Arak - arakan atau biasa orang menyebutnya dengan Memayu Buyut Trusmi adalah suatu acaraatau kegiatan yang diadakan tiap tahun sekali. Kegitana ini menampilkan beraneka ragam pertunjukan dan kreativitas warga Cirebon. Biasanya arak-arakan diadakan pada hari minggu subuh ( 1 hari sebelum penggantian welit makam Ki Buyut Trusmi) dan berakhir pada pukul 9 atau 10 pagi. Rute arak - arakan sendiri biasanya dimulai dari desa Trusmi Wetan - Trusmi Kulon - jalan Raya Plered - Panembahan - kembali ke Trusmi.
Pertunjukan pertama dalam tradisi ini adalah balapan atau pacuan kuda. Atraksi ini dimulai setelah subuh. Pacuan kuda sempat menimbulkan pro dan kontra, pasalnya tahun 2017 lalu, seekor kuda beserta jokinya menabrak seorang ibu yang hendak menyebrang dalam kecepatan yang lumayan cepat. Sontak kuda langsung terjatuh dan mengalami luka yang cukup parah hingga pemiliknya pun memutuskan untuk menyembelih kuda langsung pada saat itu. Joki dan ibu pun turut menjadi korban dan segera ditangani oleh petugas medis. Pertunjukan kedua setelah pacuan kuda adalah jangkungan. Jangkungan merupakan suatu atraksi yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang memakai galah atau orang biasa menyebutnya dengan egrang. Ketinggian egrang untuk setiap orang berbeda-beda ada yang 1 meter, bahkan ada yang sampai 3 meter. Biasanya orang-orang yang melakukan atraksi ini adalah pria. mereka melakukan atraksi lompat, mendekam dan sebagainya.
setelah pertunjukan jangkungan selesai, dilanjutkan dengan pertunjukan meriam sederhana dari bambu, orang - orang biasanya menutup telinga ketika pertunjukan sudah berlangsung. Selanjutnya ada kesenian Tarling ( gitar lan suling ) yang merupakan keseninan Cirebon. Yang ditunggu-tunggu warga adalah pembagian nasi, es teh, sayur-mayur dan makanan ringan secara gratis. Tradisi ini pun bisa dibilang unik,karena petugas keamanan membaluri tubuhnya dengan oli sehingga tubuh mereka berwarna hitam, lalu mereka berjalan mendekat ke arah penonton. Tujuannya adalah agar penonton arak-arakan menjaga jarak serta tidak terlalu dekat dengan pawai. Terakhir ada pawai aneka replika hewan, replika ini dibuat warga Cirebon secara handmade. Untuk membuat replika tersebut bahan utama yang dibutuhkan adalah bambu. Replika yang dibuatr diantaranya kerbau, naga, harimau, burok, ondel-ondel, burung garuda.
Alhamdulillah sampai saat ini, tradisi memayu buyut trusmi masih rutin diadakan, dan InsyaAllah akan tetap dilestarikan oleh warga Cirebon.
#OSKM2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...