Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Manuskrip Jawa Barat Garut
Manuskrip Sunda "Pasal Nikahkeun, Pasal Ngadegkeun"
- 23 Juni 2021

Indonesia merupakan negara dengan suku dan budaya yang beragam. Berbagai daerah dengan aksara dan bahasa yang beragam umumnya memiliki sebuah naskah yang di dalamnya berisi catatan mengenai kehidupan masyarakat. Manuskrip (naskah kuno) termasuk sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan, manuskrip adalah peninggalan budaya menulis zaman dahulu kala. Hasil tulisan kemudian disimpan menjadi sebuah dokumen yang dimiliki oleh perorangan atau biasanya diwarisi dari satu generasi ke generasi lanjutan. Tidak jarang pula ditemukan, manuskrip yang dimiliki oleh suatu kelompok tertentu, lembaga swasta, hingga pemerintah.

Penyimpanan warisan budaya manuskrip ini telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia tepatnya pada UU No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Benda cagar budaya seperti manuskrip ini merupakan kekayaan bangsa yang berisi pengetahuan sekaligus sebagai pengembangan budaya, sehingga keberadaannya perlu untuk dilindungi dan dilestarikan demi kepentingan bersama (Presiden Republik Indonesia, 2014). Persebaran budaya Indonesia yang beragam menjadikan kemungkinan adanya manuskrip di negara ini cukup banyak khususnya yang ada di wilayah Pulau Jawa.

Pulau jawa terkenal sebagai wilayah di Indonesia yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Selain itu, banyak pula ditemukan berbagai peninggalan kebudayaan yang dapat ditemui di sekitar pulau jawa. Menurut (Diva Kautsar, 2020) masyarakat jawa terlebih yang ada di wilayah Jawa Barat masih banyak yang menganut kepercayaan dari nenek moyang. Salah satu, kawasan yang memiliki unsur tradisional cukup kuat yaitu di Garut dan Sukabumi. Masyarakat seperti ini percaya bahwa perlu adanya pelestarian nilai-nilai leluhur, salah satunya ialah dengan menyimpan peninggalan budaya seperti manuskrip (naskah kuno).

Informasi yang terkandung dalam naskah kuno sangat banyak, biasanya meliputi berbagai bidang kehidupan seperti sastra, agama, hukum, sejarah, adat istiadat, dan lain sebagainya (Pascasarjana, Sunan, & Yogyakarta, n.d.). Adanya informasi penting yang tersimpan dalam naskah kuno menjadi salah satu alasan untuk menyimpannya. Pelestarian naskah kuno ini dikenal sebagai tindakan preservasi yang bertujuan untuk menjaga informasi yang ada di dalamnya.

Pelestarian naskah kuno ini salah satunya ditemukan di wilayah Kampung Simpang Rt 02/Rw 02, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat. Manuskrip sunda ini dikoleksi perseorangan karena merupakan hasil turun temurun dari orang tua ke anaknya. Pemilik manuskrip tersebut bernama Bapak Udan. Naskah kuno ini memiliki judul “Pasal Nikahkeun, Pasal Ngadegkeun”. Isi dari naskah ini menjelaskan aturan atau pedoman jika ingin melaksanakan kegiatan, seperti penentuan hari atau tanggal pernikahan, sunatan, mendirikan rumah, dan lain-lain.

Pedoman dalam menentukan tanggal atau hari baik yang dilakukan oleh masyarakat sunda ini sudah diwariskan oleh nenek moyang secara turun menurun. Perhitungan ini menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan sebelum melaksanakan sebuah kegiatan agar dapat berjalan baik sesuai keinginan.Tanpa disadari, penentuan hari atau tanggal yang baik ini merupakan bagian dari etnomatematika (Nisa, Nurjamil, & Muhtadi, 2019). Etnomatematika memiliki fungsi dalam menghubungkan ide-ide matematika di berbagai aktivitas masyarakat. Misalnya, dalam perhitungan pernikahan dimulai dengan menghitung kecocokan antar pasangan, memilih bulan, tanggal dan hari pernikahan. Perhitungan ini bertujuan untuk menghindari kesalahan dalam memilih pasangan dan mencapai pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Total halaman naskah yang masih tersimpan hingga saat ini sebanyak 94 halaman, dua diantaranya kosong. Naskah ini menggunakan aksara latin dan arab pegon, dengan bentuk karangan prosa. Ukuran dari naskah kuno tersebut yaitu 15,4 cm x 9,5 cm. Jenis kertas yang digunakan ialah kertas bergaris. Kondisi fisik naskah saat ditemukan sudah lapuk, sobek, kertas yang berubah warna menjadi kuning, terdapat juga tinta yang sudah mulai luntur, serta tidak berjilid.

