Salah satu kesenian khas Kabupaten Ciamis ialah Bebegig Sukamantri yang memadukan seni tari, seni beladiri, dan seni kriya. Namun pada awalnya, bebegig ini bertujuan untuk mengusir orang dan roh jahat dari wilayah tersebut, agar tidak ada yang mengganggu wilayah yang dipimpin Prabu Sampelur.
Bebegig adalah orang-orangan sawah yang mirip dengan manusia. Sedangkan Sukamantri adalah nama daerah asal kesenian tersebut yaitu Desa Sukamantri, Kecamatan Sukamantri. Namun, Bebegig yang satu ini berbeda dengan bebegig pada umumnya, dan beratnya pun bisa mencapai 40 kg. Bahan untuk membuatnya pun berbeda. Jika bebegig pada umumnya terbuat dari jerami, Bebegig Sukamantri ini terbuat dari kayu, bunga bubuay, ijuk pohon kawung, bunga hahapaan, dan daun waregu. Kayu digunakan untuk bagian topeng/kepala. Sedangkan bunga bubuay digunakan sebagai rambut dari bebegig tersebut. Kemudian ada bunga hahapaan, dan daun waregu yang digunakan sebagai aksesoris di kepala. Lalu ijuk dari pohon kawung yang dipakai sebagai bajunya.
Untuk mendapatkan bahan-bahan pembuatan bebegig ini diperlukan perjalanan yang cukup jauh, salah satunya untuk mendapatkan bunga bubuay yang konon katanya hanya siap dipetik saat cuaca gunung berkabut dan hanya terjadi menjelang 17 Agustus di Gunung Karang Gantungan. yang memerlukan transportasi karena perjalanan yang menempuh beberapa kilometer, kemudian mereka harus berjalan lagi sejauh 5 km, jika perjalanan diawali dari Balai Desa Sukamantri.
Sebelum diadakan pagelaran, akan diadakan Ritual Tawasulan terlebih dahulu. Salah satunya dengan menyimpan bebegig tersebut di makam leluhur yang konon katanya tempatnya itu dipercaya sebagai tempat pertama pembuatan topeng bebegig oleh Prabu Sampelur. Tujuannya agar topeng tersebut terlihat lebih seram. Selain itu, para pemain harus berpuasa dahulu selama tiga hari dan di hari ke tiga harus berpuasa lebih panjang daripada hari lainnya. Setelah itu, mereka harus melakukan ritual mandi yang bersifat sakral. Selain itu , ada juga mantra-mantra yang dibacakan yang ditujukan agar ada energi yang masuk ke dalam tubuh pemain supaya topeng yang berat tersebut terlihat ringan-ringan saja selama pertunjukan.
#OSKMITB2018
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland