Upacara cukur rambut merupakan salah satu ritual yang sangat khas dari kebudayaan betawi. Setelah bayi lahir dan berumur 40 hari, umumnya di suku betawi dilakukan upacara cukur rambut tersebut. Biasanya upacara ini disebut sebagai upacara cukur rambut bayi 40 hari. Upacara ini dilakukan karena dianggap oleh orang - orang dari suku betawi untuk membuang bulu haram yang tumbuh sejak dari kandungan ibunya atau dengan kata lain bayi yang sudah dicukur dalam upacara tersebut nanti akan tumbuh sehat dan akan dijauhkan dari sakit penyakit sejak kecil hingga dewasa. upacara tersebut diawali oleh pembacaan kitab maulid oleh ustad atau bapak kyai. kemudian bayi digendong oleh bapak-nya didampingi oleh pembawa nampan yang berisi kelapa hijau, mangkok yang berisi air kembang, gunting kecil dan minyak wangi. bayi kemudian diarahkan kehadapan para peserta upacara lalu rambut bayi digunting diawali oleh bapak kyai atau ustad kemudian diikuti oleh peserta upacara hingga semua kebagian untuk m...
Upacara Lingkaran Hidup Manusia Upacara ini mulai dilaksanakan dari kelahiran manusia sampai dengan masa kematian. Tiap tahapan hidup ini diadakan upacara adat yang berbeda. Sacara umum penyelenggaraan upacara adat ini terbagi atas upacara masa kehamilan, kelahiran, dewasa, perkawinan, dan masa kematian. Pada masa kehamilan ada upacara Menuak/ Nuak . Upacara ini dilaksanakan saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan. Upacara Menuak merupakan bentuk pemberitahuan resmi keluarga kepada dukun agar pada saat melahirkan dukun siap memberi pertolongan. Saat kelahiran tiba, dukun segera membantu kelahiran. Dukun wanita menyambut kelahiran bayi, sedangkan dukun pria di balik pembatas membaca mantra agar proses melahirkan berjalan lancar. Upacara ini disebut Menyambut . Tujuh hari kemudian diadakan upacara Mandi Kayik yaitu upacara memandikan bayi ke sungai. Pada saat bersamaan dilaksanakan upacara pemberian nama. ...
Jawa Tengah, terdiri dari beberapa kabupaten atau kota. Tidak sedikit dari kota-kota itu memiliki budaya atau kebiasaan yang unik sehingga menarik untuk dibahas. Salah satunya yaitu dari cara prosesi lamaran di tiap-tiap kota pasti berbeda. Salah satu kota yang saya ingin bahas kali ini yaitu kota Brebes yang terletak disebelah utara Jawa Tengah, Indonesia. Kemarin, saya mudik ke kampung halaman untuk melaksanakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar, yaitu di Brebes. Dan saat tahun itu juga tepat sekali tahun dimana anak dari Kakak Ibu Kandung saya (Sepupu) ingin dilamar oleh calon suaminya. Uniknya di kampung saya ini (Brebes), Lamaran harus dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, agar lamaran ini di anggap sah dan diterima oleh masyarakat. Sebelum prosesi lamaran, saat malam takbiran menjelang Idul Fitri mempelai pria akan mendatangi calon mempelai wanitanya dengan membawa mercon (petasan) sebanyak-banyaknya untuk merayakan malam takbiran bersama calon mempelai wan...
Ngiring pengantin adalah suatu tradisi nenek moyang yang masih di laksanakan oleh masyarakat kota Cilegon, salah satunya adalah warga kecamatan Ciwandan. Ngiring pengantin bertujuan untuk keselamatan dan kelanggengan sepasang pengantin. Tradisi itu dilaksanakan pada saat malam resepsi pernikahan kedua mempelai. Ngiring pengantin bukanlah tarian untuk mengiring sepasang pengantin ke pelaminan, namun ngiring pengantin adalah tradisi untuk mengantar pengantin wanita. Proses ngiring pengantin dimulai saat malam resepsi pernikahan. Pengantin wanita diiringi oleh warga dengan berjalan kaki untuk menjemput pengantin pria di rumahnya. Jika rumah pengantin pria jauh, mempelai pria dapat di jemput di rumah saudara mempelai pria. Setelah mempelai wanita dan pria bertemu, mereka berjalan bersama dengan bergandengan tangan menuju rumah pengantin perempuan dan diiringi oleh alat musik tradisional, yaitu kendang. Sesampainya di rumah mempelai wanita, ada prosesi yalil atau buka tutup pintu. pr...
Dalam ritual Pernikahan Adat Batak, ada banyntaak hal yang harus di penuhi oleh kedua calon mempelai. Setiap marga, memiliki aturan aturannya tersindiri. Disini saya akan membahas sedikit tentang aturan aturan itu. Yang Pertama adalah Larangan Satu Marga, Kewajiban seorang bersuku batak, dalam tradisi mereka, pernikahan dengan pasangan yang bermarga sama sangat lah dilarang. Walaupun Tidak secara langsung terikat ikatan persaudaraan (saudara sedarah), namun, Sesama marga dianggap sebagai Keluarga. Tidak hanya Sesama marga, kedua mempelai pun tidak dapat menikah dengan Marga yang dianggap keluarga sesuai Silsilah Adat Batak. Kedua, Pariban; Pariban adalah salah satu sistem perjodohan adat batak. Pariban dalam bahasa batak bisa di artikan sebagai Sepupu. Suku Batak dapat menikahi Sepupunya bila sama sama mau. namun bukan seepupu sembarang sepupu. misalkan; anak perempuan dapat menikahi anak laki laki dari adik sang ayah, atau, anak laki laki dapat menikahi adik sepupu...
https://www.hipwee.com/wedding/intip-uniknya-tradisi-pernikahan-adat-betawi-siapa-tahu-jodohmu-orang-jakarta-asli/ Sebagaimana daerah lain, suku Betawi memiliki tradisi unik dalam upacara pernikahan. Umumnya, masyarakat Betawi ini bertempat tinggal di Jakarta. Percampuran budaya dari beragam negara yang pernah singgah ke kota Jakarta seperti India, Tionghoa, Arab, Eropa dan Melayu sedikit banyak memengaruhi tradisi yang berkembang, termasuk upacara pernikahan. Dialog yang spontan, rileks dan terkesan ceplas-ceplos menjadi salah satu ciri khas yang bukan hanya menarik tapi juga penuh makna. Tahapan dalam pernikahan adat Betawi: 1. Ngedelengin 2. Ngelamar 3. Bawa tande putus 4. Masa dipiare 5. Siraman, tangas atau kum, ngerik dan potong centung, serta malam pacar 6. Malem mangkat 7. Ngerudat 8. Buka palang pintu 9. Di puade 10. Malem negor 11. Pulang tige ari
SURO AGUNG Malam satu suro atau Suro Agung atau yang biasa dikenal tahun baru Islam oleh masyarakat Jawa adalah tradisi turun temurun yang diadakan oleh dua perguruan pencak silat yang ada di Madiun. Dua perguruan pencak silat ini adalah SH (setia hati) Terate dan SH Winongo. Dua perguruan silat ini memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan malam satu suro . SH Terate mengadakan konvoi bersama dan takziah bersama anggota padepokan ke makam-makam leluhur juga mengadakan acara pengesahan anggota yang hendak menjadi warga (tingkatan tertinggi dalam perguruan tinggi tersebut). Mereka yang hendak mengikuti pengesahan untuk menjadi warga harus mengikuti beberapa tahap seperti mencuci kain mori sesuai weton, mengambil kain mori yang ada di makam leluhur pada tengah malam. Jika mereka berhasil melewati tahap tersebut, maka mereka sudah resmi menjadi warga perguruan silat SH Terate. Lain halnya dengan SH Winong...
Harta pusako tinggi dapat didefinisikan sebagai harta yang telah diwarisi secara turun-temurun oleh sebuah kaum. Adapun jika dilihat dari dimensi wujudnya, maka harta tersebut terbagi dua, yaitu konkrit dan abstrak. Harta konkrit bersifat nyata secara wujud, seperti tanah, sawah, peladangan, rumah, dsb. Sementara itu, harta pusako yang berwujud abstrak yaitu salah satunya berupa gelar pusaka, atau lebih dikenal dalam bahasa minangnya sebagai sako . Jika dianalisa dari garis asal harta pusako ini, maka dapat ditemukan bahwa harta ini sebagai salah satu wujud material yang bersifat dijaga dan dipelihara secara berkelanjutan, berkaitan langsung dengan titik temu asalnya yaitu dari hasil usaha dan kerja nenek moyang kaum tersebut dahulu dijadikan lahan pertanian, perumahan, dan persawahan. Dengan bermodalkan peralatan sederhana dan jenis pekerjaan yang masih bersifat rendah tingkat kompleksitasnya, maka tentulah perjuangan dalam menjaga dan memelihara kemurnian serta keberd...
Ngupati sapi, atau dalam bahasa Indonesianya berarti membuat ketupat untuk sapi. Biasanya, orang-orang Blora melakukan tradisi ini setelah masa panen padi tiba, di hari Jumat Pahing. Asal mula ritual ini diadakan karena pada zaman dahulu, sapi digunakan untuk membajak sawah, jadi setelah panen, para petani mengadakan syukuran dan rasa terima kasih kepada Tuhan dan juga sapi yang telah berjasa untuk membajak sawah mereka. Di zaman dahulu, orang-orang melakukan tradisi ini dengan cara membuat ketupat lalu membawa ketupat tersebut ke sawah sambil menggembala sapi-sapi mereka. dan dimakan sembari menunggu sapi-sapi mereka memakan rumput. Di masa sekarang, tradisi Ngupati Sapi tidak lagi dilaksanakan di sawah dan membawa ketupat ke sawah. Tapi, dilaksanakan dengan cara membuat ketupat beserta lauknya dan dibagi-bagikan kepada tetangga atau orang tak mampu di sekitar, meskipun pelaksanaannya tetap di hari Jumat Pahing setelah panen padi tiba. #OSKMITB2018