3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cara Asyik Orangtua Banten dan Bayinya Bermain
Ritual Ritual
Banten

      Banyak tradisi/ritual unik yang dilakukan orangtu-orangtua di Indonesia untuk berinteraksi dengan bayi mereka. Baik bertujuan untuk menidurkan, menenangkan, maupun bermain. Salah satunya tradisi di Provinsi Banten, dimana beberapa orang tua bermain dengan anaknya dengan cara menyanyikan syair berbahasa Sunda sesuai dengan masa perkembangan mereka. Syair pertama yaitu: "Neleng nengkung, neleng nengkung  Geura gede, geura jangkung  Geura bisa lumpat ka Bandung  Geura bisa maraban Indung" (Neleng nengkung, neleng nengkung  Cepat besar, cepat tinggi  Cepat bisa berlari ke Bandung  Cepat bisa berbakti ke Ibu)       Dinyanyikan orang tua kepada bayi mereka yang berusia tiga bulan. Ketika si bayi sudah mampu berguling ke pinggir (Dalam bahasa Sunda adalah Nyangigir) dan ketika dinyanyikan, orang tua menggunakan kain dan sapu padi yang dipukul-pukul ringan ke bayi. Syair kedua yaitu...

avatar
OSKM18_16718039_Yosef Juliyus Kevin Yosef Juliyus Kevin
Gambar Entri
Grebeg Sudiro
Ritual Ritual
Jawa Tengah

  Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro.   Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...

avatar
OSKM18_16418083_Lucky Bagas Sri Hartono
Gambar Entri
Sadranan Makam Kyai Langsur
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi "Sadranan*. Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. B...

avatar
Lisdhiyanto
Gambar Entri
Dodaidi
Ritual Ritual
Aceh

Dodaidi berasal dari dua kata dalam bahasa Aceh, yakni  doda  artinya bergoyang dan  idi  artinya berayun. Dodaidi ialah ritual bagi  kaom Mak  (kaum Ibu) bangsa Aceh dalam menidurkan anaknya dengan nanyian dan lantunan. Lagu-lagu pada Doda idi sendiri berasal dari syair-syair berstruktur mirip pantun yang berbahasa Aceh serta kalimat-kalimat thayyibah berbahasa Arab. Selain itu, dodaidi sering juga dilakukan dengan mengulang-ulang kalimat-kalimat thayyibah seolah-olah si Ibu sedang berdzikir untuk melelapkan si Anak. Keunikan dari kebiasaan masyarakat Aceh ini terletak pada makna senandung yang sangat filosofis sehingga kegiatan ini tidak sekedar meninabobokan anak hingga terlelap. Unsur utama dodaidi terletak pada nyanyian yang disenandungkan oleh sang Ibu, diantaranya: Nyanyian dodaidi Nyanyian dodaidi berasal dari syair berbahasa Aceh. Struktur dari syair dodaidi seperti pantun dengan bersajak a-a-a-a atau a-b-a-b. Secara umu...

avatar
OSKM18_16618080_Marshal Akbar
Gambar Entri
Nyadran di Makam Kyai Langsur
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi "Sadranan*. Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. Be...

avatar
Oskm18_16418003_lisdhiyanto
Gambar Entri
Sejarah Bebegig Sukamantri
Ritual Ritual
Jawa Barat

Dahulu kesenian Bebegig merupakan bagian dari ritual dalam upacara pengusiran roh-roh jahat. Karena ssekarang warga Ciamis sudah beragama yaitu Islam maka kesenian ini diubah dari upacara mistik pengusiran roh jahat, menjadi kesenian untuk menghibur masyarakat Ciamis  pada acara Agustusan (memperingati hari kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus), khitanan, dll. Berawal pada kerajaan sunda hendak menikahkan putri diah pitaloka dengan raja hayam wuruk saat di lapangan bubat. namun disaat menunggu kedatangan rombongan kerajaan majapahit, rombongan kerajaan sunda di serang oleh prajurit bertopeng yang keluar dari hutan. sehingga terjadilah perang bubat Topeng ini adalah tidak lain merupakan prajurit dari Bre Wengker yang merupakan paman dari Hayam wuruk, setelah sebagain dari pihak kerajaan sunda tewas. Hayam wuruk dinikahkan oleh putri dari bre wengker, sedangkan rombongan kerajaan sunda yang masih selamat di beri tahta kerajaan majapahit, dan membuat sebuat to...

