Sambel Cibiuk merupakan makanan khas kota Garut persisnya di Kacamatan Cibiuk. Sambel ini sepintas tidak berbeda dengan sambel pada umumnya. Namun jika dilihat dari bahan dan rasanya, sambel cibiuk memiliki ke khasan rasa. Ada mitos tentang sambel ini bahwa sepedas apapun rasanya, orang yang melahapnya tidak akan pernah sakit perut. Ada dua macam sambel Cbiuk yaitu sambel hijau dan sambel merah. Sambel merah terbuat dari bahan tomat merah, cabe merah, daun kemangi, gula, garam, bawang putih, bawang merah dan kencur. Sedangkan sambel hijau terbuat dari bahan tomat hijau, cabe rawit yang masih hijau, daun kemangi, gula, garam, bawang putih, bawang merah, dan kencur. Kadang-kadang di tambah terasi sedikit. Menurut kepercayaan orang Cibiuk, untuk membuat sambal Cibiuk dengan citra rasa yang asli terlebih dahulu harus menguasai mantra-mantranya
Serabi (kadang disebut Surabi) merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia, ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca dan serabi asin dengan taburan oncom yang telah dibumbui diatasnya. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Kadangkala telur ayam yang telah dikocok ditambahkan keatas adonan surabi yang sedang dimasak. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, maupun mayones yang tujuannya untuk mematahkan asumsi bahwa serabi adalah makanan yang terkesan rendahan. Tempat yang menyajikan serabi dengan berbagai variasi rasa tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Colenak atau dikenal juga dengan tape bakar adalah nama yang diberikan pada kudapan yang dibuat dari peuyeum ( tapai singkong ) yang dibakar yang disantap dengan dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Kudapan ini berasal dari Bandung yang dikenalkan oleh Aki Murdi pada tahun 1930
Peuyeum mangrupa kadaharan tradisional Indonesia, rasana amis lantaran mangrupa hasil fermentasi.[1] Peuyeum dijieun tina bahan baku nu tangtu anu di fermentasi alatan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cerivisiae anu ngarobah karbohidrat (fruktosa sarta glukosa) jadi alkohol sarta karbondioksida.[1] Iwal ti Saccharomyces cerivisiae aya mikroorganisme séjén saperti Mucorchlamidosporus sarta Endomycopsisfibuligeraanu mantuan ngarobah pati jadi gula (glukosa).[1] Bahan peuyeum rupa-rupa gumantung kana kabutuhan, bisa maké béas ketan atawa sampeu.[1] Peuyeum nu jieun tina béas ketan disebutna peuyeum ketan sedengkeun anu dijieun tina sampeu disebutna peuyeum sampeu.[1]
Makanan khas yang di jadikan oleh-oleh daerah ketika berkunjung ke kawasan Cililin dan Cihampelas di daerah Kabupaten Bandung Barat
surabi atawa serabi nyaéta olahan tina tipung béas nu sanggeus diuyahan jeung parudan kalapa diasupkeun kana citakan tina taneuh nu dipanaskeun ngagunakeun maké suluh.[1] Sakapeung di luhurna dipurulukkan oncom. Biasana dijual di sisi jalan isuk-isuk keur opieun.[1] Aya ogé anu dicampur jeung gula beureum maké santen. Samalah kiwari mah surabi téh geus rupa-rupa rasana, saperti kéju, strobéri, coklat, jeung sajabana ti éta, sok sanajan, cara nyieunna mah sarua baé.[2]
santapan khas penduduk setempat dengan nama populernya adalah 'paniki masakan khas Manado'. Paniki adalah kelelawar yang telah dibersihkan dari bulu-bulunya kemudian dimasak dengan berbagai bumbu yang mewah. Bumbu utama adalah kelapa atau santannya, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daun serai, jahe dan lainnya. Ketika paniki dihidangkan, wangi masakan sudah sangat kuat tercium, kemudian ketika disantap, rasa pedas khas masakan dari Manado sangat terasa sekali. Unsur pedas dan wangi inilah yang membuat makan kita menjadi lahap sampai perlu untuk nambah porsi nasinya. Kalau soal daging paniki itu sendiri, sebenarnya tidak begitu banyak yang dapat dinikmati, mungkin hanya seukuran kuku jari yang letak daging itu berada dekat bagian ekor. Mungkin sedikit sensasi muncul, ketika kita menyantap bagian sayapnya, rasanya agak lembut di mulut. Namun kalau soal rasa dari daging paniki itu sendiri, menurut saya masih jauh lebih enak daging ayam atau bahkan daging burung puyuh...
Peuyeum merupakan salah satu makanan tradisional kota Bandung yang sering dijadikan buah tangan oleh para wisatawan yang berkunjung ke kota kembang ini. RM/Toko yang Menyediakan : PEUYEUM BANDUNG Tourist attraction in Bandung, Indonesia Address: Jl. Dr. Djunjunan No.135 G, Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40173 Phone: 0812-2256-7890