1088 Masehi. Prasasti ini dipublikasikan dalam laporan yang berjudul " Madras Epigraphy Report " tahun 1891-1892 oleh E. Hultzsch, ahli epigrafi Inggris di India. Prasasti ini menyebutkan tentang adanya suatu serikat dagang bangsa Tamil di daerah Barus. Serikat dagang tersebut disebutkan bernama “Yang Ke Lima Ratus dari Seribu Arah” ( Disai-Ayirattu- Ainnurruvar ). Menurut Prof. Y. Subbarayalu dari Universitas Thanjavur, serikat dagang ini yang bernama lain Ayyavole , juga meninggalkan prasasti berbahasa Tamil pula di Aceh. Di Barus, mereka membeli berbagai komoditas dari penduduk setempat, dan kepada para anggotanya menarik cukai berupa emas yang didasarkan pada harga kasturi, dengan objek...
Monumen bersejarah yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan ini merupakan salah satu cagar budaya yang diresmikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat. Tempat ini menjadi ruang publik yang dapat digunakan untuk menilik kembali masa perjuangan kurang lebih 88 tahun silam. Di tempat ini 'Putra Sang Fajar' dengan berani menggugat Pemerintah Belanda yang dianggap tidak adil. Dimulai pada tahun 1929, Ir. Soekarno bersama ketiga sahabatnya : Gatot Mangkoepradja, Soepradinata, dan Maskoen aktif menyuarakan ketidakadilan yang mereka alami kepada pihak Belanda. Aksi tersebut tentu saja mendapat kecaman karena mengganggu pihak Belanda untuk menjalankan sistem kolonialisme dan imperialisme di negeri ini. Pada 1930, mereka ditangkap dan disidang di Landraad ( kini bernama gedung indonesia menggugat ), disaat itu pula Ir.Soekarno berani membacakan pledoi Indonesia Menggugat ( Indonesie Klaagt Aan ) yang membutuhkan waktu sekitar dua hari. Singkat cerita, pasca kejadian...
Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung yang terletak di Indonesia dengan ketinggingan 2.167 meter di atas permukaan laut, tepatnya kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Proses terjadinya Gunung Galunggung terjadi sejak 4.000 tahun yang lalu akibat letusan besar Gunung Guntur dengan puncak Kawah Guntur. Kawah Guntur merupakan tempat magma dan berlangsung pembentukan lahar serta pembentukan awan panas bila meletus. Gunung Galunggung merupakan salah satu objek wisata alam yang sering di kunjungi pada masanya. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu mendaki gunung dan pemandian air panas yang dikelola oleh Perum Perhutani. Bagi orang-orang yang ingin mendaki mencapai puncak Gunung Galunggung harus melewati 620 anak tangga yang dibangun khusus bagi pendaki gunung. Secara geologis, Gunung Galunggung merupakan jenis stratovolcano. Stratovolcano adalah sebuah gunung berapi berbentuk kerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras. Oleh karena itu, Gunung Galunggung su...
Bahasa sunda adalah bahasa yang mewakilkan daerah Jawa Barat. Pada kebanyakan daerah di Jawa Barat, seperti kota Bandung, bahasa sunda masih digunakan secara fasih dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun sudah menjadi bahasa daerah dan banyak digunakan, pada masa kini, masih banyak yang melupakan tata bahasa dalam bahasa sunda dan hanya menggunakannya dengan sekenanya, bahkan mencampur-campur bahasanya sehingga membuatnya kekinian . Praktik penggunaan tingkatan dalam bahasa sunda biasanya hanya dilakukan oleh kalangan lansia dan/atau orang-orang yang mendalami bahasa sunda. Penggunaannya yang tidak praktis tampaknya membuat kalangan muda kurang menggemari penggunaan tingkatan ini. Tingkatan yang dimaksud dalam bahasa sunda adalah penggunaan kata yang bergantung pada lawan bicaranya. Walaupun memiliki arti yang sama, pada lawan bicara yang berbeda, digunakan kata yang berbeda pula. Tingkatan dalam bahasa sunda dibagi menjadi 4; untuk orang yang lebih tua, untuk diri sendiri, u...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...