3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pemotongan Rambut Anak Gimbal
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dieng merupakan dataran tinggi di Jawa Tengah, Kab. Banjarnegara dan Kab. Wonosobo. Dataran tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik yang aktif dan letaknya pun berdekatan dengan 2 gunung lainnya. Hal yang unik dari dieng adalah suhu pada malam hari dapat mencapai 0 0 C dan masyarakatnya pun memiliki kepercayaan kuat kepada leluhurnya. Salah satunya adalah ritual proses pemotongan rambut anak gimbal. Prosesi pemotongan rambut anak gimbal adalah ritual rutin. Masyarakat wajib mengupacarainya dengan rangkaian adat. Para anak gimbal ini konon dipercaya sebagai titisan Kyai Kolo Dete, leluhur Dieng yang hidup sejak abad ke-14. Sebelum rambut mereka berubah menjadi gimbal, kondisi mereka menunjukan gejala penyakit yaitu demam tinggi. Saat itu juga, keesokan harinya rambut anak akan berubah menjadi gimbal dan harus menunggu proses upacara adat yang diadakan setiap tahun. Namun, tidak ada waktu atau umur yang pasti bagi anak-anak untuk melakukan proses upacara ini Agar rambut...

avatar
OSKM18_19718062_Shafira
Gambar Entri
Bregada Prajurit Keraton Ngayogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketika Kraton Yogya menguasai tanah Mataram sekitar tahun 1755 Masehi, pasukan atau bregada tempur dibentuk untuk berperang mengangkat senjata. Tetapi pada pemerintahan Sultan Hamengkubuwono III, prajurit tersebut dibubarkan oleh tentara Inggris. Baru mulai tahun '70-an, Bregada kembali dipergunakan untuk menjaga kraton serta muncul di upacara peringatan Jawa seperti Grebeg Mulud, dan kini masih bertahan sebagai simbol budaya. Setiap pasukan atau  bregada  dipimpin oleh perwira berpangkat  Kapten . Kecuali  bregada Bugis  dan  Surakarsa  yang dipimpin oleh seorang  Wedana .  Keseluruhan perwira dalam semua  bregada  dipimpin oleh seorang  Pandhega , kecuali  Bregada Wirabraja  dan  Bregada Mantrijero  yang langsung di bawah  Kommandhan . Prajurit Keraton Yogyakarta dapat dibagi ke dalam tiga kelompok. Prajurit yang dimiliki  Kepatihan , yaitu  Bregada Bugis . Prajuri...

avatar
OSKM18_16618265_AfiyaNS
Gambar Entri
Memayu Buyut Trusmi
Ritual Ritual
Jawa Barat

Arak - arakan atau biasa orang menyebutnya dengan Memayu Buyut Trusmi adalah suatu acaraatau kegiatan yang diadakan tiap tahun sekali. Kegitana ini menampilkan beraneka ragam pertunjukan dan kreativitas warga Cirebon. Biasanya arak-arakan diadakan pada hari minggu subuh ( 1 hari sebelum penggantian welit makam Ki Buyut Trusmi) dan berakhir pada pukul 9 atau 10 pagi. Rute arak - arakan sendiri biasanya dimulai dari desa Trusmi Wetan - Trusmi Kulon - jalan Raya Plered - Panembahan - kembali ke Trusmi. Pertunjukan pertama dalam tradisi ini adalah balapan atau pacuan kuda. Atraksi ini dimulai setelah subuh. Pacuan kuda sempat menimbulkan pro dan kontra, pasalnya tahun 2017 lalu, seekor kuda beserta jokinya menabrak seorang ibu yang hendak menyebrang dalam kecepatan yang lumayan cepat. Sontak kuda langsung terjatuh dan mengalami luka yang cukup parah hingga pemiliknya pun memutuskan untuk menyembelih kuda langsung pada saat itu. Joki dan ibu pun turut menjadi korban dan segera ditang...

