Upacara pelangkahan merupakan rangkaian acara yang dilakukan apabila seorang adik menikah lebih awal mendahului kakak. Di daerah Sumatera Selatan, hal ini hanya berlaku apabila sang adik dan kakak keduanya merupakan perempuan. Acara ini terdiri dari sungkeman dan pemberian hadiah berupa barang dari adik kepada kakak. Barang yang diberikan biasanya berupa emas atau sesuai permintaan khusus dari sang kakak. Tamu yang hadir berasal dari keluarga inti kedua calon mempelai. Tujuan dari acara ini ialah meminta izin dan restu kepada kakak dari sang adik untuk menikah lebih awal. Setelah rangkaian acara berjalan lancar, barulah akad nikah bisa dilakukan.
Tradisi yang diadakan di Palembang, Kabupaten Batu Raja Oku, Kecamatan Lengkiti, guna "membuang sial". Masyarakat di daerah ini percaya bahwa tradisi sedekah beiyuhan dapat menghindarkan dari banjir, hamil di luar nikah, dan kemalangan lainnya. Sedekah beniyuhan tidak ditentukan hari pelaksanaannya, tapi waktu pelaksanaannya harus setelah maghrib. Setelah terjadi kemalangan, tiap rumah di kampung tersebut memasak makanan, bebas apa saja, baik makanan berat maupun makanan ringan. Kemudian makanan tersebut dihidangkan di atas tikar di depan rumah, tiap keluar rumah dan keliling, saling mencicipi masakan satu sama lain. Sumber: M. Zumri, tentara TNI AD #OSKMITB2018
Siraman adalah salah satu ritual dalam proses pernikahan adat Jawa. Ritual ini biasanya diadakan sehari sebelum pernikahan berlangsung. Tujuan dari ritual ini adalah untuk membersihkan diri pengantin baik secara fisik maupun batin sebelum pernikahan. Ritual ini diawali dengan sungkeman oleh kedua mempelai kepada para tetua di kedua keluarga. Apabila terdapat kakek dan nenek, maka sungkeman akan dilakukan kepada mereka terlebih dahulu, lalu kepada orang tua. Siraman dapat dilakukan berbarengan antara mempelai pria dan wanita atau terpisah dengan menggunakan air yang ditaburi bunga. Mempelai wanita biasanya akan menggunakan terusan kain batik yang hanya menutupi sampai dada dan anyaman bunga melati yang menutupi pundak sampai dada. Mempelai pria biasanya akan bertelanjang dada dengan menggunakan kain batik sebagai bawahan dan anyaman bunga melati yang akan diselempangkan di badan. Biasanya yang melakukan penyiraman adalah pihak wanita dari masing-masing keluarga. Hal ini dilakukan...
Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu peninggalan kerajaan mataram islam yang didirikan padatahun 1744 oleh pakubuwono ii, dengan tujuan menggantikan keraton kertasura yang hancur akibat perang geger pecinan pada tahun 1743. Keraton ini terl kurang lebih 20km arah tenggara keraton kertasura, lebih tepatnya Desa Sala yang namanya diubah setelah Keraton selesai dibangun. Di Keraton Surakarta Hadiningrat, terdapat tempat yang bernama Sesana Semewa. Pada Sesana Semewa, terdapat sebuah bangsal yang letaknya paling tinggi di Keraton. di bangsal tersebut terdapat tempat penyimpanan pusaka keraton yang bernama Kanjeng Nyai Setomi. Benda pusaka ini hanya dikeluarkan 2 kali setahun yaitu pada upacara sekaten dan menjelang idul adha. Di depan tempat penyimpanan pusaka keraton tersebut terdapat lantai kotak khusus. Lantai kotak tersebut merupakan tempat dimana sri sultan berdi mengucapkan sumpah sebelum diangkat menjadi raja. Raja bersumpah di hadapan para abdi dalam. ...
Dahulu di Jawa Barat terdapat sebuah ritual yang dilakukan pada bulan ke tujuh kehamilan seorang wanita. Ritual ini mungkin terdapat juga di daerah lain di Indonesia. Saya akan menceritakan ritual tujuh bulanan versi daerah saya di Jawa Barat. Acara dimulai dengan sebuah pengajian. Pengajian ini berisi surah-surah Al-Quran dan salah satu surat yang paling sering dibacakan adalah surah Yusuf, untuk mengharapkan laki-laki yang tampan seandainya bayi yang terlahir adalah laki-laki, dan surah Maryam, untuk mengharapkan perempuan yang cantik seandainya bayi yang terlahir adalah perempuan. Dalam pengajian tersebut para hadirin disajikan makanan nasi dan lauk pauknya serta tujuh macam beubeutian, yaitu makanan yang tumbuh di bawah tanah seperti umbi-umbian dan beberapa jenis kacang. Setelah pengajian selesai sang wanita hamil di bawa ke halaman rumah dengan mengenakan samping secara kemban. Kemudian, dengan air dari tujuh sumur yang berbeda yang telah dicampurkan dan ditamba...
Pelet adalah ilmu yang ditujukan kepada satu orang atau banyak orang agar menyukai orang yang menggunakan pelet tersebut secara ghaib. Pelet ini berasal dari Jawa Barat, namun sudah tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Pelet juga memiliki berbagai macam sebutan, seperti di daerah Jawa Tengah ilmu pelet disebut pengasihan sedangkan di Kalimantan disebut kundang atau pitunduk. Sebenarnya, pelet baru diartikan sebagai "pemikat hati" pada era 90-an karena sebelumnya sebutan pelet memiliki arti memikat burung dengan getah pohon. Pelet terbagi menjadi 2 kategori yaitu pelet asmara (pelet untuk memikat lawan jenis) dan pelet pengasihan (pelet untuk memikat orang-orang agar merasa simpatik (biasanya digunakan pebisnis untuk menarik pelanggan). Pada zaman yang modern inipun pelet masih ada yang mempercayai. Jenis pelet yang masih digunakan sampai sekarang antara lain Jaran Goyang, Semar Mesem, Asmaragama, dan Susuk. Walaupun di perkotaan sudah jarang s...
Sebagai salah satu kelompok etnis terbesar di Indonesia yang menempati dataran tinggi barat pulau Sumatera, sebanyak empat juta jiwa beretnis Minangkabau, kelompok ini terkenal di Indonesia akan keunikannya yaitu menerapkan matriarki dalam kehidupan kesehariannya. Masyarakat ini terbentuk dari koeksistensi antara sistem matrilineal dan sebuah filsafat berdasar alam yaitu adat. Di dalam kelompok matrilineal Minangkabau ini aset-aset seperti tanah dan properti (bangunan tsb) diwariskan kepada perempuan dalam keluarga berdasarkan garis keturunan ibu, hal ini berbanding terbalik seperti sistem patriarki yang berdasarkan garis keturunan ayah. Dalam keluarga, figur perempuan tertua (nenek) dianggap menjadi pilar utama dalam keluarga , sementara figur paman (kakak atau adik laki-laki ibu) dari sudut pandang si cucu mempunyai tanggungjawab terhadap perkembangan dan pembinaan kepribadian, biaya hidup (jikalau ayah dari cucu tersebut kurang mampu), membimbing kemenakan,...
Maras Taun merupakan tradisi asli Belitung sejak dahulu. Tradisi ini berupa tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan laut. Maras Taun sendiri di ambil dari kata Maras dan Taun, maras memiliki arti memotong dan taun memiliki arti tahun. Kegiatan Maras Taun diawali dengan acara Menari oleh para petani atau nelayan diiringi dengan lagu Maras Taun. Setelah itu mereka mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh seorang dukun kampong, lalu dukun kampong membakar sepotong garu atau kemenyan sambil berdoa dan memberkati dua lembar daun sakral yaitu daun ati-ati dan neruse. Setelah itu daun tersebut diberikan kepada warga untuk disebarkan di sekitar rumah dan perahu mereka sebagai simbol keberuntungan setelah itu diakhir kegiatan warga memperebutkan lepat yang dibuat oleh setiap warga, ini merupakan simbol dari kegembiraan warga atas hasil panen dan tangkapan ikan
Ledug Suro adalah tradisi yang berasal dari kota Magetan, Jawa Timur. Tradisi ini bertujuan untuk menyambut tahun baru hijriyah. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun selama 1 minggu sebelum Suro --nama bulan dalam kalender jawa-- atau yang lebih kita kenal dengan tahun baru islam, puncak acara Ledug Suro berada pada tanggal 1 Suro. Dalam tradisi ini, terdapat beberapa lomba dan pertunjukan kesenian yang diselenggarakan sebelum tanggal 1 Suro untuk memeriahkan acara seperti lomba ledug antar kecamatan yang biasanya diikuti oleh SMA atau SMK, instansi, dan dinas antar kecamatan Magetan, lomba pencak silat, dan pertunjukan seni wayang. Pada puncak acara diadakan kirab Nayoko Projo yaitu kirab dimana bupati Magetan dan jajarannya berkeliling di sekitar daerah pusat kota Magetan memakai pakaian khas dengan menunggangi kuda, selain kirab Nayoko Projo juga terdapat kirab bolu rahayu yaitu kirab roti bolu khas Magetan yang dibentuk seperti lesung dan bedug. Kirab bolu rahayu dimulai dari pen...