3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Seren Taun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Seren Taun adalah acara penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung. Seren Taun dilakukan oleh masyarakat Sunda setiap tahunnya.  Istilah Seren Taun berasal dari Bahasa Sunda "seren" yang artinya serah, seserahan, atau menyerahkan, dan "taun" yang berarti tahun. Jadi, Seren Taun artinya serah terima dari tahun yang lalu ke tahun selanjutnya. Dalam tradisi masyarakat Sunda, Seren Taun merupakan sarana untuk bersyukur kepada Tuhan atas segala hasil pertanian yang didapat pada tahun tersebut. Masyarakat berharap hasil pertanian akan meningkat pada tahun yang akan datang.  Upacara ini berlangsung secara khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara ini menarik minat masyarakat sekitarnya, bahkan turis mancanegara. Berikut ini adalah beberapa desa adat Sunda yang menggelar Seren Taun setiap tahun, diantaranya: Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat....

avatar
OSKM18_16418040_Vern
Gambar Entri
Pesta Gotilon
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Pesta Gotilon Oleh: Adelina Pakpahan   Biasa di penghujung tahun ini, di kalangan komunitas Batak, banyak terdengar istilah "Pesta Gotilon". Dalam pesta yang kini digelar di gereja tersebut, mereka memberikan persembahan kepada Tuhan. Apa sebenarnya Pesta Gotilon? Gotilon berarti panen, yang berasal dari kata "gotil" (mencubit). Di masa lalu, saat musim panen tiba, masyarakat Batak belum mempunyai alat "anai-anai" atau alat pengetam padi seperti yang kita kenal sekarang. Para petani memanen padi ketika itu persis seperti orang sedang mencubit atau "manggotil". Dalam Pesta Gotilon (panen) ini, masyarakat Batak memberikan persembahan kepada Yang Maha Esa sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil panen mereka. Dalam perkembangannya tradisi yang dikenal sebagai Pesta Gotilon itu dilembagakan dan dilaksanakan setahun sekali di gereja. Dalam pesta tersebut, satu per satu jemaat datang ke altar untuk menyampaikan persembahan dengan diiringi gondang dan tortor,...

avatar
Oskm18_16818168_adelina
Gambar Entri
Mebat, Tradisi Masak Bersama
Ritual Ritual
Bali

Mebat atau Ngebat adalah salah satu tradisi masyarakat Bali untuk bergotong royong menyiapkan hidangan sebelum diadakannya upacara keagamaan. Mebat bersifat wajib, dan dimaksudkan untuk membantu tetangga sekitar yang akan mengadakan upacara keagamaan, contohnya: upacara pemberkatan sanggah, upacara pernikahan, upacara ngaben, upacara potong gigi, upacara ulang tahun, dst. Biasanya warga akan membawa golok / pisau besar untuk pelaksanaan Mebat. Mebat biasanya dilaksanakan pada hari H dini hari, agar hidangan yang disediakan masih baru, dan tidak mengganggu aktivitas warga pada hari itu. Jenis hidangan yang disediakan sangat beragam, mulai dari olahan kering sampai olahan basah, tapi semua itu bergantung pada kondisi ekonomi warga yang mengadakan upacara. Mebat biasanya dilakukan oleh warga laki – laki, karena para perempuan akan disibukkan untuk menyiapkan sesaji atau perlengkapan upacara lainnya. Menurut Pak Putu (44thn), Tradisi Mebat beliau lakukan kare...

avatar
OSKM18_19818157_Bernadetha Efata
Gambar Entri
Bersih Deso
Ritual Ritual
Jawa Timur

BERSIH DESO adalah sebuah ritual upacara  pembersihan lingkungan desa dengan melibatkan sebagian masyarakat desa dan di pimpin oleh kepala adat ( biasanya dari kalangan yang menguasai ilmu gaib/orang pintar). Tempat pelaksanaan :  Dipusatkan di PEPUNDEN yaitu suatu tempat yang dianggap sakral atau di kramatkan oleh desa tersebut.   Waktu : dibulan Syuro   hari : kamis kliwon jumat legi (Pelaksanaan di jumat) namun unsur hari wajib kamis kliwon jumat legi tidak boleh ganti oleh jenis hari lain misal kamis wage jumat pahing.    TUJUAN : Ritual upacara ini bertujuan untuk menciptakan keharmonisan alam gaib dan nyata pada masyarakat di sebuah wilayah. Kepercayaaan yang terjadi adalah jika keharmonisan alam tersebut terjadi maka cita masyarakat desa tersebut tercapai dan tidak gangguan hal-hal gaib di wilayah tersebut.  Sekilas tentang tatacara upara bersih desa : Biasanya 1 bulan sebelum hari pelaksanaan bers...

avatar
OSKM_16618371_Dimas Aryo Bagas Seno
Gambar Entri
Mengangguk Sopan Ala Orang Bandung
Ritual Ritual
Jawa Barat

Bandung sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Barat. Salah satu kota dengan penduduk terpadat di Indonesia. Bandung disebut juga dengan kota Paris Van Java, Parisnya Pulau Jawa. Dahulu Bandung dikenal akan mode fashion nya. Selain, dikenal sebagai Paris Van Java, Bandung juga dikenal akan keramahan warganya. Ada sebuah kebiasaan unik orang Bandung yang dianggap membuat orang Bandung itu ramah juga sopan. Selain murah senyum, orang Bandung pula sering mengangguk. Bukan mengangguk-angguk sendiri melainkan mengangguk sebagai tanda permisi. Jika terdapat orang yang dianggap lebih tua sedang duduk lalu kita mau jalan melewatinya, maka orang Bandung akan mengangguk singkat sebagai tanda permisi sambil merendahkan badannya sedikit. Selain mengangguk sebagai tanda permisi, mengangguk juga sebagai tanda menyapa. Jika kita berpapasan dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, kita bisa mengangguk singkat ke padanya atau jika kita sedang dalam keadaan terburu-buru dan bert...

