2.369 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Manca
Tarian Tarian
Sulawesi Tengah

Tarian Manca adalah salah satu tarian yang sangat populer dikalangan masyarakat Bajo.Tarian ini dilakukan pada saat ada pesta pernikahan yang resmi (Massuro). Biasanya tarian ini dibawakan oleh sepasang pamanca (tukang manca) terdiri dari dua orang yang masing-masing saling membawa peddah (pedang). Tarian ini sudah merupakan turun temurun dari nenek moyang mereka.Si pamanca sudah terlatih sejak kecil,sehingga gerak badannya sangat lentur sesuai dengan irama sarroni/sulleh(seruling) dan gandah (gendang). Sumber: http://auteurdelaction.blogspot.com/2014/07/suku-bajo-arsitektur-sosial.html

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Sile' Kampoh
Tarian Tarian
Sulawesi Tengah

Silat kampung merupakan tradisi adat istiadat suku bajo.Ini bersinambungan dengan manca artinya semua jurus-jurus yang didapat dari silat kampung diterapkan dalam manca.Silat kampung ini tidak sembarangan orang untuk mempelajarinya.Syaratnya harus sudah cukup umur.Untuk mempelajari silat ini dibutuhkan empat minggu ini sudah sempurna.Prinsipnya silat adalah jalan hidup yang meliputi berbagai aspek kehidupan seorang manusia. Sumber: http://auteurdelaction.blogspot.com/2014/07/suku-bajo-arsitektur-sosial.html

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tari Lulo #SBM
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari lulo merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Kendari hingga saat ini masih eksis meskipun telah mengalami pergeseran fungsi sebagai respon terhadap perubahan kebudayaan. Pada awalnya, tari lulo merupakan ritual untuk memuja Dewi Padi terutama pada seusai panen. Kata lulo sendiri berarti menginjak-injak onggokan padi untuk melepaskan bulir dari tangkainya. Dengan demikian, tari lulo merupakan ekspresi kebudayaan yang berdasarkan pada pertanian. Namun seiring perkembangan zaman, tari lulo tidak lagi dimainkan sebagai ritual pesta panen, tetapi menjadi hiburan masyarakat Kendari dalam berbagai even sosial seperti perkawinan, ulang tahun, penyambutan tahun baru dan bahkan pada saat MTQ Nasional kemarin tari lulo juga ditampilkan. Sejarah munculnya tari lulo, tidak terlepas dari dari sistem mata pencaharian dan sistem kepercayaan lokal masyarakat Tolaki kuno. Suku Tolaki kuno dikenal sebagai suku yang menempati wilayah dataran dan pegunungan. Mata pencaharian utama me...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Lolyana
Tarian Tarian
Maluku

Tarian ini mengangkat upacara panen lola ke dalam bentuk pertunjukan. Lolyana sendiri adalah kata umum yang dipakai untuk pekerjaan untuk mengumpulkan salah satu hasil laut, lola. Panen lola ini dilaksanakan setelah sasi lola dibuka secara resmi oleh ketua agama dan pemangku adat setempat. Di daerah Maluku, sasi dikenal sebagai salah satu pranata adat yang diartikan sebagai larangan atau pantangan untuk mengumpulkan hasil alam, baik hasil alam maupun hasil laut, sampai batas waktu yang telah disepakati bersama oleh seluruh masyarakat desa. Fungsinya adalah sebagai alat kontrol untuk mengatur dan menjaga kelangsungan dan kelestarian sumber daya alam dari keserakahan manusia. Proses panen lola diawali dengan pesta rakyat mengelilingi api unggun sejak malam hari hingga subuh. Upacara itu dilanjutkan syukuran dan doa kepada Yang Maha Kuasa demi keberhasilan panen yang akan dilaksanakan. Menjelang terbitnya matahari, panen dilakukan secara gotong royong oleh kaum pria dan wanita. Pro...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tari Lumense #SBM
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Di masa lalu Tari Lumense dilakukan dalam ritual pe-olia, yaitu ritual penyembahan kepada roh halus yang disebut kowonuano (penguasa/pemilik negeri) dengan menyajikan aneka jenis makanan. Ritual ini dimaksudakan agar kowonuano berkenan mengusir segala macam bencana. Penutup dari ritual tersebut adalah penebasan pohon pisang. Tarian ini juga sering ditampilkan pada masa kekuasaan Kesultanan Buton. Seiring dengan perkembangan, fungsi tari Lumense pun mulai bergeser. Ada pendapat yang mengatakan bahwa tari Lumense bercerita tentang kondisi sosial masyarakat Kabaena saat ini. Corak produksi masyarakat Kabaena adalah bercocok tanam atau bertani, masyarakat masih melakukan pola tradisional yaitu membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Sementara parang yang dibawa oleh para pria menggambarkan para pria yang berprofesi sebagai petani. Simbol pohon pisang dalam tarian ini bermakna bencana yang bisa dicegah. Oleh karena itu klimaks dari tarian ini adalah menebang pohon pisang. Artinya,...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Pado'a
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Tarian pado’a merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari ritual adat lainnya seperti Banga Liwu, Buiihi, dan Hole.Tarian ini biasannya dilakukan pada malam hari sebelum dilakukan kegiatan Buihi besok harinya. Seperti pada umumnya kegiatan pado’a diawali dengan ritual-ritual adat yaitu suguhan sirih pinang dan kelapa wangi ( kenana,kellela dan nyiu wau mangngi) diatas batu persembahan atau wowadu turu. Sesudah acara pendahuluan ini Mone Pejo atau tokoh yang dituahkan dan dianggap mengerti tata caranya mulai melakukan koordinasi dengan para peserrta yang hadir dan sudah siap dengan ketupat yang dibuat dari daun lontar serta berisi kacang hiau untuk diikat dikaki. Dalam syair yang dilantunkan oleh Mone Pejo berisi puja dan puji kepada sang pencipta alam semesta dan para leluhur yang telah memberikan kesuburan, kemakmuran serta kelimpahan sehingga mereka telah panen hasil  tanamannya, baik kacang hijau maupun jagung serta padi. Pandangan masyarakat sabu sendiri...

