Hai , nama saya Alya. Saya akan membahas tentang adat ritual Sunda yang biasa disebut Seren Taun. Seren Taun adalah kebudayaan yang berasal dari suku Sunda yang memiliki makna “Seren” yang berarti serah dan “Taun” yang berarti tahun. Sehingga bermakna serah terima dari tahun yang lalu ke tahun yang akan datang , menunjukkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas semua hasil pertanian yang mereka dapatkan. Upacara ini masih sangat dihormati dan dilakukan sampai saat ini. Saya sempat belajar tentang banyak kebudayaan Sunda di sekolah saya saat berada di kelas 12. Guruku, Bu Dini menjelaskan bahwa upacara ini dilakukan dengan mengharapkan hasil panen yang lebih baik lagi ke depannya, bukan hanya suatu perayaan saja. Ritual dilakukan dengan cara mengambil air suci dari tujuh mata air yang telah dikeramatkan, lalu disatukan ke dalam satu wadah dan didoakan , lalu dicipratkan ke seluruh orang yang hadir agar membawa berkah. Kemudian , mereka melakukan...
Upacara Ngaben merupakan bagian dari ajaran Hindu berupa tradisi yang bertujuan untuk menyucikan arwah orang yang sudah meninggal. Dilakukan dengan pembakaran jenazah yang diletakkan pada peti/tempat. Setelah pembakaran selesai keluarga orang yang bersangkutan akan mengantarkan abunya ke laut sebagai simbol agar orang yang meninggal tersebut bersatu kembali dengan penciptanya.
Festival Duan Wu atau yang biasa dikenal sebagai Hari Bakcang merupakan perayaan tradisional warga Tionghoa yang dirayakan pada tanggal 5 bulan 5 dalam penanggalan lunar China. Biasanya warga Tionghoa merayakannya dengan memakan Bakcang. Bakcang itu sendiri merupakan makanan khas dimana terdapat nasi pulut yang berisi daging dan dibungkus dengan daun bambu. Hal ini sesuai dengan asal kata 'Bak' yang berarti daging. Seiring perkembangan zaman , bakcang tidak hanya berisi daging namun bisa digantikan dengan sayur atau kacang sesuai selera. Umumnya perayaan Hari Bakcang ini sama dari satu daerah ke daerah lainnya di Indonesia, namun di Kabupaten Natuna warga Tionghoa merayakannya dengan sedikit berbeda. Warga Tionghoa di Natuna akan berbondong-bondong mandi(berenang) di laut pada tengah hari di Hari Bakcang tersebut. Mandi di laut dipercaya dapat membersihkan diri dan membuang kesialan yang ada. Biasanya warga Tionghoa di ibukota Kabupaten Natuna yaitu Kota Ranai akan merayakannya di...
Pada aslinya, usdek adalah sebuah manifesto politik yang dicetus Bung Karno untuk menanamkan nilai-nilai haluan negara kepada masyarakat Indonesia. Adapun butir-butir manifesto politik itu sebagai berikut: Undang-Undang Dasar 1945 Sosialisme Pancasila Demokrasi terpimpin Ekonomi terpimpin Kepribadian Indonesia Nama usdek adalah singkatan kelima poin di atas, dari masing-masing poin diambil huruf paling depan dan digabung menjadi sebuah kata baru. Singkatan usdek ini kemudian ‘diplesetkan’ oleh masyarakat Jawa Tengah, khususnya di Solo. Dalam versi plesetannya, usdek adalah singkatan dari unjukan, sop, dahar, es, dan kondur. Usdek versi plesetan bukan menunjukkan haluan NKRI, melainkan ikhtisar menu makanan dan minuman yang akan disajikan di sebuah acara syukuran. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan mengingat-ingat menu apa saja yang akan diberikan. Sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa untuk mengadakan sesi makan ber...
