Sego Abang atau Nasi merah adalah makanan jenis nasi berwarna merah yang diproduksi dari hasil pertaninan ladang tadah hujan. Nasi merah ini memiliki ciri khas warna merahnya yang alami dan memiliki rasa yang sangat khas bila sudah dimasak. Sego Abang ini banyak kita temukan didaerah Gunung Kidul, Yogyakarta . Karena rasanya yang unik, Sego Abang ini sangat diminati oleh masyarakat atau para wisatawan yang datang kesana, sehingga dijadikan salah satu makanan khas di sana. Jenis padi merah ini bisa tumbuh subur di daerah pertanian ladang tadah hujan, salah satunya di daerah Gunung Kidul. Daerah Gunung Kidul yang memiliki curah hujan yang rendah dan memiliki jenis tanah berbatu, menyebabkan hanya padi tadah hujan lah yang dapat tumbuh subur di daerah ini. Jenis padi tadah hujan yang dapat menghasilkan padi berwarna merah ini diantaranya jenis padi Gogo, Segren, atau Mendel . Untuk penanaman dan umur tanamnya ha...
Salah satu makanan unik yang mendapat pengaruh dari budaya kuliner India dan semakin sedikit penjualnya di Sumatera adalah ragit. Ragit adalah dadar yang bahan utamanya dari terigu dan telur. Tak banyak yang tahu bahwa ragit sebenarnya terdiri dari dua jenis, berbentuk rajut atau jala dan ragit gulung. Harga ragit jala lebih mahal dua kali lipat. Bila ragit dadar gulung dijual seharga Rp2.500 per potong, maka untuk ragit jala harganya sekitar Rp5.000 per potong. Ragit disantap bersama kuah kari yang ditaburi irisan cabai rawit hijau dan bawang goreng di atasnya. Kuah kari untuk ragit mengingatkan kepada kuah kari yang biasa disiramkan ke martabak Tambi. Tambi adalah sebutan bagi orang India yang berkulit gelap, yang kebanyakan berjualan martabak India. Kuah kari yang disiramkan ke martabak dan ragit biasanya lebih kental karena berisi irisan kentang dan daging. Penduduk lokal biasanya menyantap ragit ketika sarapan. Selama bulan puasa, lebih mudah menemukan ragit,...
Dari namanya, cangkuak adalah bahasa Minang yang artinya gantung, digantung. Masakan ini dulunya dibawa sebagai makanan untuk ke sawah. Cangkuak bisa juga diidentikan dengan cangkok, lauk cangkuak dititipkan di dalam dandang, dimasak bersama nasi. Meski masakan ini penampakannya mirip asam padeh, namun memiliki proses yang lebih sederhana. Bumbunya hanya berupa bawang merah, bawang putih, dan tomat. Semua bumbu dicampur teri dan disiram air bekas beras lalu diletakkan di dalam daun dan dicangkokkan dalam dandang nasi. Nasi masak, cangkuak pun masak dan siap dibawa ke sawah. Rumah Makan Uni Evi diklaim menjadi satu-satunya rumah makan yang masih menjual makanan tradisional yang punya sejarah panjang ini. Restoran Uni Evi terletak di Jalan Raya Padang-Bukittinggi km 48, Sicincin. Sumber: Jajanan Indonesia - Citilink Inflight Magazine - Juni 2017
Ikan bilih atau ikan bilis adalah ikan endemik Sumatera Barat yang hanya terdapat di Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Ikan air tawar berukuran kecil ini hanya akan tumbuh hingga ukuran 116 meter. Di tahun 2003, populasi ikan bilih masih mencapai 70% dari populasi ikan lain di Danau Singkarak. Namun sejak 2014 tangkapan ikan bilih semakin berkurang sehingga membuat harga makanan ini melonjak drastis. Untuk satu piring kecil bilih dibandrol dengan harga Rp25.000-30.000. Ikan bilih biasanya diolah dengan cara digoreng kering atau diasinkan. Penyajiannya sederhana, hanya diberikan sambal lada merah atau bisa juga dimakan langsung. Tak jarang ada juga yang membuat pepes ikan biliih. Rasa ikan sangat garing. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Fuja Jl. Samudera No.24, Purus, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25115 0813-7836-1231 Sumber: Jajanan I...
Rasa dodol lidah buaya manis dan gurih. Camilan ini dijadikan oleh-oleh khas kota Pontianak. Sumber: Jajanan Indonesia - Citilink Inflight Magazine - Juni 2017 Lokasi penjual: Aneka Olahan Lidah Buaya Barokah Alamat: Komplek Agrobisnis, Jl. Budi Utomo No.03, Siantan Tengah, Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242 Telepon: (0561) 7500478
Chai kwee banyak dijumpai di restoran ataupun kafe Pontianak. Kuliner ini merupakan kudapan khas masyarakat Tionghoa. Berbahan dasar tepung beras yang dibentuk seperti pangsit dengan isi kucai, bengkoang, kacang hijau, talas ataupun rebung yang diserut. Cara memasaknya bisa direbus ataupun digoreng. Chai kwee terasa gurih karena ada penambahan minyak bawang putih dan isiannya yang kebanyakan rasa asin. Sumber: Jajanan Indonesia - Citilink Inflight Magazine - Juni 2017 Lokasi penjual: Sallo Innyan Kopi Pontianak Alamat: Jalan Tebet Timur Dalam Raya No.29, RW.11, Tebet Timur, Tebet, RT.1/RW.11, East Tebet, Tebet, South Jakarta City, Jakarta 12820 Telepon: (021) 83790195
Sate Matang adalah salah satu makanan tradisional jenis sate yang berasal dari daerah Aceh . Sate satu ini memang sekilas hampir mirip dengan sate di Indonesia pada umumnya, namun dalam segi penyajian dan rasanya sangat berbeda dan sangat khas. Sate Matang ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di Aceh. Selain menjadi makanan favorit warga sekitar, makanan ini juga sering menjadi menu yang banyak dicari oleh para wisatawan yang datang ke sana. Asal Usul Sate Matang Bagi orang yang belum tahu Sate Matang ini, pasti dikaitkan dengan kata “ matang ” yang berarti “ sudah masak ”. Namun sebenarnya nama Sate Matang ini diambil dari nama suatu tempat di Aceh, yaitu Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen . Konon di tempat inilah Sate Matang pertama kali diperkenalkan oleh penjualnya. Sate Matang kemudian mulai populer dan dikenal oleh masyarakat luas sejak tahun 90an. Hingga kini Sate Matang m...
Eungkot Keumamah ini adalah salah satu dari sekian banyak masakan khas Aceh. Masakan ini sudah ada dari jaman dulu. Bahkan makanan ini andalan para pahlawan Aceh pada saat perang melawan kafir Belanda. Fungsi masakan ini sendiri hampir sama dengan rendang—makanan yang awet dan tidak mudah basi. Semakin dipanaskan/dihangatkan semakin enak. Disebut ikan kayu karena tekstur ikan ini keras akibat dari proses pengeringan di terik matahari dan melalui pengasapan. Hal ini dimaksudkan agar ikan lebih awet dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Setelah dijemur dan dipotong sepanjang pergelangan tangan, lalu dilanjuti dengan proses pelumuran tepung dan sekikit kapur. Secara umum, sejarah masakan Aceh berkembang pada saat zaman hindu yang dibawa oleh orang India yang secara lokasi dekat dengan Aceh. Masakan Aceh sendiri pun sangat mirip dengan masakan India. Hal ini didukung pula karena ketersediaan rempah-rempah di daerah setempat yang mewarnai...
Bubur palopo, merupakan penganan khas masyarakat Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Dalam bahasa asli Sumbawa, bubur palopo berarti bubur kerbau. Dinamakan demikian karena bubur palopo terbuat dari susu segar kerbau. Bubur palopo dibuat berdasarkan resep yang didapat secara turun-temurun. Dengan proses sederhana, susu segar yang baru diperah dari kerbau dicampur dengan gula merah dan air rebusan terong kuning. Setelah dibiarkan mengental, adonan dimasukkan ke dalam mangkok untuk dikukus setengah jam lamanya. Lalu didinginkan dan siap disantap. Bagi masyarakat Sumbawa Barat, bubur palopo dipercaya bisa memulihkan stamina setelah seharian berpuasa, sekaligus meningkatkan vitalitas. Selain rasanya yang khas, harganya pun murah, yakni sekitar Rp 5.000 per mangkok. Jadi, jika Anda ke Sumbawa Barat tidak ada salahnya mencoba bubur yang satu ini Source: http://news.liputan6.com/read/244246/bubur-palopo-dari-sumbawa-barat