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Tari Kipas Pakarena #SBM
Tarian Tarian
Sulawesi Selatan

Pakarena berasal dari bahasa Makassar  karena  yang artinya main. Dengan mendapatkan prefiks  pa  yang menandakan pelaku, jadi  pakarena  berarti si pemain. Kata  karena  dalam konteks ini diartikan sebagai tari sehingga  pakarena  bisa diartikan penari. Tidak diketahui dengan jelas kapan Pakarena ini mulai ditarikan untuk dan siapa yang menciptakannya, namun yang pasti kesenian ini sempat menjadi tarian resmi istana pada masa Raja Gowa ke-16. Kehadiran tari pakarena seringkali dikaitkan dengan mitologi To Manurung (orang yang turun dari langit) yang berkembang pada masyarakat suku Makassar. Ada dua versi menyangkut hal ini, yang pertama adalah pada saat kerajaan Gowa Purba mengalami chaos dari 9 kelompok pendukungnya. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan seorang sosok pemimpin yang dapat menyatukan mereka. Hingga akhirnya terdengarlah kabar kedatangan seorang puteri yang turun dari langit dan menyatakan kemampuan dalam menye...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Tari Batu Nganga
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Barat

Tari Batu Nganga adalah merupakan seni tari yang berlatar belakang tentang cerita rakyat. Konon ceritanya mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk batu dan permohonan mereka agar sang putri dapat keluar dari dalam batu. Sumber: http://dunia-kesenian.blogspot.com/2014/08/tari-batu-nganga-tarian-daerah-ntb.html

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Ma' Bundu
Tarian Tarian
Sulawesi Barat

Tari Ma’bundu  adalah  Tarian perang tradisional kreasi baru yang dipadukan dengan      beberapa tarian Tradisional Kecamatan Kalumpang dan kecamatan Bonehau  Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Tari Ma’bundu diangkat dari kisah cerita perang masa lampau yang saling mengadu   ketangkasan kekebalan terhadap senjata-senjata  tajam dan yang keluar menjadi pemenang  membawa ulu tau ( Pernggalan kepala lawan ). jumlah personil dalam tarian Ma’bundu adalah sebanyak 10 orang. Busana dan perlengkapan  : 1. Busana : pakaian kebesaran yaitu BEI yang dihiasi dengan ukir-ukiran yang  terbuat dari kerang kecil. 2. Assesoris pada bagian kepala : Topi yang memakai tanduk dan palo-palo 3. asseoris pada bagian tangan : potto Ballusu ( gelang-gelang ditangan ) 4. alat : Tombak, gendang Sumber: https://tamanbudayasulbar.wordpress.com/2011/02/23/tari-mabundu/

avatar
Hamzahmutaqinf