3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hari Raya Nyepi
Ritual Ritual
Bali

Hari Raya Nyepi biasanya dirayakan setiap Tahun Baru Saka 1940. Perayaan ini dilakukan dengan cara yang unik, antara lain melakukan "melasti", mengarak "ogoh-ogoh", mengelilingi rumah sambil menyalakan dupa, sampai tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Hal tersebut dilakukan oleh seluruh umat Hindu.   Acara "melasti" biasanya dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi tergantung panitia adat di daerah masing-masing. "Melasti" dilakukan dengan tujuan untuk mensucikan diri. Umat Hindu biasanya melakukan "melasti" dengan beribadah di pinggir pantai.   "Ogoh-ogoh" biasanya dibuat oleh muda-mudi Hindu beberapa minggu sebelum Nyepi dan diarak satu hari sebelum umat Hindu merayakan Nyepi itu sendiri. Sebelum "ogoh-ogoh" diarak, umat Hindu akan beribadah di perempatan jalan dan banjar masing-masing. Setelah itu, umat Hindu akan memecahkan kelapa di depan rumah dan menyiapkan "segahan" untuk "bhuta kala".   Malam hari, umat Hindu akan mengelilingi rumah sam...

avatar
OSKM18_16018349_Niluh Cantia
Gambar Entri
Ma’nene, Ritual Mengganti Pakaian Mayat di Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah sejak lama terkenal akan alamnya yang permai dan adat yang beragam. Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma' Nene', yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur. Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma' Nene' digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma' Nene' berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara. Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar. Ritual Ma' Nene' oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada par...

avatar
OSKM_16018285_Stefany Imanuel
Gambar Entri
Ritual Suku Sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Indonesia terkenal dengan kebudayaannya yang kaya dan beragam. kebudayaan tersebut tersebar di wilayah Indonesia yang mencapai ribuan pulau. salah satu pulau yang kaya akan kebudayaan adalah Pulau Jawa. Di bawah ini ada beberapa kebudayaan yang berasal dari suku Sunda di Jawa Barat.  Yang pertama adalah budaya tutunggulan. Budaya tutunggulan adalah menumbuk beras di sebuah alat dari kayu yang dibuat panjang dengan lisung yang berbentuk seperti tongkat. Biasanya budaya ini dilakukan beramai-ramai dan menggunakan irama tertentu. Budaya ini banyak dilakukan di pedesaan. Yang kedua adalah budaya 7 bulanan ibu yang sedang hamil. Dalam budaya ini, ibu yang sedang hamil dimandikan sambil dimasukkan belut ke kain yang dipakai untuk mandinya. Setelah dimandikan, ibu hamil itu akan berjualan rujak. Kemudian rujak itu dibeli menggunakan uang-uangan yang terbuat dari genteng. Yang terakhir adalah upacara nyangku. Upacara ini berasal dari Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupat...

avatar
OSKM2018_16218119_Naqiyyah Fil Ayatil Karimah
Gambar Entri
Upacara Adat Ruwatan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Adat Ruwatan                                 Di Jawa Barat sampai sekarang masih ada budaya yang dilestarikan salah satunya yaitu , upacara adat.Upacara adat adalah upacara yang dilaksanakan berdasarkan adat istiadat daerah tertentu,yang turun temurun dilaksanakan.                 Upacara adat di Jawa Barat itu banyak jenisnya yaitu, upacara adat religius,upacara adat pertanian,upacara adat kehidupan manusia. Yang termasuk upacara adat religius yaitu Ngalangsur Pusaka di Garut,Ngunjang di Cirebon, Bubur Syura di Cirebon. Yang termasuk upacara adat pertanian yaitu Seren Taun di Sukabumi, Ngarat di Indramayu, Pesta Laut di Pangandaran, Ngalaksa di Sumedang, dan Ruwatan Bumi di Kampung Adat Banceuy. Yang termasuk upacara adat kehidupan manusia y...

avatar
OSKM_16118112_SITH-S ITB_2018
Gambar Entri
Usaba Dalem Desa Padangkerta
Ritual Ritual
Bali

Hari raya Nyepi merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang jatuh pada tilem ke sanga sasih ke dasa atau pada bulan Maret setiap tahunnya. Sehari sebelum hari raya Nyepi, tepatnya pada saat Tilem Kesanga, diadakan arak-arakan Ogoh-Ogoh di mana Ogoh-Ogoh tersebut merupakan simbol hal-hal negatif maupun sifat negatif yang ada pada diri manusia. Setelah diarak, Ogoh-Ogoh pun dibakar di akhir acara sebagai simbol lenyapnya hal-hal negatif sehingga umat Hindu dapat menjalani hari raya Nyepi dengan jiwa, hati, dan pikiran yang bersih. Keesokan harinya, barulah hari raya Nyepi diadakan.  Namun, tahukan Anda bahwa selain hari raya Nyepi yang diperingati secara nasional, terdapat pula hari raya Nyepi yang berlaku pada satu daerah atau desa adat tertentu yaitu Nyepi Adat. Salah satu desa yang mengadakan Nyepi Adat adalah Desa Padangkerta yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Nyepi Adat di Desa Padangkerta jatuh pada hari K...

avatar
OSKM_16218064_FEONIE AUDINA HARYANTHO
Gambar Entri
'Cingcowong' Budaya Meminta Hujan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Cingcowong merupakan tradisi asli masyarakat Desa Luragung Landeuh. Tradisi ini merupakan upacara sebagai bentuk permohonan masyarakat agar diturunkan hujan. RItual ini dipimpin oleh seorang punduh perempuan yang menggunakan boneka berbentuk perempuan sebagai media perantara untuk komunikasi. Upacara ini baru dilaksanakan ketika di daerah mereka tidak turun hujan dalam waktu yang lama. Ritual Cincongwong melibatkan beberapa orang, yaitu Punduh  sebagai pemimpin ritual, para pembantu punduh (2 orang perempuan membantu pelaksanaan, dan 2 orang lain memainkan alat musik), penanggap cingcowong (orang yang meminta dilaksanakan cingcowong), dan penonton. Sebelum ritual, dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan adalah persiapan punduh, persiapan boneka cingcowong, persiapan sesaji,  dan menyiapkan para pembantu punduh. satu hari sebelum pelaksanaan, boneka cingcowong dikeluarkan dari goah,  kemudian dibawa ke comberan juga meletakann sesaj...

avatar
Krisanggarag
Gambar Entri
Ritual Jelangkung
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Ritual Jelangkung adalh ritual yang dilakukan untuk berkomunikasi dengan si Jelangkung, yakni sosok yang ghaib. Tentunya remaja-remaja di Jakarta tau adanya Jelangkung. Seringkali remaja SMA yang masih naif memanggilnya. Tentu memang berbahaya, tetapi mereka menemukan keseruan dalam melakukan hal-hal yang ghaib seperti ini. Untuk melaksanakan ritual ini cukup mudah, hanya memerlukan: kertas, pena dan koin. Persiapkanlah kertas seperti gambar di atas. Pastikan tulisan huruf dan angka sebesar koin yang digunakan agar dapat mengetahui apa yang ditunjuk dengan lebih mudah. Minimal 2 orang diperlukan untuk memegang koin yang ditaruh di atas gambar rumah di kertas seperti tertera di atas menggunakan jari telunjuk lalu mengucapkan mantra tersebut. Mantra untuk memanggilnya cukup sederhana: Jelangkung Jelangkung Di sini ada pesta kecil Datanglah datanglah Datang tidak diundang Pulang tidak diantar Kalo sudah datang bergeraklah ke "Ya" Lalu si Jelangkung seharusnya otomatis menu...

avatar
OSKM18_16018068_Aurielle Florencia Tanuwidjaja
Gambar Entri
Upacara Tumpe
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Upacara Tumpe merupakan ritual penyerahan telur Maleo pertama dari Luwuk ke Pulau Banggai. Tumpe sendiri mempunyai arti "pertama". Burung Mua' Mua (Maleo) merupakan burung endemik Sulawesi yang hidup di kawasan pantai. Di Banggai berada di Bangkiang Kecamatan Batui. Upacara tumpe dilaksanakan oleh masyarakat kecamatan Batui (Kabupaten Banggai) dan masyarakat kota Banggai (Kabupaten Banggai Laut). Upacara Tumpe ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan september saat musim pertama bertelurnya burung Mua' Mua (Maleo). Sejarah awal Upacara Tumpe bermula ketika raja Banggai yang bernama Adi Jawa mencari istrinya yang bermama Sitti Amina dan anaknya yang bernama Abu Kasim yang pergi meninggalkan Banggai. Kepergian Sitti Amina yang membawa anaknya ini dikarenakan ia difitnah oleh istri kedua raja Adi Jawa. Pencarian raja Adi Jawa menggunakan perahu layar ke Bola dan Matindo tidak membuahkan hasil. Akhirnya sang raja memutuskan untuk berlayar ke pulau Jawa dan tidak akan kembali lagi ke Ba...

avatar
OSKM18_16418035_Fauziyah Saadjad
Gambar Entri
Upacara Tumpe
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Upacara Tumpe merupakan ritual penyerahan telur Maleo pertama dari Luwuk ke Pulau Banggai. Tumpe sendiri mempunyai arti "pertama". Burung Mua' Mua (Maleo) merupakan burung endemik Sulawesi yang hidup di kawasan pantai. Di Banggai berada di Bangkiang Kecamatan Batui. Upacara tumpe dilaksanakan oleh masyarakat kecamatan Batui (Kabupaten Banggai) dan masyarakat kota Banggai (Kabupaten Banggai Laut). Upacara Tumpe ini dilaksanakan setiap tahun pada bulan september saat musim pertama bertelurnya burung Mua' Mua (Maleo). Sejarah awal Upacara Tumpe bermula ketika raja Banggai yang bernama Adi Jawa mencari istrinya yang bermama Sitti Amina dan anaknya yang bernama Abu Kasim yang pergi meninggalkan Banggai. Kepergian Sitti Amina yang membawa anaknya ini dikarenakan ia difitnah oleh istri kedua raja Adi Jawa. Pencarian raja Adi Jawa menggunakan perahu layar ke Bola dan Matindo tidak membuahkan hasil. Akhirnya sang raja memutuskan untuk berlayar ke pulau Jawa dan tidak akan kembali lagi ke B...

avatar
OSKM18_16418035_Fauziyah Saadjad