3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Tiwah
Ritual Ritual
Kalimantan Tengah

Ritual Tiwah merupakan upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku Dayak di Kalimantan Tengah, khususnya Dayak pedalaman yang masih menganut agama Kaharingan sebagai agama lelulur warga Dayak. Tiwah bagi suku Dayak merupakan prosesi untuk melepas rutas atau kesialan bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan dari pengaruh buruk yang menimpa dan juga bertujuan untuk melepas ikatan status janda atau duda bagi pasangan yang telah berkeluarga, dimana secara adat mereka diperkenankan untuk menentukan pasangan hidup selanjutnya ataupun memilih untuk tidak menikah lagi. Ritual Tiwah adalah prosesi untuk menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad yang diperkirakan hanya tinggal tulang saja, dari liang kubur menuju sandung, yang bertujuan untuk melempangkan perjalanan roh atau arwah yang bersangkutan menuju Lewu Tatau (surga dalam bahasa sangiang). Sandung merupakan tempat yang menyerupai rum...

avatar
OSKM18_16618071_Erika Gunawan
Gambar Entri
Ngabesan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Setiap daerah memiliki bentuk tradisi pernikahannya masing-masing. Walau dengan menggunakan bentuk dan cara penyampaian yang berbeda, namun inti dari tradisi itu tetaplah sama, yaitu sebagai pelengkap dan penyempurna prosesi pernikahan di daerah tersebut. Setidaknya itulah yang dipercaya oleh para penganutnya. Sama halnya dengan Ngabesan. Ngabesan merupakan sebuah tradisi Sunda dimana pihak sang mempelai pria dan keluarga menyambangi tempat tinggal keluarga sang mempelai wanita sebagai bentuk dukungan moril terhadap pernikahan mereka. Tak hanya itu saja, tetapi pihak keluarga sang mempelai pria pun biasanya membawa barang-barang kebutuhan rumah tangga dalam kondisi baru sebagai perlambang strata sosial dalam masyarakat. Hal ini biasa disebut dengan seserahan. Seiring zaman dimana Indonesia sendiri pun merasakan dampak dari globalisasi dan westernisasi dimana-mana, tradisi Ngabesan ini mulai memudar di beberapa daerah yang masih berada dalam Bogor. Namun masih ada daerah-daer...

avatar
OSKM18_16018185_Pascale
Gambar Entri
Goyang Madura /Tongkat Madura
Ritual Ritual
Jawa Timur

Goyang Madura dan Tongkat Madura - Madura Pulau kecil yang terletak di Timur Laut Jawa ini menyimpan tradisi Goyang Madura dan Tongkat Madura . Tradisi ini merupakan semacam cara untuk mengentalkan kehebatan seksual para wanita Madura. Mengepalkan vagina yang telah kundur dan kembali membuatnya harum. Ritual ini biasanya digunakan pada pengantin perempuan yang baru menikah. Daerah kewanitaan di tubuh perempuan Madura dipercaya dapat kembali rapat dan wangi dengan cara menyelipkan tongkat sepanjang 12 sentimeter ini ke vagina selama tiga menit. Tongkat Madura ini bisa diperoleh dari yayuk yayuk jamu gendongan atau sepeda yang berkeliling dipemukiman Penduduk menengah kebawah. Komarudin, salah seorang pembuat jamu tradisional di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Sumenep, menjelaskan untuk memilih bahan, pun ada petunjuk yang harus dipatuhi karena menentukan khasiat. Misalnya, akar kelor harus dipilih pohon yang menghadap tenggara. Pohon kelor ini banyak ditemui di setiap ruma...

avatar
Oskm18_16318125_immanoel
Gambar Entri
Prosesi Perkawinan Adat Tana Samawa
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Sudah merupakan rahasia umum bahwa Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, salah satunya adat perkawinan atau pernikahan. Berbagai daerah di Indonesia memiliki berbagai macam rangkaian prosesi baik sebelum, saat, dan sesudah pernikahan dengan tujuan agar pernikahan yang dilakukan dapat membentuk rumah tangga yang samawa. Tana Samawa (Sumbawa), Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu contoh daerah yang mempunyai adat perkawinan tersendiri.  Dalam adat masyarakat Sumbawa, terdapat berbagai rangkaian prosesi atau acara yang biasa dilakukan sebelum melangsungkan acara pernikahan. Namun dalam perkembangannya, ada beberapa prosesi yang sudah jarang dilakukan oleh pihak keluarga kedua mempelai. Ada pula prosesi yang dilaksanakan secara bersamaan dengan alasan menghemat biaya yang digunakan. Terdapat 8 prosesi-prosesi perkawinan yang biasa dilakukan dalam adat Sumbawa, berikut penjelasannya.   1. Bajajak Bajajak merupakan tahap awal dalam prosesi perkawin...

avatar
OSKM18_16618341_Qiara Fildzah Yanetta
Gambar Entri
Adat Pernikahan Suku Dayak Ahe
Ritual Ritual
Kalimantan Barat

Suku Dayak Ahe adalah salah satu suku yang termasuk dalam rumpun suku Dayak. Suku yang terletak di Kalimantan Barat ini memiliki sebuah tradisi khusus untuk pernikahan. Ritual pernikahan yang dijalankan oleh masyarakat suku Dayak Ahe berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya, telah ditentukan terlebih dahulu, pihak laki-laki atau perempuankah yang akan menyelenggarakan acara. Menyelenggarakan acara dalam hal ini yaitu menyediakan tempat serta mendanai keseluruhan acara. Hari Pertama Hari pertama adalah hari dimana keluarga besar dari kedua pihak pengantin berkumpul di tempat pihak pengantin yang menyelenggarakan acara. Jika pihak laki-laki yang menyelenggarakan acara, keluarga besar pihak perempuan akan datang ke tempat pihak laki-laki. Sebaliknya, jika pikah perempuan yang menyelenggarakan acara, keluarga besar pihak laki-lakilah yang akan datang ke tempat pihak perempuan. Keluarga besar yang datang dan berkumpul juga membawa hadiah bagi pengantin y...

avatar
OSKM18_16718231_Cindy Aiko Filbert
Gambar Entri
Pawai Obor Banten
Ritual Ritual
Banten

Pawai Obor adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Banten di beberapa daerah. Daerah di Banten yang merayakan Pawai Obor ini adalah Serang, Rangkas Belitung, Labuan, Pandeglang, Anyer, Merak, Tangerang, dan Cilegon. Pawai Obor adalah sebuat tradisi warga Banten dimana masyarakat Banten yang beragama Islam berkumpul dan berjalan mengelilingi daerah sambil membawa obor yang menyala. Ritual ini dilakukan oleh warga Muslim untuk merayakan Tahun Baru Islam. Acara ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat yang mungkin sudah lupa dengan tradisi ini. Tradisi ini memiliki makna kebersamaan dan persaudaraan. Pawai Obor ini dilakukan oleh semua kalangan dengan berbagai umur dan berbagai pekerjaan.  Pawai ini dipimpin oleh kepala daerah. Pawai ini dimulai dari sekitar jam  20.30. Biasanya masyarakat berkumpul di Masjid lalu berjalan dengan membawa obor ke alun-alun. Selain berjalan ada beberapa orang yang mengendarai sepeda motor yang sudah dihias. Pawai Obor in...

avatar
OSKM_16718323_Priscilla Angelica
Gambar Entri
Tradisi Fua Pah
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Wilayah Pulau Timor bagian barat yang merupakan bagian dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dihuni oleh beberapa kelompok etnik. Suku bangsa dan bahasa Dawan merupakan kelompok suku terbesar yang mendiami daratan Timor Barat itu. Dalam buku berjudul “The Timor Problem” karya Ormeling, orang Dawan disebut sebagai “The Timorese Proper” atau Orang Timur Khusus . Kekhasan orang Dawan ini antara lain terlihat dari bentuk ragawinya yang merupakan percampuran antara unsur Melanesia dan Negrito. Karakteristik lain dari suku Dawan adalah demikian banyaknya ritus keagamaan ‘asli’ yang menandai setiap kegiatan hidup mereka. Salah satu tradisi ritus agraris yang masih hidup dan terus dikembangkan dalam masyarakat Dawan sampai sekarang ini adalah Tradisi Fua Pah , sebuah tradisi pemujaan roh yang dilaksanakan di tempat-tempat tertentu seperti di kebun-kebun, gunung-gunung dan bukit-bukit. Upacara Fua Pah merupakan sebuah tradisi pemujaan kepada Uis...

avatar
OSKM18_16318027_Nadisha Nanda Alifia
Gambar Entri
membakar kemenyan sebelum melakukan kegiatan tertentu
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Orang minagkabau sangat erat hubungannya dengan adat, adat dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak nyata, tidak dapat dilihat maupun diraba, tapi sebenarnya adat tersebut ada ditengah-tengah masyarakat minagkabau. Adat dalam masyarakat minangkabau dijadikan sebagai norma-norma atau aturan serta tradisi yang berkembang sejak dulunya secara turun temurun. Di suatu daerah ada suatu tradisi yang dikenal dengan nama membakar kemenyan, setiap ada acara adat misalnya memperingati hari-hari besar umat islam maka untuk itu di setiap rumah yang memperingati hal tersebut melakukan makan bersama di rumahnya, yang mana dirumah tersebut diundang tetangga-tetangga dekat rumah serta tidak lupa mencari alim ulama atau ustad untuk memimpin doa sebelum makan.  Dalam melakukan doa tersebut tidak hanya doa mau makan yang dilantunkan oleh ustad tersebut melainkan banyak doa yang dibacakan seperti doa meminta keselamatan,meminta perlindungan dan masih banyak doa lagi. Sebelum doa dilak...

avatar
OSKM_16318129_DELFIRA ITB_2018
Gambar Entri
Dalihan Natolu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Dalam hukum adat Mandailing dikenal sistem kekerabatan yang disebut dengan Dalihan Na Tolu. Sistem ini secara etimologis berarti ‘tungku yang tiga’, tungku yang disebut Dalihan Na Tolu ini digunakan sebagai analogi kekerabatan dalam hukum adat Mandailing. Tungku tersebut memerlukan tiga kaki yang berukuran sama dan terbuat dari batu sehingga periuk yang digunakan tidak akan jatuh. Dalam hal ini, tungku tersebut menggambarkan bahwa masyarakat Mandailing mempunyai kedudukan yang sama dalam kekeluargaan. Tungku yang digunakan adalah tungku kaki tiga karena jika salah satu kaki tidak berfungsi maka tungku tidak akan dapat berdiri, berbeda dengan tungku kaki empat ataupun lima yang mana apabila satu kaki tidak berfungsi maka tungku masih dapat berdiri karena masih ada tiga atau empat kaki tungku lainnya. Tungku ini juga dapat difilosofikan sebagai konsep gotong royong yang mana ketiga komponen (kaki tungku) harus ikut berperan agar tungku bisa berdiri dengan kuat. Sehingga, D...

avatar
Rizanasalsa