avatar
OSKM18_16318133_Muhammad Khalifah Buwana Yuda Praja
Gambar Entri
Ritual Petik Laut
Ritual Ritual
Jawa Timur

Petik laut adalah sebuah ritual atau upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Madura, khususnya yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Tiap tahunnya, ritual ini dilakukan dengan tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang melimpah, serta merupakan upaya agar dijauhkan dari bala atau malapetaka. Ritual ini dilakukan dengan cara menyiapkan perahu kecil dan mengisinya dengan sesaji-sesaji yang memiliki makna filosofis tersendiri bagi masyarakat setempat, setelah perahu kecil ini siap lalu warga berduyung-duyung menuju ke laut menggunakan perahu. Tidak seperti kegiatan melaut yang hanya dilakukan kaum adam, namun petik laut juga dilakukan bersamaan dengan kaum hawa. Sesampainya di laut dengan arus tenang, perahu sesaji tersebut diletakkan di permukaan air laut, lalu dengan perahu-perahu lainnya warga setempat mengitari perahu sesaji tersebut. Ritual ini sangatlah penting bagi masyarakat Madura, banyak juga nilai-nilai yang dapat kita ambil...

avatar
OSKM18_19918088_HEGA DARRANY
Gambar Entri
MAKNA TAHAPAN UPACARA PANGGIH PERNIKAHAN ADAT JAWA
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Paggih adalah prosesi pertemuan antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Upacara ini dilakukan setelah ijab qabul berlangsung. Panggih memiliki delapan tahapan dimana setiap tahapannya memiliki makna yang berbeda. Setiap daerah di jawa memiliki sedikit perbedaan tahapan dalam upacara panggih, misalnya upacara panggih di Solo dan di Yogyakarta terdapat perbedaan pada tahap ketiga. Upacara Adat Panggih diawali dengan kegiatan Penyerahan Pisang Sanggan dari mempelai pria maknanya memberi tebusan kepada orang tua dari mempelai wanita karena sudah merawat mempelai wanita sejak dalam kandungan hingga dewasa. Pisang Sanggan yang mengandung arti “Sing nyonggo uripe anakku mengko aku Bu” artinya setelah menikah yang bertanggung jawab atas mempelai wanita beralih dari orang tuanya ke suaminya.             Tahap selanjutnya ialah Panggih atau Temu maknanya pertemuan kedua pengan...

avatar
OSKM_19918119_Tiara Annisa Nareswari
Gambar Entri
ADAT TITIP
Ritual Ritual
Jawa Barat

Sebagai mana kita ketahui, sebelum diadakannya acara pernikahan, di beberapa daerah memiliki adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda beda. Salah satunya kebiasaan suku sunda dan jawa di beberapa daerah memiliki kebiasaan yang unik. Yakni, kebiasaan memberikan sumbangan sembako ke kerabat atau tetangga yang akan melangsungkan pernikahan. Sumbangan nya pun beragam, mulai dari beras, gula, soun, mie kering dan lain-lain. Tetapi sumbangan itu harus dicatat oleh si penerima sembako, jikalau si pemberi diesok hari akan mengadakan acara pernikahan. Si penerima tadi secara tidak langsung diwajibkan menyumbang sembako sesuai dengan jumlah dan jenis barang yang diterima nya dari si penyumbang. Bahkan di beberapa daerah pun ada yang menyumbangkan sejumlah uang   Sumber : Orang tua (Asal Pangandaran)

avatar
OSKM18_19818074_Dimas Raihan Alghifary