Tradisi Merti Desa di Desa Pamriyan, Pituruh Purworejo Di masyarakat Jawa maih memiliki upacara adat yang disebut bersih desa (merti desa). Upacara ini dilakukan untuk menghormati Sang Hyang Widi serta para leluhur kita. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan tersebut, upacara yang dilakukan dengan cara membersihakn lingkungan disekitar desa tersebut serta membersihkan sungai yang mengalir di desa tersebut yang menghasilkan dampak lingkungan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi se...
Prosesi adat yang disebut Ma'nene ini diadakan setiap tiga tahun sekali oleh masyarakat yang bermukim di sekitar pegunungan Sesean, mereka menggelar prosesi adat mengganti pakaian jasad leluhurnya yang disemayamkan di dalam peti tempat pekuburan Patane. Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menghormati leluhurnya. Terkadang, prosesi itu terbilang unik, seperti di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Ritual Ma'nene atau mengganti pakaian mayat sebutan masyarakat Toraja, diawali dengan berkunjung ke lokasi pekuburan leluhur mereka yang dinamakan Patane di Desa atau Lembang Paton, Kecamatan Sariale. Di Patene, mayat moyang (leluhur) mereka yang telah berumur ratusan tahun tersimpan dalam keadaan utuh, karena sebelumnya diberi bahan pengawet. Prosesi Ma'nene dilakukan pihak keluarga dengan membersihkan mayat leluhur yang telah berusia ratusan tahun, dengan melepas pakaian lama yang digunakan. Lalu seluruh badan mayat dibersihkan dengan menggunakan kuwas....
Suku baduy terbagi menjadi 2, yaitu suku Baduy luar dan suku Baduy dalam. Suku Baduy memiliki keyakinan yang kuat akan hal mistis, terutama suku Baduy dalam. Karena memiliki keyakinan akan hal mistis yang sangat kuat, wilayah Baduy dalam tidak dapat disusupi oleh siapapun. Oleh karena itu, suku Baduy dalam dapat mengisolasi wilayahnya dari hal-hal yang merubah tatanan hidup orang zaman dulu atau perubahan zaman. Pintu masuk yang aman untuk dilewati hanya satu, yaitu melalui jembatan bambu dan jembatan tersebut dijaga ketat oleh suku Baduy luar dan mereka akan memberi tahu jika boleh atau tidak boleh dimasuki wilayah tersebut. Jika ada yang melanggar, maka nyawa taruhannya. Penagkal wilayah mereka sangat kuat, bahkan negara penjajah tidak bisa menembusnya. Suku baduy menganut kepercayaan turun temurun yang disebut Wiwitan. Wiwitan merupakan kepercayaan yang berbentuk penghormatan kepada roh alam. Kepercayaan ini dimaksudkan atau ditujukan untuk melestarikan alam sekitar, sp...
Upacara Merti Desa Kelurahan Mojosongo adalah upacara yang bertajuk pesta rakyat di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Merti Desa diadakan sebagai bentuk perwujudan Kota Solo sebagai Kota Budaya. Acara ini diadakan untuk melestarikan kearifan lokal di Kelurahan Mojosongo. Acara yang diadakan setahun sekali ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat, dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua. Berbagai lapisan masyarakat yang terlibat saling bergotong-royong, nguri-uri budaya serta kekayaan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Merti Desa diadakan selama kurang lebih 5-7 hari. Sebagian besar acara dimulai di Lapangan Kelurahan Mojosongo. Ada berbagai macam kegiatan yang memeriahkan upacara adat bertajuk pesta rakyat ini. Berbagai penampilan kebudayaan yang dipertunjukkan berupa Seni Karawitan, Wayang Kulit, Seni Tari Tradisional, dan masih banyak lagi. Penampilan kebudayaan ini ditampilkan oleh wakil dari masing-masing RT atau RW di Kelurahan Mojos...
Berbeda dari scuba diving yang memerlukan tabung campuran udara sebagai alat bantu bernapas, freediving adalah olahraga ekstrem dimana sang penyelam hanya menggunakan udara yang ada di dalam paru-paru sang penyelam. Manusia biasa kira-kira membutuhkan pelatihan fisik dan mental selama dua hari untuk menahan napas selama lebih dari dua menit dan menyelam ke kedalaman empat belas meter. Namun, orang-orang suku Bajo yang hidup di bagian utara dan timur pulau Sulawesi dan Kalimantan bukanlah manusia biasa. Menurut National Geographic orang-orang suku Bajo dapat bertahan di dalam air selama tiga belas menit dan dapat menyelam sampai kedalaman enam puluh meter. Angka-angka ini bisa dibilang fantastis mengingat rekor dunia Static Apnea (menahan dapas secara statis dalam air) saat ini adalah sebelas menit dan tiga puluh detik. Sedangkan rekor dunia Constant Weight Without Fins ( freediving tanpa kaki katak) saat ini adalah 102 meter. Menurut studi ya...
