3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Perayaan Sunat di Sumedang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara sunatan merupakan upacara yang umum dirayakan di Indonesia yaitu upacara yang dirayakan setelah seorang anak melakukan sunat. Sunat sendiri adalah pemotongan atau penghilangan sedikit dari bagian penis. Dalam islam sendiri sunat merupakan kewajiban untuk semua laki laki karena itu merupakan salah satu syariat islam dan itu juga sudah dibuktikan dalam dunia kesehatan bahwa melakukan sunat bukan semata mata karena kewajiban agama tapi juga untuk kepentingan kesehatan , dengan melakukan sunat ini bagian penis yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap hilang sehingga kemungkinan terkena penyakit lebih sedikit. Pada umumnya orang Indonesia melakuan sunat bergantug pada daerahnya kalau diwilayah jawa sekitar umur 10-13 tahun sedangkan untuk di wilayah sunda sekitar umur 6-8 tahun, tetapi banyak juga yang melakukan sunat saat anaknya baru lahir karena merek beranggapan bahwa jika disunat ketika baru lahir anaknya jadi tidak merasakan sakitn...

avatar
Fip27
Gambar Entri
Pemberian Adok dalam Adat Komering
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Dalam pernikahan suku Komering, terdapat rangkaian prosesi pemberian gelar adat. Adok atau biasanya kita kenal dengan gelar merupakan sebagai bentuk penghargaan dan pemberian adok ini diserahkan kepada tetua adat dengan diskusi oleh orangtua kedua belah pihak pengantin. Adok sendiri bisa mengandung makna, doa ataupun harapan. Namun bisa juga merupakan adok turunan dari orangtua mereka. Dalam upacara pemberian gelar, biasanya diucapkan dalam bahasa Komering dan bahasa Indonesia.Tiap bait dalam pembacaannya, diselingi juga suara gong yang dipukul. Gelar hanya diperoleh jika seseorang menikah lelaki asal Komering. Gelar hanya diberikan kepada suami. Untuk istri, diberi tambahan 'Nai' di depan gelar suami yang memiliki arti 'Nyonya'. Seperti contohnya, ayah saya mempunyai gelar 'Raden Putra Igama' yang memiliki arti 'putra pemimpin agama' sehingga ibu saya mempunyai gelar 'Nai Raden Putra Igama'. Kedua kakak laki-laki saya mempunyai gelar...

avatar
OSKM18_16318245_Nabilah
Gambar Entri
"Ngarak Ucing" dan "Ngamandian Ucing"
Ritual Ritual
Jawa Barat

"Ngarak Ucing" dan "Ngamandian Ucing"   Dibeberapa daerah di Jawa Barat sudah banyak daerah yang mulai diguyur air hujan dengan lebat. Tetapi, ada beberapa daerah di Jawa Barat yang jarang sekali daerahnya diguyur oleh air hujan. Salah satunya di daerah Kabupaten Purwakarta tepatnnya di Kampung Pasir Angin Dua, Desa Pasir Angin, Kec. Darangdan, Kab. Purwakarta. Oleh karena itu masyarakat di daerah tersebut selalu melakukan tradisi turun temurun "ngarak ucing dan ngamandian ucing" berharap hujan akan terus turun di daerah tersebut. Tradisi ritual ini diawali dengan mengarak dua ekor kucing keliling kampung menuju mata air yang ada di daerah tersebut. Dalam arak-arakan ini ada beberapa warga yang memainkan alat musik khas sunda yang biasanya mengiringi kesenian domyak yaitu kendang, kenong, kecrek, dll. Setelah diarak keliling kampung kedua kucing terebut kemudian di mandikan di mata air yang ada di desa tersebut. Setelah dilakukannya kedua ritual tersebut biasany...

avatar
OSKM18_16418201_Muhammad Ahsan Sulthani Pandu
Gambar Entri
Macan Kerah | #OSKMITB2018
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pada umumnya, rakyat Indonesia dikenal memiliki banyak macam ritual, baik dalam arti untuk menunjukkan rasa syukur atau untuk diberi keberkahan dan keselamatan. Tak terkecuali bagi masyarakat sekitar Jawa Tengah. Acara syukuran atau lebih umum dikenal dengan kata hajatan sudah sangat tidak asing di telinga masyarakat Jawa Tengah maupun masyarakat yang memiliki darah keturunan Jawa Tengah diseluruh penjuru Indonesia. Hajatan merupakan suatu acara yang cukup penting, yang menjadikan orang-orang yang merayakannya dirasa harus siap untuk menjalankan acara. Salah satu hal yang mendorong kesiapan seseorang dalam melakukan hajatan adalah dengan melakukan mandi dengan Macan Kerah. Macan Kerah, atau dapat diartikan menjadi "Harimau Berkelahi" dalam Bahasa Indonesia, merupakan suatu jenis bunga yang biasa digunakan oleh orang jawa untuk mandi sebelum melakukan sebuah acara hajatan. Bunga Macan Kerah biasa dicampur dengan air lalu disiram ke seluruh tubuh orang yang akan melakukan hajatan....

avatar
OSKM18_(16718241)_(Diva Awanisa)
Gambar Entri
Rebo wakesan khas sunda
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi di disetiap penjuru indonesia sangat banyak sekali dan beragam salah satunya di daerah garut jawa barat yaitu ada sebuah tradisi yang disebut Rebo wakesan atau biasa disebut rebo kasan. Tradisi ini sudah ada sejak jaman dulu tetapi tradisi ini tidak tertulis biasanya turun-temurun atau dari mulut ke mulut sehingga semua masyarakat sunda mempercayai adanya rebo wakesan atau rebo kasan. Rebo wakesan sendiri mempunyai arti yaitu rebo artinya hari rabu dan wakesan artinya terakhir jadi rebo wakesan adalah rabu terakhir. Biasanya rebo wakesan ada di akhir bulan safar yaitu bulan umat isalam dalam hitungan hijriah. Rebo wakesan sendiri sering disebut hari malapetaka dimana allah SWT menurunkan malapetaka atau bala di hari tersebut. Dan masyarakat sunda percaya dengan itu lalu mereka membuat amalan supaya tidak terkena malapetaka tersebut diantaranya dengan shalat rebo wakesan, doa rebo wakesan, minum air ajimat, dan selamatan biasanya selamatan ini mempunyai ciri khas yaitu selalau...

avatar
OSKM18_16818093_Gugum gumilar
Gambar Entri
Tradisi Manjapuik Anak
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tradisi manjapuik anak ini merupakan salah satu tradisi minang. Tradisi ini sering dilakakukan oleh masyarakat di dareah balai gurah,ampek angkek,Sumbar. Ketika ada seorang anak yang lahir dari suatu keluarga maka dia akan dijapuik(dijemput) oleh pihak bakonya (keluarga laki2) , biasanya sang anak baru berumur sekitar 2-3 bulan. Kemudian kakak perempuan dari suami akan menjemput anak . Selang beberapa menit akan di susul oleh isteri (ibu anak) dengan membawa pakaian anak dan ibu. Setelah cukup 1 atau 3 hari anak diberi oleh adik atau kakak perempuan suami cincin emas, orang tua suami akan memberikan beras 4 sukek (kira kira 20 liter) dan ayam betina 1 ekor. Kemudian anak akan di antar pulang bersama ibunya kerumah pihak istri. Biasanya anak di jemput dan diantar diwaktu pagi hari antara jam 9 sampai 11 pagi. Setelah anak diantar, sorenya keluarga istri akan mnyiapkan pisang goreng dan ketan untuk diantar oleh istri ke rumah keluarga suami. Dalam ketan dan goreng pisang di masukkan...

avatar
OSKM_16718131_fadhila
Gambar Entri
Pesta Lomban
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pesta Lomban   Indonesia. Negri dengan berjuta budaya. Mengandung entah berapa banyak keunikan tradisi yang diwarisi oleh para leluhur rakyatnya. Salah satu tradisi unik Indonesia berasal dari sebuah tempat kelahiran seorang pahlawan ternama wanita, pelopor kebebasan pendidikan bagi kaum hawa, yang bernama Raden Adjeng kartini. Pada perayaan besar umat Islam –Hari Raya Idul Fitri, setelah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa, biasanya ketupat lengkap dengan opor ayam dan sambal ati tersaji di meja makan. Namun, ada yang berbeda dengan perayaan idul Fitri di kabupaten Jepara ini. Penyajian ketupat yang ikonik malah tak tampak. Selepas salat ied biasanya masyarakat akan mengunjungi tetangga dan sanak saudara mereka yang dekat, mempererat tali silaturahmi –tanpa hidangan ketupat. Ternyata, setelah pada tanggal 7 Syawal atau enam hari setelah idul fitri, barulah pawon (dapur) masyarakat mulai mengepul untuk memasak ketupat yang akan dihidangkan eso...

avatar
Oskm18_19718183_sabila
Gambar Entri
Makam TGH Muhammad Ra'is
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Makam Muhammad Ra’is   Sekarbela di kenal sebagai daerah yang telah banyak melahirkan banyak tuan guru atau lebih dikenal sebagai ulama.Ada banyak orang alim yang pernah terlahir di tanah Sekarbela hingga kini, diantaranya TGH. Muhammad Ra’is. TGH. Muhammad Ra`is adalah ulama besar Sekarbela yang menjadi intan permata bagi masyarakat Sekarbela yang terus bersinar hingga sekarang. TGH. Ra`is menikah sebanyak dua kali. Istri pertamanya bernama Kibtiyyah (Pesinggahan) dan Miwasih (Sekarbela). Perjalanan TGH. Ra`is menuntut ilmu agama telah menempuh jalan yang tidak mudah. Ia telah menuntut ilmu agama hingga di negeri para nabi, Makkah Al-Mukarromah. Awal perjalanan mulianya di fokuskan untuk memperdalam ilmu kebahasaan (nahwu). Hampir ke seluruh desa pelosok di tanah suci ia telusuri demi memperoleh perbendaharan bahasa yang bagus. Pengembaraan intelektualnya di negeri para rasul itu berlangsung selama jangka waktu 7 tahun. Demi menuntut ilmu, ia pun ha...

avatar
OSKM18_16918054_Maulana Hafizurrahman Ali
Gambar Entri
Upacara Tiwah
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

Upacara Tiwah   Tiwah merupakan upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya daerah pedalaman penganut Agama Kaharingan sebagai agama leluhur warga Dayak. Upacara Tiwah adalah upacara kematian yang biasanya dilaksakanan atas seseorang yang telah meninggal dan dikubur sekian lama hingga yang tersisa dari jenazahnya diperkirakan hanya tinggal tulangnya saja. Ritual Tiwah bertujuan sebagai ritual untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menuju Lewu Tatau (Surga – dalam Bahasa Sangiang) sehingga bisa hidup tentram dan damai di alam Sang Kuasa Selain itu, Tiwah Suku Dayak Kalimantan Tengah juga dimaksudkan oleh masyarakat di Kalimantan Tengah sebagai prosesi suku Dayak untuk melepaskan Rutas atau kesialan bagi keluarga Almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh-pengaruh buruk yang menimpa. Selanjutnya, Tiwah juga bertujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan berkelua...

avatar
OSKM18_16918049_Abid Afif_Alfaruq