Usia naskah yang sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, membuat kondisi demikian sangat mungkin terjadi. Apalagi, manuskrip ini hanya disimpan dalam lemari tanpa adanya perawatan khusus dari sang pemilik. Kerusakan itu terjadi diakibatkan karena intensitas pemakaian yang cukup tinggi, bahkan hingga faktor lingkungan. Sehingga, perlu adanya perbaikan dalam mencegah kerusakan naskah misalnya dengan mendukung tindakan preservasi yang baik. Hal yang perlu dipertahankan ialah isi atau informasi dari naskah tersebut. Hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik naskah ialah kondisi lingkungan tempat penyimpanan dokumen.

Upaya preservasi guna menjaga naskah agar tidak rusak dan tahan lama dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu konservasi dan restorasi. Konservasi adalah upaya pengawetan naskah agar naskah berusia panjang. Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam konservasi diantaranya adalah pembersihan fisik naskah dari kotoran atau debu yang menempel, dilakukannya fumigasi dalam ruangan yang tertutup dengan rapat agar serangga yang ada dapat terbunuh dengan pasti dan minimal fumigasi ini dilakukan satu kali dalam setahun, serta pengaturan suhu dan kelembaban juga perlu diperhatikan (Latiar, 2018).

Selain konservasi, upaya preservasi naskah lainnya adalah restorasi. Restorasi merupakan upaya dalam memperbaiki bentuk atau tampilan naskah yang sudah rusak. Tindakan yang dapat dilakukan dalam restorasi ini diantaranya adalah merawat kertas, penjilidan, dan lain-lain. Filosofi mencegah daripada memperbaiki memang benar perlu diterapkan dalam upaya preservasi naskah ini. Sehingga kesadaran dari penyimpan naskah dalam memperhatikan faktor-faktor seperti itu akan sangat membantu memaksimalkan ketahanan dari naskah kuno.

Selain konservasi dan restorasi, digitalisasi juga diperlukan dalam preservasi naskah kuno, terutama untuk naskah kuno yang ditulis tangan. Digitalisasi merupakan upaya pengalihan media atau penyalinan naskah kuno yang dilakukan dengan bantuan teknologi digital. Penyalinan ini umumnya dilakukan menggunakan mesin scanner atau kamera digital (Latiar, 2018). Upaya digitalisasi ini dilakukan untuk menyelamatkan isi naskah serta upaya agar naskah tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat meski naskah tersebut sudah hilang atau rusak. Namun, digitalisasi ini memiliki kelemahan. Hasil dari digitalisasi yang mana dalam bentuk file atau folder kedepannya bisa saja hilang terkena virus pada komputer jika tidak diperhatikan dengan benar.

Manuskrip ialah salah satu koleksi budaya bangsa yang wajib dilestarikan. Mengingat informasi yang terkandung di dalam manuskrip tersebut sangat berguna dalam kehidupan masyarakat tertentu. Maka dari itu, preservasi diperlukan untuk mempertahankan keutuhan naskah secara keseluruhan. Sebagian masyarakat yang memiliki naskah kuno khususnya yang menyimpan secara pribadi harus mampu mengelolanya dengan baik, misalnya dengan menambah pengetahuan akan kegiatan preservasi, konservasi, restorasi, hingga digitalisasi naskah. Selain itu, dalam kegiatan preservasi ini masyarakat tidak hanya berperan secara langsung, namun bisa juga berperan secara tidak langsung. Berperan tidak langsung dimaksudkan bahwa masyarakat tersebut tidak turut andil secara langsung dalam kegiatan preservasi, melainkan ia mencoba menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya melakukan preservasi pada manuskrip atau naskah kuno yang ada (Primadesi, 2012). Dengan begitu, diharapkan kedepannya masyarakat dapat lebih aware terhadap pentingnya preservasi ini.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna