302 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Timun Mas - Jawa Tengah Pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang anak pun. Setiap hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun. “Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju. Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bul...

avatar
Mas Ardy Wijaya
Gambar Entri
Asal Nama Tegal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Penggunaan nama/kata Tegal mengacu kepada istilah tegalan, tetegil (ladang), atau nama sebuah desa yang pada mulanya adalah merupakan bagian dari Kabupaten Pemalang yang setia kepada trah Kerajaan Pajang Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tegal

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kerajaan Nusatembini
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita sejarah tentang Kerajaan Nusatembini mengambil  setting  di wilayah sekitar Pulau Nusakambangan. Nusatembini diceritakan sebagai sebuah Kerajaan Siluman yang cukup besar. Kerajaan ini memiliki wilayah di sekitar pantai Cilacap hingga pulau Nusakambangan. Keraaan ini memiliki benteng alamiah berupa tanamana bambu hingga  tujuh lapis (Baluwarti pring ori pitung sap). Penggambaran benteng alamiah dari pagar bambu lapis tujuh itu dapat ditafsirkan bahwa si pembuat cerita hendak mengatakan bahwa pertahanan kerajaan Nusatembini terebut cukup kuat. Selain itu juga menunjukkan bahwa tanaman Bambu Ori merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai pagar atau pengamanan bagi masyarakat Cilacap terhadap gangguan keamanan.             Kerajaan Nusatembini dipimpin oleh seorang penguasa  wanita (raja putri) berparas cantik bernama Brantarara. Kecantikan sang putri menarik perhatian para peng...

avatar
Aulahanim
Gambar Entri
Kadipaten Donan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Kadipaten Donan diperkirakan pada periode awal perkembangan Islam di Tanah Jawa. Donan tidak berlokasi di dekat  pantai selatan Cilacap, tetapi di daratan bagian utara, sekarang masuk sekitar Kota Cilacap. Dalam cerita itu dikatakan bahwa Donan pada mulanya merupakan daerah hutan. Daerah itu mulai dibuka menjadi daerah pemukiman migrasi orang-orang Banyumas. Salah satu kelompok pendatang adalah rombongan Raden Ronggosengoro utusan dari Adipati Mrapat, seorang menantu dari Adipati Wirasaba. Raden Songgosengoro beserta rombongannya akhirnya menetap di wilayah itu. Ia pandai memimpin rakyat dengan mengubah daerah Donan yang semula sepi menjadi pemukiman yang ramai. Ronggosengoro kemudian diangkat menjadi Adipati di Donan oleh Adipati Wirasaba. Di bawah kepemimpinan Adipati Ronggosengoro daerah Donan secara berangsur-angsur berubah menjadi daerah yang ramai dan makmur. Penduduknya hidup dalam kecukupan, tidak kekurangan sandang maupun pangan. Keam...

avatar
Aulahanim
Gambar Entri
Asal Muasal Aksara Jawa - Jawa Tengah - Jawa Tengah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Sembada terkejut ketika siang itu Dora, temannya, tiba-tiba berkata, “Tuanku Ajisaka menyuruhku untuk mengambil keris.” “Keris yang mana?” tanya Sembada heran. “Keris pusaka yang kita jaga,” kata Dora mantap. “Tadi aku bertemu dengan utusan Tuanku Ajisaka dari Medang Kamulan. Beliau menginginkan keris itu dibawa ke sana,” lanjut Dora. “Kunci kotak penyimpanannya kamu yang bawa, kan? Serahkan padaku supaya aku bisa membuka kotak itu dan mengambil kerisnya.” “Tidak mungkin!” bantah Sembada keras. “Tuanku Ajisaka sudah berpesan, keris itu tidak boleh diberikan pada siapa pun sampai beliau sendiri yang mengambilnya.” Sembada memandang Dora dengan curiga. Jangan-jangan Dora sendiri yang menginginkan keris itu. Keris yang mereka jaga merupakan keris yang sangat sakti. Konon, tidak ada apa pun di muka bumi ini yang tidak dapat ditembus oleh keris itu. Bahkan ada yang mengatakan ker...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kinjeng Tangis - Jawa Tengah - Jawa Tengah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Gendu anak laki-laki yang tampan. Kulit tubuhnya kuning langsat, bersih, dan bercahaya. Mirip pangeran dari kerajaan meskipun ia hanyalah anak sepasang pencari kayu bakar yang miskin. Sayangnya, Gendu tak pernah mau pergi bersama kedua orangtuanya ke hutan mencari kayu bakar. Ia pun tak mau bertandang ke desa tetangga. Ia malu mempunyai orangtua yang hitam, dekil, dan miskin. Setiap pagi, saat Gendu masih tidur mendengkur, Bapak dan Emak sudah berangkat ke hutan. Menjelang siang, Gendu baru bangun. Yang dibuka pertama kali adalah tudung saji di atas meja kayu yang telah kusam dan lapuk. Semua yang terhidang itu dimakannya. Setelah itu, ia pergi dan bermain dengan anak-anak orang kaya. Selama ini Gendu mengaku pada mereka bahwa dirinya anak bangsawan. Ia tak pernah mengakui Bapak dan Emak sebagai orangtua kandungnya. Suatu hari, ia kepergok tiga orang pemburu yang mampir ke rumah. Saat itu ia sedang makan bersama kedua orangtuanya. “Lho...

avatar
Oase
Gambar Entri
Sam Poo Kong
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikunjungi orang Tionghoa. Legenda kunjungan Laksmana San Poo Tay Djien atau yang dikenal dengan nama populer Cheng Ho, di Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu yang paling terkenal. Klenteng Sam Poo Kong yang berdiri tegak di kawasan Bukit Simongan menjadi saksi bisu penjelajahan Cheng Ho di Indonesia.  Bangunan yang kini dijadikan tempat ibadah pemeluk Tridharma (Taoisme, Buddhisme dan Konfusianisme) itu berada di kawasan yang awalnya menjadi tempat berteduh Cheng Ho saat harus "terpaksa" berlabuh pada tahun 1416, karena juru mudi kapalnya, Ong Keng Hong, sedang sakit keras. Kondisi Ong Keng Hong bersangsur membaik setelah dirawat oleh beberapa awak kapal yang menetap bersama warga Bukit Simongan.  Baik Cheng Ho, Ong Keng Hong, dan sebagian awak kapalnya beragama Islam. Setelah membaik, Ong Keng Hong dan awak kapal lainnya mulai menyebarkan agama Islam. Mereka juga selalu menceritakan sosok Cheng H...

avatar
Dignaay
Gambar Entri
Banteng Loreng Binoncengan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Mungkin kita sering mendengar Banteng Loreng Binoncengan saat membaca buku-buku mengenai Tegal. Banteng Loreng Binconcengan adalah salah satu falasah lokal warisan nenek moyang yang ada di Tegal yang menggambarkan watak orang Tegal yang gagah berani (divisualisasikan dalam bentuk hewan banteng) dan agak kasar (harimau loreng), akan tetapi pada hakikatnya Banteng Loreng Binoncengan dapat dituntun, ditunggangi, dan dikuasai oleh orang yang lemah lembut dan ramah-tamah serta tidak mempunyai maksud buruk. Seseorang tersebut biasanya dilambangkan oleh seororang anak laki-laki, yang mengerti betul perwatakan banteng. Diceritakan, anak laki-laki tersebut adalah seorang penggembala atau bocah angon, yang menjaga bantengnya dengan penuh kasih sayang, sehingga ketika harimau akan menerkam bocah angon itu, banteng melindungi dan menyelamatkan bocah angon meskipun menderita luka parah pada sekujur tubuhnya. Dalam buku Insya Allah, Kanjeng Agus Riyanto menuliskan: “Gambaran Banteng...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sejarah Mardiyah tokoh legendaris asal Tegal yang terkenal kaya raya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita tentang Mardiyah tokoh legendaris asal Tegal yang kaya raya menurut sumber yang bisa dipertanggung jawabkan (menurut Dasuki Raswadi) adalah Hj. Mardiyah. Wanita kaya itu lahir sekitar tahun 1908 dan memiliki adik yang bernama Zainnudin Yasin, Zainurridho, Kapsah, dan A. Wahid. Beliau hidup dan meninggal di Desa Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Dimakamkan di pemakaman umum Kemasanijo Bandasari Kec. Dukuhturi Kab. Tegal. Kekayaan yang dimilikinya antara lain beberapa hotel (konon memiliki hotel juga di Makkah), kapal untuk memberangkatkan jemaah haji. Mardiyah sendiri memiliki sosok tubuh agak kurus kecil kulit sawo matang namun tiap hari selalu memakai perhiasaan emas yang full (penuh) sekujur tubuhnya dan tidak pelit. Mardiah bangkrut karena anak laki-lakinya memiliki hobi berganti-ganti wanita dan rata-rata wanita yang bersamanya matre. Ditambah lagi suami Mardiah juga menikah kembali dengan Fatma. Akibat kakaknya dimadu, seluruh adik-adik Mardiah mulai menjauh d...

avatar
Riziqmyusuf