avatar
Oskm18_16018009_Nur Aliya Astuti
Gambar Entri
Peumulia Jamee Adat Geutanyoe
Ritual Ritual
Aceh

 Aceh merupakan daerah ujung barat Indonesia yang memiliki beragam adat dan budaya. Salah satu adat dari nenek moyang yang masih dipertahankan hingga sekarang ialah "peumulia jamee adat geutanyoe" yang berarti memuliakan tamu adat kami.     Walaupun orang Aceh memiliki imej keras, namun sebenarnya sifat yang dimiliki tentu sebaliknya. Hal ini dibuktikan dalam proses penerimaan tamu. Dalam proses penerimaan tamu di daerah Aceh sedikit berbeda. Tamu yang datang kerumah orang Aceh dianggap seperti raja. Oleh karena itu orang Aceh selalu memuliakan tamunya dengan memberi pelayanan terbaik. Salah satunya dengan cara menghidangkan masakan-masakan terbaik pada tamunya.     Hal ini sudah dilakukan turun-temurun di wilayah Aceh. Apabila tidak melakukannya, tuan rumah akan merasa malu telah mengecewakan tamunya. Adat seperti ini juga sangat bernilai positif dimana kita dapat menegakkan rasa menghargai dan menghormati satu sama lain. ...

avatar
OSKM18_16318054_Mauliza Putri
Gambar Entri
Bebegig Sukamantri
Ritual Ritual
Jawa Barat

Salah satu kesenian khas Kabupaten Ciamis ialah Bebegig Sukamantri yang memadukan seni tari, seni beladiri, dan seni kriya. Namun pada awalnya, bebegig ini bertujuan untuk mengusir orang dan roh jahat dari wilayah tersebut, agar tidak ada yang mengganggu wilayah yang dipimpin Prabu Sampelur.   Bebegig adalah orang-orangan sawah yang mirip dengan manusia. Sedangkan Sukamantri adalah nama daerah asal kesenian tersebut yaitu Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri. Namun, Bebegig yang satu ini berbeda dengan bebegig pada umumnya, dan beratnya pun bisa mencapai 40 kg. Bahan untuk membuatnya pun berbeda. Jika bebegig pada umumnya terbuat dari jerami, Bebegig Sukamantri ini terbuat dari kayu, bunga bubuay, ijuk pohon kawung, bunga hahapaan, dan daun waregu. Kayu digunakan untuk bagian topeng/kepala. Sedangkan bunga bubuay digunakan sebagai rambut dari bebegig tersebut. Kemudian ada bunga hahapaan, dan daun waregu yang digunakan sebagai aksesoris di kepala. Lalu ijuk dari pohon k...

avatar
OSKM18_19718080_Marlita Rexa Lestari
Gambar Entri
cabang-cabang merga perangin-angin
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Cabang-cabang merga Perangin-angin : Bangun, yang berlokasi di : Pernampen, Tanjong, Selandi, Jandimeriah, dan Batukarang. Kacinambun, yang berlokasi di Kacinambun. Keliat, yang berlokasi di Mardingding. Laksa, yang berlokasi Juhar. Mano, yang berlokasi di Pergendangen. Namoaji, yang berlokasi di Jinabun dan Kutabuluh. Penggurun, yang berlokasi di Susuk. Pincawan, yang berlokasi di Perbesi. Pinem, yang berlokasi di Juhar dan Sarintono(Sidikalang) Sebayang, yang berlokasi di Gunung, Kuala, Kutagerat, dan Perbesi. Singarimbun, yang berlokasi di Kutambaru, Mardingding, Temburun. Sinurat, yang berlokasi di Kerenda. Sukatendel, yang berlokasi di Sukatendel, Kutabuluh Gugung, Laubuluh, Amburidi, Kutamale, Buahraya. Kutabuluh, yang berlokasi di Kutabuluh. Tanjung, yang berlokasi di Penampen dan Berastepu. Ulunjadi, yang berlokasi di Juhar. Uir, yang berlokasi di Singgamanik. (Catat...

