Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Gunung Kidul
Sego Abang Khas Gunung Kidul
- 13 Desember 2017

Sego Abang atau Nasi merah adalah makanan jenis nasi berwarna merah yang diproduksi dari hasil pertaninan ladang tadah hujan. Nasi merah ini memiliki ciri khas warna merahnya yang alami dan memiliki rasa yang sangat khas bila sudah dimasak. Sego Abang ini banyak kita temukan didaerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Karena  rasanya yang unik, Sego Abang ini sangat diminati oleh masyarakat atau para wisatawan yang datang kesana, sehingga dijadikan salah satu makanan khas di sana.

 

Jenis padi merah ini bisa tumbuh subur di daerah pertanian ladang tadah hujan, salah satunya di daerah Gunung Kidul. Daerah Gunung Kidul yang memiliki curah hujan yang rendah dan memiliki jenis tanah berbatu, menyebabkan hanya padi tadah hujan lah yang dapat tumbuh subur di daerah ini. Jenis padi tadah hujan yang dapat menghasilkan padi berwarna merah ini diantaranya jenis padi Gogo, Segren, atau Mendel. Untuk penanaman dan umur tanamnya hampir sama dengan padi pada umumnya, tetapi produktivitasnya lebih rendah dibanding padi pada umumnya, sehingga harga jualnya pun lebih tinggi. 

 

Untuk menjaga kualitasnya, biasanya pada proses panen padi, pengolahan beras, dan memasaknya masih dilakukan dengan menggunakan cara tradisional. Pada proses panen, biasanya dilakukan dengan menggunakan Ani – ani, yaitu alat yang digunakan untuk memanen dengan cara memotong batang padi secara per helai. Hal ini dilakukan agar padi yang dipanen tidak mudah rontok atau jatuh ke tanah. Untuk menjadikan beras, biasanya dilakukan dengan cara ditumbuk. 

 

Dalam proses memasaknya pun dilakukan dengan cara tradisional, Biasanaya Sego Abang ini dimasak dengan menggunakan Tungku yang terbuat dari tanah liat dan mengunakan kayu bakar. Pertama beras merah diaru terlebih dahulu, kemudian ditanak menggunakan kukusan yang terbuat dari ayaman bambu. Dengan memasak menggunakan cara ini akan menghasilkan rasa nasi yang lebih gurih dan lunak, namun tidak terlalu lembek.

 

Sego Abang ini biasanya disajikan bersama dengan menu “Sayur Lombok Ijo”. Sayur Lombok ijo sendiri merupakan masakan sayur berkuah santan yang di dalamnya terdapat potongan cabai hijau, tempe kedelai dan kacang panjang. Selain itu juga ada menu tambahan seperti  daging sapi bacem/ goring, babat bacem/ goring, ikan wader goreng dan urap trancam. Perpaduan rasa dari menu - menu tersebut tentunya sangat cocok untuk menemani menyantap Sego Abang. Selain rasanya yang khas, Sego Abang ini juga kabarnya kaya akan serat sehingga baik untuk di konsumsi. 

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Warung Sego Abang Gunung Kidul
Makan Malam
Alamat: Jalan KRT Judodiningrat Siraman Wonosari, Siraman, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55851
Telepon: 0877-3892-5282

 

Sumber : http://www.negerikuindonesia.com/2015/07/sego-abang-makanan-khas-dari-gunung.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker