Tembose adalah makanan ringan berinti yang digoreng. Rasanya pedas manis dengan aroma kari. Bahan kulitnya terbuat dari tepung gandum, minyak makan, air hangat. Bahan isi, bumbu: bawang merah, bawang putih, keledek (ubi jalar), minyak goreng, daun sop, ikan bilis haluskan, bumbu kari, cabe merah, santan, garam dan penyedap rasa. Cara membuat kulit uli semua bahan hingga kalis, kemudian giling tipis dan potong bulat. Cara membuat inti, tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan minyak hingga harum, tuangkan santan. Setelah mendidih masukkan bumbu kari, ikan bilis halus, keledek yang sudah dipotong dadu, aduk hingga rata, taburkan daun sop, aduk hingga masak dan dinginkan. Isikan inti pada lembaran kulit, lipat berbentuk setengah lingkaran, kemudian pilin tepinya agar tertutup. Goreng dalam minyak hingga terendam sampai berwarna kecoklatan. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6993
Terbuat dari batang pohon keladi dan daun surian yang dimasak bersama bumbu yang dihaluskan seperti cabe, kemiri dan bawang merah. Gulai ini disajikan pada saat makan siang atau malam sehari-hari, juga pada upacara pemberian nama bayi. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=177
Kue Saren merupakan salah satu jenis kue tradisional yang saat ini keberadaannya hampir dilupakan oleh masyarakat Jambi, padahal kue ini merupakan kue khas Jambi. Pada masa lalu kue ini sering dibuat oleh masyarakat yang tinggal di daerah Jambi Kota Seberang. Sekarang ini hanya tersisa beberapa orang saja yang mengetahui cara pembuatan kue saren. Keunikan kue ini terletak pada cita rasa, aroma, dan warnanya. Cita rasa kue ini merupakan perpaduan antara rasa manis, gurih, dan pedas merica. Aroma yang menonjol dari kue ini adalah aroma jeruk purut dan pandan. Hal yang sangat menarik dari kue ini adalah warnanya yang hitam. Pewarna yang dipakai untuk menghitamkan kue ini sangat alami, yakni berupa abu dari batang jeruk purut yang dibakar. Proses pembuatan kue ini diawali dengan mempersiapkan terlebih dahulu abu batang jeruk purut yang kemudian dicairkan dengan sedikit air, lalu disaring dengan kain sifon sehingga menjadi semacam pasta berwarna hitam. Setelah itu, proses pembuat...
Ketan Sakmo atau Rantosakmo merupakan makanan khas Jambi yang tersedia hanya pada momen-momen tertentu saja. Ketan Sakmo terdiri atas perpaduan 2 jenis makanan, yaitu ketan dan sakmo. Dalam tradisi upacara adat di Jambi, khususnya dalam adat mengantar belanjo, ketan sakmo merupakan salah satu makanan yang disediakan oleh pihak calon pengantin perempuan ketika menerima hantaran dari pihak pengantin laki-laki. Ada makna filosofis yang terkandung dalam ketan sakmo berkaitan dengan harapan dari seluruh keluarga terhadap kelangsungan masa depan calon pengantin. Ketan yang sifatnya lengket melambangkan harapan agar rumah tangga yang akan dibangun oleh calon pengantin tetap langgeng karena hati mereka selalu saling melekat. Sakmo yang rasanya legit dan manis melambangkan harapan agar kelak kehidupan rumah tangga calon pengantin bahagia. Proses pembuatan ketan sakmo memang dapat dikatakan cukup rumit dan memakan waktu yang lama. Ketan dimasak tersendiri. Bahannya terdiri atas beras...
Kerupuk Ikan Panggang merupakan camilan khas Jambi yang tetap digemari oleh masyarakat. Keistimewaan kerupuk ini terletak pada cara memasaknya yang bebas dari minyak karena untuk menjadi makanan ringan, sesuai dengan namanya, kerupuk ini dipanggang di atas bara. Di kecamatan Danau Teluk ada beberapa orang yang khusus membuat kerupuk panggang. Bahan utama pembuat kerupuk berupa daging ikan gabus, tepung sagu, dan telur. Proses pembuatan diawali dengan melepaskan daging ikan dari tulangnya. Kemudian, daging ikan dicampur dengan tepung sagu, telur, garam dan penyedap rasa sehingga menjadi adonan yang siap untuk direbus. Olahan daging ikan yang sudah direbus tersebut sebenarnya sama dengan tepek ikan. Bedanya adalah pada proses selanjutnya, yakni untuk menjadi kerupuk, tepek ikan setelah dingin, diiris tipis kemudian dijemur. Setelah itu, barulah kerupuk ikan tersebut dipanggang. Perajin kerupuk di Danau Teluk masih menggunakan peralatan tradisional untuk menghasilkan kerupuk ikan p...