avatar
OSKM18_16918033_Stephan Ryoki Petrahansel Bangun
Gambar Entri
Tradisi Munce dan Resepsi Pernikahan di Desa Kedaton
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Desa Kedaton adalah desa kecil yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Resepsi pernikahan di Desa Kedaton masih bersifat tradisional dan tidak menggunakan event organizer atau wedding organizer seperti mayoritas masyarakat di kota-kota besar. Resepsi pernikahan di Desa Kedaton cukup unik karena tamu yang datang ke resepsi pernikahan tidak memberikan 'amplop' kepada pasangan pengantin. Di Desa Kedaton, mereka menyebut resepsi pernikahan dengan 'sedekah' karena mereka tidak mendapat uang atau 'amplop' dari tamu. Untuk membantu keluarga pasangan pengantin, masyarakat Desa Kedaton mengadakan tradisi Munce pada malam hari sebelum resepsi pernikahan berlangsung. Pada tradisi Munce, seluruh tetangga yang tinggal di sekitar lokasi resepsi pernikahan (biasanya di rumah pengantin perempuan) memberikan sembako seperti beras, kelapa, minyak, dan bahan makanan lain yang digunakan untuk memasak. Jumlah dan jenis sembakonya tidak ditentukan. Pada hari resepsi,...

avatar
Oskm18_16418217_widi
Gambar Entri
Sedekah Warga Desa untuk Sang Bumi
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sedekah Bumi adalah suatu bentuk acara syukuran yang dilakukan oleh warga desa saat musim panen padi tiba. Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi yang masih cukup sering dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang masih rutin melaksanakan tradisi Sedekah Bumi adalah Kabupaten Lamongan. Di Kabupaten Lamongan, Sedekah Bumi dilaksanakan pada Bulan Besar dalam Kalender Jawa. Sedekah Bumi dilaksanakan selama dua (2) hari, yaitu pada saat Kamis siang hingga Jum'at pagi. Biasanya, warga desa akan berkumpul di balai desa dengan membawa berbagai macam makanan yang akan dimakan bersama. Makanan yang dibawa oleh warga desa dapat berupa olahan dari hasil panen mereka, seperti nasi yang telah dibentuk menjadi tumpeng. Selain membawa berbagai macam makanan, tradisi Sedekah Bumi ini juga dilengkapi dengan pembacaan doa demi keselamatan desa mereka. Tidak hanya itu, pembacaan doa pada tradisi ini juga diwujudkan sebagai bentuk rasa syukur warga desa kepada Tuhan YME ata...

avatar
OSKM18_16918261_TIARA Tiara Putri Mustikawati
Gambar Entri
TRADISI KEPEMIMPINAN DI DESA ADAT TAJEN
Ritual Ritual
Bali

TRADISI KEPEMIMPINAN DI DESA ADAT TAJEN, KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANAN, BALI     Desa Tajen adalah desa yang berada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Indonesia. Penduduk Desa Tajen berjumlah 2.921 jiwa terdiri dari 1.421 laki-laki dan 1.500 perempuan (Data tahun 2016). Ada dua sistem pemerintahan yang terdapat di Desa Tajen seperti umumnya desa-desa di Bali yaitu Desa Dinas Tajen dan Desa Adat Tajen. Desa Dinas Tajen merupakan perwakilan pemerintah Indonesia di Desa Tajen yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan dipilih secara demokratis setiap 5 tahun sekali. Sedangkan Desa Adat Tajen dipimpin oleh seorang Bendesa Adat yang hanya boleh dipilih dari keluarga yang mendirikan Desa Tajen pertama kali dan kepemimpinannya dapat berlangsung seumur hidup kecuali yang bersangkutan mengundurkan diri. Tugas Bendesa Adat Desa Tajen umumnya berkaitan dengan urusan suka dan duka masyarakat Desa Tajen seperti upacara persembahyangan, pernikahan...

avatar
OSKM_16818128_IGA