116 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Mula Hama
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Adalah suatu dongeng, yaitu mengenai Batara Siwa yang beristana di Gunung Mahameru. Beliau mempunyai tiga orang putera di Bali. Tabik pekulun 1) putera yang paling tua beristana di Gunung Agung putra yang kedua beristana di Andakasa. Putera yang ketiga atau yang terkecil di Pura Batur. Ketiga orang Putra yang bersaudara itu diberi nasehat oleh Betara Siwa.”Wahai putra-puteraku bertiga hendaklah kamu mengerti dan baik-baiklah kamu bersaudara di sini, di Bali. Kamu memerintah pulau Bali ini jangan sampai sekali –kali bertengkar antar saudara, Hendaklah kalian selalu rukun !”. Aku sekarang beristana di Gunung Semeru dan dari sanalah aku akan memperhatikan caramu memerintah pulau Bali ini”, demikian perkataan Batara Siwa. Lalu berkata ketiga putera beliau, “Ya,baiklah Betara, hamba akan menuruti sebagai yang Betara wejangkan. Hamba akan mengurus dan mengatur daerah Bali ini, demikian perkataan ketiga putera tersebut. Sesudah itu Batara Siwa pergi ke Gun...

avatar
Roro
Gambar Entri
Asal Mula Tarian Sanghyang Dedari Desa Bona
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Asal Mula Tarian Sanghyang Dedari Desa Bona   Sejarah awal mula tarian ini khususnya yang berasal dari desa bona, blahbatuh, gianyar diserang wabah penyakit yang diderita oleh warga, wabah yang begitu cepat dan sulit diobati,   Konon, ada beberapa anak-anak gadis bermain di seputaran pura puseh yang pada saat itu baru usai “piodalan” atau upacara agama, mereka bermain sambil bernyanyi-nyanyi lagu shanghyang.   Seorang gadis lalu menari mengikuti irama nyanyian sanghyang, tanpa sadar gadis itu kerawuhan atau kemasukan.   Melihat kejadian ini wargapun memutuskan untuk nangiang atau mensakralkan tarian sanghyng dedari dengan harapan wabah penyakit hilang dan tidak kembali mewabah desa.   http://colekpamor.blogspot.com/2016/03/tarian-sakral-sanghyang-dedari.html

avatar
Roro
Gambar Entri
Asal Usul Leluhur Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Warga Desa Kedisan, Abang, Trunyan, dan Songan (Batur) Bangli disebut berhubungan saudara lewat beberapa kisah. Salah satunya cerita versi Desa Trunyan.  Menurut legenda, ini berkaitan dengan kisah pencarian Pohon Taru Menyan yang keharumannya hingga ke Pulau Jawa. Cerita ini dirangkum Thomas A. Reuter dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains. Dikisahkan, Raja Solo mengirimkan empat orang anaknya ke Bali untuk mencari sumber minyak wangi aneh yang keharumannya mencapai sejauh istananya di Jawa Tengah.    Ketiga orang saudara laki-laki dan perempuan yang paling muda mengikuti bau yang tidak begitu keras itu. Bau itu berasal dari sebuah pohon kapur barus (taru menyan) yang terdapat di Trunyan, di tepi Danau Batur yang jauh.    Ketika mereka pada akhirnya sampai di danau itu, saudara perempuan mereka yang paling muda memutuskan untuk tinggal di Pura Dewi Danu dengan tempat keramat bernama Ratu Ayu Mas Makateg.   Saud...

