Tradisi Budaya Aduk Jenang merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Batu, khususnya di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, dalam merayakan Tahun Baru Hijriyah. Kegiatan ini merupakan puncak dari tradisi Manghanyubagyo Sasi Suro Jenang Suro Bareng yang dilaksanakan di Candi Songgoriti. Pelataran Candi Songgoriti akan dihiasi dengan umbul-umbul berbagai warna, obor, dan hiasan dari janur. Segala keperluan kegiatan ini disiapkan oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna, masyarakat setempat, dan sesepuh desa. Tradisi Aduk Jenang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati malam Suro di Tahun Baru Hijriyah. Kini, tradisi ini dianggap sebagai uri-uri budaya leluhur yang berarti melestarikan budaya leluhur. Jenang merupakan makanan tradisional olahan berbahan dasar beras, ketan, kelapa, dan kacang tanah. Jenang telah mengakar dalam kebudayaan Jawa bahkan sejak Zaman Hindu-Buddha....
Suku Badui tak jarang kita temui di wilayah Banten. Biasanya mereka berpakaian hitam dan berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Mereka menyebut diri mereka Urang Kanekes atau Orang Kanekes yang mengacu pada nama wilayah mereka “Kanekes”. Bermukim di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Rangkasbitung, Banten, populasi Urang Kanekes berjumlah sebesar 26.000 jiwa. Mereka hidup dengan mengisolasi diri dari pengaruh dunia luar dan menjaga cara hidup tradisional mereka. Suku yang termasuk dari etnis Sunda ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Badui Luar dan Badui Dalam. Suku Badui Luar lebih membuka dirinya terhadap pengaruh dari luar. Mereka sudah mengenal teknologi berupa barang elektronik, berpakaian lebih modern, dan beberapa sudah memeluk agama Islam. Masyarakat Badui Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam. Sementara itu, Orang Kanekes Dalam adalah mereka yang masih sangat memegang adat istiadat dari nenek moyang m...
Festival Danau Sentani Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani, Papua. Festival ini sudah ada sejak tahun 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalender pariwisata utama. Tentang Danau Sentani Danau Sentani memiliki makna di balik namanya. Nama “Sentani” memiliki arti “di sini kami tinggal dengan damai”. Nama ini disematkan pada danau cantik ini pertama kali oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin pada tahun 1898 ketika melakukan misi misionarisnya. Danau Sentani adalah danau terluas yang terletak di Papua, Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops dengan luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau...
Ritual Bakar Tongkang atau singkatnya dalam Bahasa Hokkien dikenal sebagai Go Gek Cap Lak (Tanggal 16 bulan 5) adalah sebuah ritual tahunan masyarakat di Bagansiapiapi yang telah terkenal di mancanegara. Bakar Tongkang menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu dan salah satu wisata andalan Bumi Lancang Kuning. Di Riau, festival tahunan ini menjadi salah satu destinasi andalan dan masuk 10 besar agenda wisata Kementerian Pariwisata. Ritual ini sudah berlangsung selama 134 tahun silam. Seperti namanya, rangkaian dalam ritual ini berupa kegiatan membakar kapal yang disebut tongkang. Bakar tongkang berasal dari negara Cina. Ritual ini diawali karena adanya tuntutan kualitas hidup yang lebih baik di Negara Cina. Etnis Tionghoa dari Provinsi Fujian di Cina memulai perantauan menuju lautan dengan sebuah kapal kayu yang sederhana. Di saat mereka dalam keadaan bimbang mereka meminta pertolongan kepada dewa Kie Ong Ya untuk memandu mereka menuju suatu daratan. Suatu malam,...
Ceng beng adalah hari dimana orang tionghua melakukan ziarah ke makam leluhur setiap tahunnya. Biasanya jatuh pada bulan april. Orang tionghua pergi ke makam leluhur lalu membersihkan,berdoa,dan memberikan sesajian. Cerita legenda awal mula tradisi ini adalah tentang seorang Raja yang sudah lama pergi berperang, tapi ia kalah dan menjadi tawanan. Namun ia diam-diam mengumpulkan tentara dan melakukan serangan balas dendam. Akhirnya ia berhasil melakukan balas dendam dan negaranya pun kembali menjadi miliknya. Saat ia kembali ke negaranya, dia diberi tahu kalau orang tuanya sudah meninggal karena terbunuh saat perang. Dan tidak ada yang tau di mana orang tuanya dimakamkan. Sang Raja memerhatikan,ada satu makam yang sepi dan tidak pernah dikunjungi orang,maka ia pun memutuskan dan menganggap bahwa makam itulah makam orang tuanya. Ia merasa kasihan dan sedih kepada makam makam yang tidak pernah dikunjungi dan dilupakan,maka ia menentukan tanggal dimana semua orang di negaranya harus...
Bersih Desa Kandangan Bersih Desa merupakan slametan atau upacara adat Jawa untuk memberikan sesaji kepada danyang desa. Bersih desa dilakukan oleh masyarakat dusun untuk membersihkan desa dari roh-roh jahat yang mengganggu. Bersih desa, sebagai upacara adat, memiliki makna spiritual di baliknya.Pertama-tama bersih desa bertujuan untuk mengungkapkan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapat.Selanjutnya, upacara bersih desa bertujuan untuk memohon perlindungan kepada danyang sebagai penjaga sebuah desa.Terakhir, tujuan bersih desa adalah untuk memohon berkat agar hasil panen berikutnya melimpah. Selain itu, bersih desa juga memuat tujuan solidaritas di dalamnya. Makanan yang menjadi santapan bersama adalah hasil sumbangan warga sendiri. Kandangan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.Kecamatan Kandangan merupakan perbatasan antara Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Malang. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai pe...
Artikel ini tentang kehidupan sosial masyarakat Lampung
Mantra biasanya berkaitan dengan hal mistis yang berada di luar penglihatan kita atau berasal dari alam lain. Dalam Budaya Sunda, mantra adalah suatu karya sastra yang mempunyai kekuatan gaib yang tidak bisa dipakai sembarangan. Mantra Sunda terbagi dalam 6 jenis yang berbeda kegunaannya. Pertama ada Asihan yang digunakan untuk memikat wanita, lalu ada Ajian yang dipergunakan untuk meminta kekuatan, selanjutnya ada Singlar yang digunakan untuk menghindarkan dari musibah, keempat ada Jampe yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit, lalu kelima ada Jangjawokan yang biasa diucapkan sebelum melakukan suatu hal, dan terakhir ada rajah yang diucapkan saat akan menempati tempat yang baru. Mantra ini sendiri menjadi budaya Sunda karena pada jaman dahulu masyarakat Sunda belum memiliki kepercayaan atau agama sehingga mereka percaya pada kekuatan budaya ini. budaya ini pun diturunkan oleh orang tua yang ada di masa lalu pada anaknya, contohnya ketika anaknya adalah anak yang sering menan...