avatar
OSKM_16618119_Hanifah Rahmah
Gambar Entri
Upacara Rambu Soloh
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara Rambu Soloh Berbicara mengenai kebudayaan Indonesia, hal yang pertama kali terlintas di benak saya adalah upacara Rambu Soloh. Upacara adat ini pertama kali saya ketahui saat mengikuti kelas pelajaran sejarah di kelas X. Beliau adalah Bapak Aldion, guru sejarah di SMA saya yang mengenalkan saya akan upacara ini dan sekaligus menjadi narasumber saya untuk artikel ini. Rambu Soloh merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan mengantarkan arwah menuju alam keabadian. Masyarakat Toraja mempercayai bahwa seseorang yang sudah meninggal dianggap belum sempurna apabila belum melakukan rambu soloh. Hingga saat ini rambu soloh masih dilakukan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, dan beberapa daerah lainnya. Secara turun-temurun terdapat anggapan di dalam masyarakat sekitar mengenai orang yang sudah meninggal. Anggapannya adalah orang yang sudah meninggal baru benar-benar dianggap meninggal apabila telah menjalankan seluruh rangkaian...

avatar
OSKM_16218005_Erlina Margareta Suhendrik
Gambar Entri
Mangarambas Deke
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mangarambas Deke adalah sebuah ritual rutin serta tradisi mencari ikan di sawah setelah panen.  Awalnya dua atau tiga orang membuat semacam kolam penampungan bagi ikan (Bahasa Batak : Tambok) yang akan ditangkap dan terbuat dari bekas-bekas batang padi yang dicabut beserta tanah yang menempel di akar-akarnya,lalu ditimbun kira-kira 20 cm dari permukaan air dengan ukuran kolamnya kira-kira 2x2 meter dan membuat tempat masuk di salah satu sisi dengan ukuran kira-kira 0.5 meter dan untuk memulai mangarambas deke diperlukan sebatang ranting pohon yang berukuran 1.5 m beserta daunnya,dan dimulai dengan cara memukul-mukul air sembari menakut-nakuti ikannya dan mengarahkannya ke tempat yang telah di sediakan tadi yang berbentuk kolam segi empat.  Setelah kira-kira mendekati lubang masuk yang telah dipersiapkan,2-3 orang tersebut semakin mempercepat gerakan memukul-mukul air dengan maksud agar ikan mencari tempat perlindungan dan masuk melalui lubang yang...

avatar
OSKM18_19818063_Malvin Yulius Christian Pakpahan
Gambar Entri
Ider ideran Ki Buyut Trusmi
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ider ideran Ki Buyut Trusmi adalah tradisi rutin tahunan di Desa Trusmi Kabupaten Cirebon yang dilakukan untuk menyambut musim penghujan. Tradisi ini juga dilaksanakan untuk merayakan ritual penggantian atap rumbai Makam Keramat Ki Buyut Trusmi. Sesuai namanya ider yang berarti keliling, peserta tradisi ini akan berkeliling melewati jalur Pantura-Plered dengan start dan finish di Makam Ki Buyut Trusmi. Ider ideran ini dimulai dengan para remaja yang menunggang kuda disusul para petugas dari Makam Ki Buyut Trusmi kemudian diikuti rombongan penari Baksa (Babak Yasa) yakni tarian khas daerah Trusmi. Setelah itu akan ada parade kostum seperti tuyul, dedemit, orang hitam, badut, tentara dengan meriam bambu, putri, orang gila bahkan banci. Selain itu banyak pula atraksi yang disajikan dalam acara ini seperti  ular naga, barongsai, jangkungan atau egrang setinggi 2 m, musik tarling, buroq hingga marching band. Dalam acara ini sejumlah pusaka warisan Ki Buyut Trusmi serta hasil bum...

avatar
OSKM2018_16218128_Ahda Ilma Shafira
Gambar Entri
Ruwat Bumi Guci
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Upacara tradisional tahunan yang diadakan masyarakat Desa Rembul dan Desa Pekandangan di lokasi Obyek Wisata Guci setiap bulan Muharram (Suro) sebagai bentuk ungkapan syukur atas kemakmuran yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan juga memohon keselamatan dari segala macam mara bahaya. Upacara dimulai dengan arak-arakan Gunungan atau Sesajian beraneka macam hasl panen dan dilanjutkan dengan ritual memandikan Kambing Kendit, yaitu jenis kambing khusus yang berwarna hitam dengan lingkar putih di perutnya. Ritual ini sebagai simbol kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan kambingnya sendiri merupakan simbol dari kehidupan yang akan terus berputar. Tak lupa kembang setaman juga ditaburkan pada pemandian ini. Setelah prosesi memandikan kambing, dilanjutkan dengan upacara dan pembacaan riwayat Guci dan harus menggunakan Bahasa Tegalan. Setelah itu ada beberapa sambutan-sambutan dan yang terakhir adalah rebutan gunungan, do'a bersama dan hiburan-hiburan l...

avatar
Oskm2018_16718409_fitrotunnazilah