Jambi Kota Seberang terkenal dengan kuliner tradisionalnya, baik yang berupa masakan maupun kue-kue. Kue ketan goreng merupakan kue tradisional yang berasal dari sana dan merupakan salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Sesuai dengan namanya, kue ini bahan baku utamanya adalah beras ketan. Resep kue ini adalah sebagai berikut: 1 kg beras ketan 1 liter santan kentang wortel 1 ons udang kering Bawang merah Bawang putih Ketumbar Merica 2 butir telur 2 sendok tepung terigu Cara membuat: Sebelum memasak beras ketan, terlebih dulu dibuat adonan isi. Untuk membuat adonan isi, kentang dan wortel setelah dikupas, dicuci bersih, lalu dipotong-potong dengan bentu petak-petak kecil. Setelah itu, ditumis bersama bawang merah putih yang sudah dihaluskan, dan udang kering. Bubuhi sedikit garam, merica dan ketumbar bubuk. Setelah matang, angkat dan sisihkan. Beras ketan setelah dicuci, dimasak dengan santan y...
Kue tanah termasuk dalam kategori kue kering yang secara umum sering disebut cookies yang artinya small cake. Di Indonesia orang menyebut cookies dengan istilah kue kering. Istilah ini digunakan karena kue kering ketika dimakan terasa renyah dan kering. Proses pembuatan kue tanah dapat dikatakan agak rumit dan membutuhkan kesabaran. Sebagai kue tradisional, ada beberapa hal yang dapat dijadikan catatan untuk menunjukkan perbedaan antara kue kering tradisional dan kue kering modern. Selain perbedaan dalam proses membuat adonan dan membakar kue, juga ada perbedaan bahan-bahan pembuat kue dan fungsinya. Warna kue tanah yang menyerupai warna tanah diperoleh dari hasil menggoseng tepung beras yang menjadi bahan baku utamanya dan dipertajam dengan warna gula merah yang menjadi bahan pemberi rasa manis pada kue. Jadi tidak menggunakan zat pewarna. Kue tanah tidak menggunakan mentega tetapi santan yang dimasak sampai berminyak. Fungsi santan dalam pembuatan kue tanah ini dapat d...
Sarang Semut Ubi Kayu, sesuai dengan namanya, merupakan kue tradisional yang bahan bakunya adalah ubi kayu. Rasa ubi kayu yang tidak manis dipadukan dengan inti, yakni kelapa parut yang dimasak dengan gula merah. Sarang Semut Ubi Kayu merupakan salah satu kue tradisional yang berasal dari daerah Jambi Kota Seberang. Proses pembuatannya memang memerlukan waktu yang lama, karena itu, makin lama makin enggan orang membuat kue ini. Sekarang ini, hanya pada momen-momen tertentu saja kue ini dibuat orang, misalnya pada saat bulan Ramadhan. Untuk membuat kue ini, ada dua adonan yang mesti dipersiapkan yaitu adonan ubi kayu dan adonan inti. Biasanya, orang terlebih dahulu memasak inti. Untuk membuat inti diperlukan gula merah, air, daun pandan, dan kelapa parut. Cara membuatnya: masak gula merah dan air sampai gula larut. Rebus selama beberapa saat sampai air gula menjadi agak kental. Masukkan daun pandan, lalu masukkan juga kelapa parut. Masak dengan api kecil, sampai airnya kering...
Kuping kancil merupakan makanan ringan semacam rempeyek kacang. Bahan bakunya tepung beras dan kacang tanah. Beda antara rempeyek kacang dan kuping kancil terletak pada kacangnya. Kacang tanah pada kuping kancil dibuang kulitnya terlebih dahulu. Bahan: 250 gr kacang tanah dibersihkan kulit arinya, lalu ditumbuk kasar 250 gr tepung beras 75 gr tepung sagu 1 butir telur 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa Bumbu halus: 1/2 sdt ketumbar sangrai, seruas kencur, garam secukupnya, 2 butir kemiri, daun jeruk purut Cara membuatnya: Campur santan, telur, tepung terigu dan tepung sagu dengan bumbu yang sudah dihaluskan, aduk rata. Siapkan minyak untuk menggoreng, disarankan minyak dengan dua penggorengan, satu dengan api kecil, satu dengan api sedang. Tuang adonan dalam minyak pada penggorengan dengan api kecil, biarkan melebar, taruh kacang tanah yang sudah ditumb...