1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Candi Kalicilik
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Candi Kalicilik adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Bangunan candi ini terbuat dari bata merah dan memiliki denah bujur sangkar dengan ukuran 6,8 m x 6,8 m, serta tingginya 8,3 cm. Candi ini terdiri atas tiga bagian yaitu candi, tubuh candi dan atap candi. Pintu candi menghadap ke arah barat dan di atasnya terdapat hiasan berupa kala. Pada sisi utara, timur dan selatan terdapat relung-relung yang juga berhiaskan kala pada bagian atasnya. Bilik candi kosong dan pada dindingnya terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi oleh sinar matahari. Relief ini merupakan relief Surya Majapahit, yakni simbol dari masa Kerajaan Majapahit. Bagian puncak candi telah hilang, sedangkan bagian kaki candinya telah direnovasi pada tahun 1993.

avatar
Thohar2022
Gambar Entri
Pupuh Kinanti
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Kalau kalian punya mata pelajaran Bahasa Sunda semasa sekolah, pasti kalian tahu topik yang akan dibahas di artikel ini. Sebelum kita membaca lebih lanjut mengenai Pupuh Kinanti, mari kita menelusuri lebih lanjut apa itu Pupuh. Pupuh sendiri adalah sebuah puisi tradisional asal Jawa Barat (Sunda) yang terdiri dari tujuh belas macam pupuh. Biasanya pupuh yang terkenal adalah Pupuh Kinanti dan Pupuh Balakbak. Mari kita telusuri lebih lanjut apa itu Pupuh Kinanti. Pupuh Kinanti sendiri membahas tentang perasaan sedang menanti, khawatir, atau rasa sayang.   Berikut contoh pupuh kinanti.   Budak leutik bisa ngapung (8,u) Babaku ngapungna peuting (8,i) Kalayang kakalayangan (8,a) Neangan nu amis-amis (8,i) Sarupaning bungbuahan (8,a) Naon bae nu kapanggih (8,i)   Pupuh Kinanti sendiri tentunya memiliki aturan dalam penulisannya yang terkenal dengan istilah "guru lagu" dan "guru wilangan". Guru lagu adalah bunyi vokal a...

avatar
OSKM18_19718107_Fatima Vitriani
Gambar Entri
Prasasti Padang Roco
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Barat

Prasasti Padang Roco berangka tahun 1208 Saka atau 1286 M ditemukan di dekat sungai Batanghari, kompleks percandian Padangroco, Nagari Siguntur, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Nama ‘Padang Roco’ berasal dari lokasi ia ditemukan, yaitu lapangan patung/arca (Padang = lapangan; roco = arca/murti, lambang dewa Hindu-Buddha).     Prasasti ini ditemukan pada tahun 1911 di dekat sungai Batanghari dan ditulis di empat sisi batu berbentuk persegi panjang yang dijadikan sebagai lapik/alas arca Paduka Amoghapasa. Di bagian belakang arca juga terdapat prasasti lain, yaitu prasasti Amoghapasa. Kedua prasasti ini menggunakan huruf Jawa Kuno serta dua bahasa (Sansekerta dan Melayu Kuno). Baik arca maupun alas arca disimpan di Museum Nasional Indonesia dengan kode D. 198-6468 bagi bagian alas atau Prasasti Padang Roco dan kode D. 198-6469 bagi bagian arca.   Prasasti ini dibuat pada periode kerajaan Singasari di Jawa dan Kerajaan Melayu D...

avatar
OSKM18_16018298_Nalia Resky
Gambar Entri
Pulau Penyengat
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Kepulauan Riau

Pulau Penyengat merupakan sebuah pulau kecil yang terletak beberapa kilometer dari Tanjung Pinang yang merupakan ibu kota dari provinsi Kepulauan Riau. Di dalam pulau tersebut, tidak terdapat transportasi seperti mobil. Hal seperti ini terjadi karena luas dari pulau tersebut hanya beberapa  km 2   saja. Meskipun Pulau Penyengat hanyalah pulau kecil, dulu merupakan ibu kota Kerajaan Melayu. Pulau ini menjadi objek wisata bagi banyak masyarakat karena terdapat makam Raja Ali Haji yang dulunya menjadi Raja Kerajaan Melayu. Raja Ali Haji terkenal karena dia lah yang menciptakan / menulis karya sastra yang bernama Gurindam Dua Belas. Karya sastra ini terdiri dari 12 fasal. Karya ini merupakan salah satu karya sastra yang selalu diingat oleh masyarakat - masyarakat di Indonesia. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918104_Daniel Tulus
Gambar Entri
Candi Kalicilik
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada  Candi Bacem ,  Candi Tapan ,  Situs Besole , dan  Candi Sumbernanas  yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Candi Kalicilik.Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yan...

avatar
OSKM2018_FTTM_Ahmad
Gambar Entri
Kitab Waruga Jagat
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan.   Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar.   Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...

avatar
OSKM18_16418203_Muhamad Luthfi Luthansyah
Gambar Entri
Candi Kalicilik
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Candi Kalicilik memang bukan satu-satunya candi bata di Blitar. Selain Kalicilik masih ada  Candi Bacem ,  Candi Tapan ,  Situs Besole , dan  Candi Sumbernanas  yang sama sama tersusun dari bata. Namun Kalicilik berbeda, candi ini tergolong masih utuh. Candi ini masih memiliki kaki candi, tubuh candi, dan sebagian atap candi. Bukan berarti candi-candi bata lainnya tidak menarik, karena setiap candi memiliki keunikan dan sejarahnya masing-masing. Hanya saja jika arkeotraveler sekalian ingin menyaksikan candi bata yang relatif masih untuh, silahkan kunjungi Candi Kalicilik.Candi Kalicilik secara administratif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Candirejo, Ponggok, Kab. Blitar. Rute menuju Candi Kalicilik adalah sebagai berikut: Blitar – Kalipucung – lanjutkan ke arah Srengat – perempatan Poluhan ke kanan mengikuti jalan raya Blitar Pare – SPBU Bacem masih lurus hingga menjumpai papan petunjuk arah ke Candi Kalicilik – Ikuti arah yan...

avatar
OSKM2018_FTTM_Ahmad
Gambar Entri
Prasasti Jambu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Jambu adalah prasasti yang berasal dari Kerajaan Tarumanagara yang ditemukan di daerah perkebunan jambu kira-kira 30 km sebelah barat Bogor. Prasasti ini disebut juga prasati Pasir Kolengkak. Prasasti ini terletak di Pasir Sikoleangkak (Gunung Batutulis ±367m dpl) di wilayah kampung Pasir Gintung, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Koordinat 0°15’45,40” BB (dari Jakarta) dan 6°34’08,11”. Dulu, pada masa kolonialisme Belanda, lokasi ini termasuk Perkebunan Karet Sadeng-Djamboe. Sekarang lokasi ini disebut PT.Perkebunan XI Cikasungka-Cigudeg- Bogor. Prasasti Jambu ditemukan pertama kali pada tahun 1854 oleh Jonathan Rigg dan dilaporkan ke Dinas Purbakala pada tahun 1947, namun prasasti ini pertama kali dipelajari pada tahun 1954. Prasasti ini diukir di atas batu dengan gambar sepasang kaki yang digoreskan pada bagian atas tulisan tetapi sebagian gambar telapak kaki kiri telah hilang karena b...

avatar
Oskm18_16818104_charlize Wendy
Gambar Entri
Legenda Raden Rangga
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Daerah Istimewa Yogyakarta

Antara legenda dan sejarah sering bercampur, fakta otentiknya kita yg hidup dijaman sekarang jelas tidak tahu. Tapi cerita tentang Raden Rangga putera dari raja Mataram Panembahan Senopati, sangatlah populer sampai sekarang. Konon katanya, Raden Rangga sangatlah sakti,ketika Raden Rangga disuruh memijat refleksi ayahnya, yaitu panembahan senopati, mungkin tidak sengaja kesaktian Raden Rangga keluar, sehingga sang raja meringis-ringis kesakitan dan raja mengipatke/menjejakan kakinya. Karena raja juga sakti, maka Raden Rangga terlempar jauh, badannya menabrak tembok benteng mataram sampai jebol,bekas jebolnya benteng sampai sekarang masih ada di kotagede, di kampung ndalem utara. Cerita lain konon Raden Rangga suka mainan batu keras batu canteng, batu cantengnya sampali sekarang masih ada dekat makam Hastorengga, dekat pabrik coklat MONGGO. Kisah selanjutnya, ketika pasukan dari Pajang datang menyerbu mataram,oleh mataram justru disuruh masuk kraton dan disuguhi makan enak-enak...

avatar
Oskm18_16918238_yudha Adiwijaya