Gethok Dino merupakan salah satu tahapan dalam adat pernikahan jawa setelah direstui oleh pihak orangtua mempelai wanita. Gethok Dino adalah tahapan pernikahan yang menentukan hari yang baik untuk waktu pelaksanaan ijab kabul dan resepsi pernikahan. Proses ini tidak hanya terdapat kebudayaan jawa di Jogja saja, tetapi menyebar ke semua suku jawa dan sebagian masyarakat sunda.  Bagi orang Jawa ada pilihan hari-hari tertentu yang dipandang "lebih baik" untuk menyelenggarakan sebuah hajatan, meskipun saat ini banyak masyarakat jawa yang menyelenggarakan pernikahan tanpa melewati proses ini terlebih dahulu. Pemilihan hari baik ini biasanya ditentukan berdasarkan jumlah weton (hari kelahiran) kedua mempelai, menghindari hari pasaran meninggalnya anggota keluarga (ayah, ibu, nenek dan kakek, saudara kandung), dan menghindari hari atau bulan tertentu yang menurut adat jawa tidak baik untuk menjalankan prosesi pernikahan. Hari- hari yang dihindari sebagai w...
Bediom adalah suatu adat pindah rumah (lamban) yang umum dilaksanakan oleh warga masyarakat Lampung Barat bagian pesisir. Tradisi Bediom ini tidak hanya dilakukan oleh suatu keluarga ketika akan pindah ke rumah yang baru dibangun, tetapi juga rumah lama yang akan ditempati lagi setelah ditinggalkan oleh penghuni sebelumnya. Adapun tujuannya adalah untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah yang telah diberikan. Adat bediom biasanya dilaksanakan pada bulan-bulan yang dianggap baik dalam kalender Islam, seperti Muharam, Maulud atau Bulan Haji dengan waktu pelaksanaan sebelum subuh dan isha (antara pukul 04.30-05.00 pagi). Sementara prosesinya sendiri diawali dengan kepala keluarga meninggalkan rumah lama diikuti oleh isteri, anak-anaknya, sanak saudara dan para tetangga menuju ke tempat tinggal baru. Jumlah pengiringnya bergantung pada kemampuan orang yang sedang bediom tersebut. Apabila ia termasuk orang mampu, maka bediom akan berlangsung sangat m...
Benjang adalah kesenian tradisional tatar sunda yg umum di daerah Bandung Timur, biasa ditampilkan bersamaan dengan tarian mirip seperti pencak silat dan gulat. Dalam perkembangannya, seni benjang biasa dibarengi dengan kesenian lain seperti kuda lumping,bangbarongan dan topeng benjang.
Dalam hitungan kalender hijriah terdapat bulan shafar dan maulud. Menurut kepercayaan budaya setempat, bulan maulud adalah bulan yang terdapat banyak bencana atau dalam bahasa sunda disebut "balai". Untuk menangkal "balai", maka dilakukanlah sebuah ritual. Ritual tersebut bernama Rebo Wakasan. Rebo Wakasan bertepatan dengan hari rabu di minggu terakhir bulan shafar. Pada hari tersebut, setelah matahari tergelincir atau kira-kira pukul 7 pagi dilakukanlah solat tolak bala di masjid terdekat. Setelah itu, para ibu-ibu membagi-bagikan makanan yang telah disediakan semalam yaitu apem untuk tetangga terdekat. Namun seiring berjalannya waktu, membagi makanan tidak hanya apem saja. Tetapi juga dibolehkan untuk makanan lainnya seperti wingka, bolu, dll. Dengan diadakannya ritual ini, diharapkan pada bulan maulud tidak terjadi bencana serius yang merugikan. #OSKMITB2018
OSKM18 16018175 M. Nizar Zulmi Berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi pada bulan Rabiul Awal penanggalan Islam, ada sebuah tradisi unik dan menarik yang bisa dinikmati. Tradisi tersebut untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal. Masyarakat Banyuwangi menyebutnya Tradisi Muludan Endog-endogan. Endog dalam bahasa Indonesia berarti telur. Telur tersebut direbus dan diletakkan pada tusukan bambu kecil yang dihias dengan kembang kertas yang disebut dengan kembang endog. Nantinya kembang endog akan ditancapkan pada jodang, yaitu pohon pisang yang juga dihias dengan kertas warna-warni. Biasanya dalam satu jodang berisi 27, 33 ataupun 99 kembang endog. Kemudian jodang-jodang yang sudah ditancap kembang endog akan diarak keliling kampung, bisa dipanggul ataupun menggunakan becak serta diiringi dengan alat musik tradisional seperti alat musik patrol, terbang, ataupun rebana. Setelah diarak keliling kampung, jodang akan diletakkan di serambi m...
Tegal Deso merupakan tradisi menrayakan ulang tahun desa tempat tinggal sekaligus untuk bersyukur atas rezeki dan keeadaan desa yang aman sejahtera yang biasa diadakan oleh masyarakat Gresik. Tegal memiliki arti sebagai tempat bercocok tanam yang melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Kemudian deso berarti sebuah perkampungan. Salah satu tradisinya berada di Desa Sidomoro, setiap tanggal 16 Dzulkaidah warga beramai-ramai berkumpul di balai desa untuk Tegal Deso. Tidak hanya berkumpul mereka juga membawa talam yang berisi nasi uduk,telur,ikan bandeng,ayam goreng, dan urap-urap, ada juga yang membawa buah-buahan, makanan itu nantinya akan ditukar kepada warga lain setelah pembacaan Istighotsah bersama. Tradisi ini telah lama ada dan terus dilestarikan warga Sidomoro.
Natal, sebuah kecamatan kecil yang terdapat di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara memiliki suatu budaya yang khas, yaitu memakai garis keturunan ibu sebagai pemberian warisan, termasuk tahta kerajaan dan mendirikan Rumah Gadang
Sistem patrilineal menyebabkan tanah Pasundan ini memiliki tradisi pernikahan yang cukup unik walau secara umum masih terbilang tak asing apabila dibandingkan dengan daerah lain. Awalnya pria beserta keluarga (sesepuh) melamar wanita dengan membawa suatu tanda (perhiasan, uang, dsb.) tergantung adat di suatu tempat dan kesepakatan bersama sebagai pengikat kedua calon mempelai. Di acara lamaran ini biasanya dibicarakan resepsi pernikahan kefua cakon mempelai. Pihak calon mempelai istrilah yang bertanggung jawab penuh dalam resepsi ini. Biasanya pihak calon mempelai istri berkorban lebih banyak untuk acara resepsi tersebut. Peran pihak calon mempelai pria yaitu memberikan uang sesuai rasio yang telah mereka tetapkan dan berapapun jumlahnya sebaiknya diterima saja oleh pihak calon mempelai. Ada salah satu adat di daerah selatan Bandung atau mungkin di daerah-daerah lain yaitu jika pria memberikan sejumlah uang saat lamaran, maka itu adalah 10% dari total uang yang akan diberikan kepada c...
Rasa hormat yang hadir menyeruak pada tiap sanubari adalah wujud pengakuan kehadiran seseoraan di kehidupan kita dalam posisi yang tinggi karena sebuah kedudukan. Hal tersebut mendorong setiap orang untuk dapatt dihormati dalam suatu lingkup masyarakat yang luas. Di Indramayu misalnya, tak jarang orang-orang berssimpuh pada kehormatan seseorang lebih didominasi oleh kedudukan materil daripada non-materil. Unsur materil yang paling ketara adalah perhiasan emas. Tentuulah hal ini menjadi sorotan kedudukan dan pandangan eksistensi yang menjadi indikator kehormatan terutama di kallangan kaum wanita. Penilaiannya bisa berasal dari kualitas emas, maupun dari kuantitas perhiasan yang termaktub di tubuh kita itu sendiri. Emas dilambangkan kejayaan dan kesuksesan seeorang. Pada tahun 1960-an, pendapatan ekonomi yang didapat individnya itu dikumulatifkan untuk membeli sebuah emas. Di sisi lain esensi kejayaan, emas juga menjadi nafkah suami ke istri yang djberikan pada awal bulan denn...