Masyarakat di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, Sumbar memiliki tradisi yang menarik, unik dan sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tradisi ini dinamakan "Mandabiah Kabau Nan Gadang". Tradisi "Mandabiah Kabau Nan Gadang" atau tradisi turun sawah ini dilaksanakan secara gotong royong. Tradisi ini sebagai bentuk rasa peduli dan doa masyarakat agar pertanian dapat berjalan dengan baik dan dijauhkan dari segala hama penyakit. Prosesi tradisi dimulai dengan mengadakan rapat antara Ninik Mamak yang berguna untuk mengambil kesepakatan pelaksanaan tradisi kesepakatan turun ke sawah. Lalu melakukan pemilihan kerbau yang akan di potong. Setelah kerbau terpilih maka tawar menawar harga pun terjadi oleh pihak ninik mamak dengan pemilik kerbau. Setelah harga disepakati maka ninik mamak bersama-sama mengumpulkan dana untuk pembelian. Setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan kerbau. Pemuda dan dubalang melaksanakan tugasnya menyembelih kerbau dan...
MENGAPA ORANG MENGADAKAN RUWATAN Menurut keyakinan orang Jawa banyak peristiwa yang dapat mendatangkan malapetaka. Maka supaya terhindar dari bencana, diperlukan syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi. Syarat itu ialah kewajiban orang untuk mengadakan upacara ruwat. Hal-hal yang dianggap memerlukan upacara itu digolongkan dalam tiga jenis, yaitu : Upacara ruwat bagi orang atau anak yang dianggap mempunyai nasib buruk, karena disebabkan kelahirannya. Upacara ruwat bagi anak yang benasib buruk. Dasar dari adanya upacara ini ialah, karena adanya suatu keyakinan bahwa seorang anak atau beberapa orang dari satu keluarga itu dapat dipastikan bernasib buruk, karena sifat kelahirannya. Anak-anak semacam itu di dalam bahasa Jawa disebut bocah sukerta. Kata sukerta berasal dari kata suker yang artinya kotor, dalam keadaan tidak bersih atau berdosa. Mereka juga dikatakan lahir salah, dalam bahasa Jawa dikatakan salah kedaden. Mereka itulah yang memperoleh hukuman terkena ku...
Rasulan merupakan tradisi daerah masyarakat kabupaten Karanganyar Surakarta yang dilaksanakan setelah masa panen selesai, sebagai wujud syukur masyarakat karena telah melakukan panen. Tradisi ini diawali dengan mengumpulkan kenduri (kondangan) kedalam panjang ilang. Panjang ilang merupakan sebuah keranjang makanan yang terbuat dari janur (daun kelapa muda) yang dianyam, dimana sisa dari janur yang dianyam dibuat menjadi gantungan yang disatukan pada satu simpul dibagian pucuknya. Kenduri sendiri biasanya terdiri dari nasi beserta berbagai macam lauk pauknya sampai jajanan pasar yang bervariasi. Setelah kenduri – kenduri dari masyarakat terkumpul, merekapun mendo’akan kenduri tersebut, dan saling tukar menukar antara satu yang lain. Selesai tukar menukar, masyarakatpun memakannya bersama – sama seperti layaknya pesta kebun. Sayangnya, tradisi ini sekarang sudah mulai terlupakan karena masyarakat menganggap bahwa mendo’akan makanan mer...
Tradisi ini dilaksanakan di Pabrik Gula Sragi, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Acara in berupa arak-arakan sepasang boneka yang didandandani layaknya sepasang pengantin atau biasa disebut "manten glepung" menuju Pabrik Gula Sragi sebelum nantinya ikut digiling bersama tebu-tebu dalam proses pembuatan gula di pabrrik tersebut. Acara ini merupakan perwujudan rasa syukur atas panen dan persembahan dari masyarakat guna kelancaran dan kesuksesan pada proses produksi nantinya. Hampir semua masyarakat sekitar sangat antusias menyambut acara tahunan ini. #OSKMITB2018