avatar
Aze
Gambar Entri
Bhuta Kala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Masyarakat Bali meyakini bumi dan samudera secara niskala juga dimiliki oleh bentuk yang ajaib dan tujuan yang jahat, yaitu bhuta kala (yang secara harfiah berarti buta waktu).    Thomas A reuter menjelaskan dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains bahwa selain wong alus, masyarakat Bali meyakini pula adanya bhuta kala. Bahkan dewa-dewa pun ketika marah dan diabaikan dapat menjadi bhuta kala, dimaknai sebagai suatu katagori yang bersifat destruktif terhadap kehidupan, kesehatan, kesuburan, dan kemakmuran. Dalam beberapa mitos yang dicatat masyarakat setempat, dijelaskan bahwa bhuta kala itu sendiri selama mereka dianggap sebagai makhluk yang sebenarnya dan bukan sebagai watak, sesungguhnya adalah makhluk yang baik. Mereka mendapat bentuk yang seram dan tempat yang rendah karena imajinasi manusia, yang pada akhirnya telah menggantikan mereka dari dunia.   Dewa-dewa pun disebut telah mengutuk bhuta kala sehingga mereka harus bersembun...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal Usul Padi Menurut Legenda Hindu Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Berdasarkan legenda, sebenarnya orang Bali hanya meminum air tebu sebagai pengganti asupan makanan. Lalu, demi mengangkat manusia dari penderitaan, Dewa Wisnu memutuskan turun ke Bumi.    Penggalan kisah ini merupakan bagian dari kisah yang dituturkan Miguel Covvarubias berjudul Persawahan di Bali dan dihimpun oleh Adrian Visckers (2012) dalam buku Bali Tempo Doeloe. Kisah ini berlanjut dengan turunnya Wisnu ke Bumi. Dewa Air sekaligus kesuburan datang dengan sembunyi-sembunyi untuk menganugerahkan makananan yang lebih banyak.    Kemudian, Dewa Wisnu menghamili Ibu Pertiwi, Dewi Kasih Sayang, hingga akhirnya melahirkan padi.    Wisnu kemudian menuntut Dewa Indra untuk memintanya mengajarkan manusia tentang cara menanam padi.    Sehingga, legenda ini menjelaskan bahwa padi yang merupakan sumber utama kehidupan dan kemakmuran merupakan hadiah dari para dewa. Padi lahir dari penyatuan kosmik di...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kisah Dibalik Terciptanya Dua Mata Air di Pura Taman Telaga Tawang Sidemen Karangasem
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Pura Taman Telaga Tawang penyungsung Jagat yang terletak di Dusun Banyu Campah, Desa Adat Tabole, Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, memiliki mata air yang masih sangat bersih dan jernih. Ini merupakan tempat yang tepat bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang senang berwisata spiritual. Dikisahkan dari “pacentokan” (bertanding mengadu kesaktian “kawisesan”) antara Ida Betara Manik Angkeran dengan Ida Pandita Sakti Telaga, di mana keduanya memiliki kesaktian yang sangat ditakuti.  Ide Panditha Sakti Telaga pun menguji Ide Betara Manik Angkeran untuk membuktikan kesaktiannya yang katanya bisa membakar rumput yang terkena “Warih” (air kencing).    Tantangan Ida Pandhita Sakti Telaga menyulut emosi Ida Betara Manik Angkeran sehinga disepakatilah oleh Ida Betara Manik Angkeran turun dari Pura Besakih untuk membuktikan kesaktiannya dengan memgambil lokasi di Desa Telaga Tawang, tepatnya di pura Ta...

avatar
Aze
Gambar Entri
Misteri Pura Lumbung Sukaluwih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Julukan pulau seribu pura memang layak disandang Bali. Namun, perlu diketahui bahwa julukan tersebut bukan hanya menyoal kuantitas. Keunikan dan makna dari setiap pura juga harus jadi perhatian. Seperti misalnya dengan keberadaan Pura Lumbung yang terletak didasar jurang sedalam 8 meter di Desa Adat Sukaluwih, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Di Pura Lumbung ini berstana Ida Bethare Sri Rambut Sedana dan Ida Bethare Sangkare.Prosesi odalan Pura Lumbung yakni dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada hari Tumpek Ngatag. Upacara dilaksanakan di pagi. Setelah upacara selesai, baru kemudian masyarakat melaksanakan tradisi ngatag di kebun masing-masing. Di dalam Pura Lumbung juga terdapat Tirta Abadi disebut-sebut sebagai tirta Nangluk Merane, atau penangkal segala jenis Hama. Konon, seberapa banyak pun orang yang datang untuk ngelungsur atau memohon, tirta itu tidak akan pernah habis. Begitu pula pada musim kemarau. Jero Seribek juga mengatakan pernah ada datang d...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal Usul dan Arti Nama Orang Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Jika Anda sedang berada di Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, dan sebagainya. Semua nama itu ternyata ada artinya. Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali. Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki. Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba. Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan. Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoma...

avatar
Aze
Gambar Entri
Mitologi, Larangan Penggunaan Bunga Mitir dalam Persembahyangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Bunga merupakan salah satu sarana persembahyangan dan sarana upacara Yadnya dalam agama Hindu . Bunga merupakan lambang kesucian, sehingga diharapkan dalam penggunaannya menggunakan bunga yang masih segar, bersih dan harum. Dalam  Agastyaparwa    telah dijelaskan jenis-jenis bunga berdasarkan kondisi dan tempatnya,  yang tidak baik digunakan untuk persembahyangan. yaitu sebagai berikut: Bunga yang berulat, Bunga yang gugur tanpa digoncang, Bunga-bunga yang berisi semut, Bunga yang layu, yaitu bunga yang lewat masa mekarnya, dan Bunga yang tumbuh di kuburan. Penggunaan Bunga Mitir Bunga Mitir/ Gemitir seringkali ditemukan dalam canang ataupun upacara yadnya. Penggunaan tentang Bunga Mitir telah dijelaskan dalam Lontar Kunti Yadnya. Dikatakan bahwa Bunga Mitir  berasal dari darah Bhatari Durga. Sehingga bunga ini dinyatakan tidak patut dipersembahkan sebagai sarana Dewa Yadnya. Dalam Lontar Aji Jananta...

avatar
Aze