Nganteuran "Nganteuran" adalah istilah yang dipakai di daerah Pangandaran, lebih tepatnya di daerah Cijulang untuk mengantar makanan kepada sanak saudara maupun tetangga ketika 1-2 hari menjelang Idul Fitri. Makanan biasanya berisi makanan siap santap seperti nasi, tumis kentang, kacang goreng, olahan daging, bihun, mie goreng, dan lalawuh (biasanya berisi opak, rengginang, rempeyek,dodol, dll). Biasanya makanan tersebut disimpan diatas keranjang berbentuk lingkaran yang terbuat dari plastik tipis yang sudah dialasi oleh kertas nasi, lalu nasi ditaruh diatasnya dan diratakan, lalu ditutup lagi menggunakan plastik nasi, semua lauk pauknya disimpan diatas nasi tersebut, lalu keranjang itu dibungkus oleh keresek dan siap diantar ke sanak keluarga dan tetangga. #OSKMITB2018
Dayak Losarang adalah sebuah komunitas independent yang terbentuk di wilayah kabupaten Indramayu, tepatnya di desa Karimun kecamatan Losarang, yang tidak mau terkait pada kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa , tidak mau terkait dengan partai-partai politik maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan. Bertempat di Desa Karimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Komunitas ini di perkirakan mulai muncul sekitar 13 tahun yang lalu. Belum ada keterangan yang pasti berapa jumlah dari anggota komunitas ini sekarang, akan tetapi,menurut sebuah sumber yang bisa di percaya, warga Desa karimun saja yang sudah masuk jadi anggota komunitas ini sekitar 400 orang , belum di tambah dengan warga desa lainnya. Komunitas ini di pimpin oleh Pangeran Takmad Diningrat Gusti Alam atau biasa di sebut Ki Takmad, yang mengajarkan sebuah ajaran yang di sebut Sajarah Alam Ngaji Rasa. Inti dari ajaran ini adalah pencarian kebenaran dengan menyatukan diri dengan alam se...
Ngaras adalah salah satu bagian dari upacara adat siraman yang artinya mencuci telapak kaki ibu dan bapa. Tujuannya untuk menunjukan rasa sayang anak ke orang tua, dan juga sebagai simbol bakti yang terakhir karena akan menghadapi kehidupan yang baru. Tata cara: Ngacagkeun aisan, diawali oleh calon pengantin perempuan keluar dari kamar Calon pengantin perempuan sujud di pangkuan ibu bapanya sambil mengucapkan "Ema, bapa disuhunkeun wening galihnya, jembar manah ti salira ngahapunten kana sugrining kalepatan abdi. Rehing dina dinten enjing pisan abdi seja nohonan sunah rasul. Hapunten ema, hapunten bapa hibar pangdu'a ti salira." Ibu dan bapa ngejawab sambil mengusap kepala anaknya "Anaking, titipan gusti yang widi. Ulah salempang hariwang, hidep sieun teu tinemu bagja ti ema sareng ti bapa mah, pidu'a sareng pangampura, dadas keur hidep sorangan geulis." Pengantin istri dibawa ke tempat siraman oleh ibu bapanya untuk melaksanakan upacara siraman. Orang tuanya...
Telasanan adalah budaya berupa unjung-unjung asli asal lumajang, jawa timur. Berasal dari bahasa madura telas yang berarti habis. Habis disini karena bertepatan dengan hari raya idulfitri yang bermakna penghabisan dosa selama setahun penuh. Tradisi ini dilakukan selama riyoyo yaitu tanggal 1-7 syawal. Tradisi telasanan dilakukan dengan cara tuan rumah menerima dan menyiapkan tamu dan tetangga dengan sajian makanan. Para ibu sejak tanggal 23 ramadan mulai memasak jangan pedes atau sayur pedas dengan cabai 12 genggaman tangan, ketupat, lontong. Telasanan dimulai setelah ibadah sholat ied. Warga pulang dari ibadah mengunjungi rumah-rumah. Tuan rumah menyajikan makanan tersebut di ruang tamu, minuman (biasanya teh mocca , teh tradisional), dan rokok. Setelah disambut dan disuguhi, tuan rumah pergi meninggalkan para tamu sekitar 20 menit. Penyajian rokok disini bervariasi, ada yang menyajikan toples berisi cengkeh dan tembakau ditambah kertas...
Air Terjun Sedudo merupakan air terjun tertinggi ke-Dua di Jawa Timur selain keindahan alamnya, air terjun ini menyimpan banyak cerita yang sangat misterius