Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Aksara Lampung Lampung
Aksara Lampung
- 1 Oktober 2014

Aksara Lampung atau biasa disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan masyarakat Suku Lampung. Para ahli berpendapat bahwa aksara ini berasal dari perkembangan aksara devanagari yang lengkapnya disebut Dewdatt Deva Nagari atau aksara Pallawa dari India Selatan. Aksara tersebut berbentuk suku kata seperti halnya aksara Jawa ca-ra-ka atau bahasa Arab alif-ba-ta.

Had Lampung terdiri dari huruf induk yang berjumlah 20 buah, yakni: ka–ga–nga–pa–ba–ma–ta–da–na–ca–ja–nya–ya–a –la–ra–sa–wa–ha–gha. Serta atribut lain seperti; anak huruf, anak huruf ganda dan gugus konsonan, juga terdapat lambang, angka dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan.

Maka pemerian vokal dan diftongnya menggunakan tanda-tanda serupa fathah pada baris atas dan tanda-tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda di belakang. Tiap-tiap penanda vokal dan diftong tersebut mempunyai nama tersendiri.

Nama masing-masing anak huruf yang terdiri dari 12 buah itu adalah sebagai berikut: Anak huruf yang terletak di atas huruf: ulan, bicek, tekelubang (ang), rejenjung (ar), datas (an). Anak huruf yang terletak dibawah huruf: bitan dan tekelungau (au). Anak huruf yang terletak di belakang huruf: tekelingai (ai), keleniah (ah), nengen (tanda huruf mati).

Aksara Lampung masuk ke daerah Sumatera Selatan pada jaman kerajaan Sriwijaya (700-1300). Boleh dikatakan bahwa aksara ini memiliki banyak persamaan dengan aksara-aksara di luar Lampung. Tetapi bukan berarti yang satu meniru yang lain, melainkan aksara-aksara tersebut memang bersaudara, sama-sama diturunkan dari aksara India.

Namun karena ada pembeda bentuk dan masih dipergunakan oleh sebagian orang di daerah pedalaman Lampung, maka kita sebut aksara tesebut sebagai aksara Lampung. Atau dalam bahasa daerah lampung disebut kelabai surat Lampung, yang berarti “Ibu surat Lampung”. Jadi di dunia ini tidak ada aksara yang murni, sebab pembauran antarbudaya di muka bumi berlangsung sepanjang masa.

Prof. K.F.Holle berpendapat, cuma sedikit suku-suku di Nusantara yang memiliki aksara sendiri, dan sebagian besar suku-suku tidak memiliki aksara, dan baru mengenal aksara setelah menerima Islam, yaitu huruf Arab-Melayu. Dan dari semua aksara Surat Ulu (aksara Kaganga), aksara Lampung memiliki kelainan tersendirii. Aksara ini telah dibahas oleh Prof. Karel Frederik Holle, Tabel van Oud en Nieuw Indische Alphabetten (Batavia, 1882), dan walau selintas disinggung juga oleh Prof. Johannes Gijsbertus de Casparis, Indonesian Palaeography: A History of Writing in Indonesia (Leiden, 1975).

Aksara atau Had Lampung memiliki dua kategori aksara, yakni; aksara Lama dan aksara Baru. Antar aksara Lampung yang sekarang masih berlaku dengan aksara-aksara lama Lampung, terdapat dalam tulisan-tulisan piagam lama yang terbuat dari kulit kayu atau tertulis di atas tanduk, buku bambu atau kertas terdapat perbedaan. Contohnya adalah kitab yang terdapat di bekas Keratuan Darah Putih bertahun 1270 H, yang ditulis dalam aksara Lampung Lama dan Arab Melayu, dengan memakan bahasa jawa Banten. Sementara aksara Lampung yang baru adalah aksara yang sekarang masih dipakai di kalangan anggota masyarakat Lampung di daerah pedalam, di kampung-kampung, dan terutama di kalangan orang tua.

Sebagai respon positif dari masyarakat dan pemerintahan Lampung, aksara masyarakat pedalaman ini dibakukan dan diajarkan pada anak-anak di sekolah. Kalangan remaja pun tidak mau ketinggalan, aksara Lampung baru ini dibuat berupa software yang bisa diaplikasikan pada komputer, sehingga memungkinkan untuk berkreasi desain pada kaos, kriya, sofenir, dan sarana pergaulan lainnya dengan aksara-aksara nenek moyang ini.

 

Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/920/aksara-lampung#photo[gallery]/1/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Lupa pin brimo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Untuk Mengatasi lupa PIN (BR𝖎mo) Tanpa ke bank Anda bisa menghubungi CS BR𝖎 melalui Chat WhatsApp di (628192000015) atau (1500046). Melalui aplikasi BR𝖎mo Anda bisa lupa [Username atau Password] pada halaman login Aplikasi BR𝗜mo.

avatar
BRI BRImo
Gambar Entri
Ganti kartu ATM BNI expired bisa dimana saja?
Alat Musik Alat Musik
Bali

Nasabah dapat melakukan penggantian Kartu Debit BNI melalui : 08131377201 Kantor Cabang Bank BNI terdekat dengan membawa kartu identitas (KTP untuk WNI atau paspor untuk WNA/non residen)

avatar
Oskm18_16318241_athalarik Atha Larik
Gambar Entri
Apakah layanan Halo BNI 24 jam?
Alat Musik Alat Musik
Bali

Ya, layanan Halo BNI melalui (+62/-0813-1377-201- WhatsApp dapat diakses 24 jam, memungkinkan Anda mendapatkan bantuan dan informasi kapan

avatar
Oskm18_16318241_athalarik Atha Larik
Gambar Entri
Cara hapus akun GoPay Pinjam?
Alat Musik Alat Musik
Bali

Cara Menonaktifkan akun GO-PAY pinjam Anda hubungi pelanggan gopay~(62 0852•1165•5933) atau WhatsApp .) melalui live chat, dan siapkan data diri Anda seperti (KTP) Ikuti instruksi

avatar
Oskm18_16318241_athalarik Atha Larik
Gambar Entri
Apakah GoPay ada WhatsApp?
Alat Musik Alat Musik
Bali

GoPay memiliki akun WhatsApp resmi, namun hanyhhanyhanyaaanyaa digunakan untuk keperluan promosi dan informasi marketing. Akun ininii tidak melayani keluhan atau pertanyaan pelanggan. JikaJika kamu mengalami kendala atau butuh bantuan terkait layanan GoPay, silakan hubungi kami melalui Halaman Bantuan di aplikasi GoPay-mu!

avatar
Oskm18_16318241_athalarik Atha Larik