Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/
Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TBR10 TAUHID
LKK_BANTEN2013_TBR10
Bhs. Arab
Aks. Arab
Prosa
TH
221 hal / 11-13 baris/hal
33.5 x 21 cm
Kertas Eropa
Naskah yang merupakan kumpulan teks tentang tauhid ini berasal dari daerah Gagas Selawe Onyam Gunung Kaler Kabupaten Tangerang.Diantarannya adalah kitab Syarh Bahjat al-‘Ulum f³ Bay±n Aq³dat al-U¡µl dan al-Miftah f³ Syar¥ Ma’rif±t al-Isl±m wa ‘l-Im±nNaskah ini selesai disalin oleh Haji Muhammad Sulaiman bin Haji Abdul Sattar pada tanggal 21 Jumadil Awal 1270 Hijriah. Naskah ini memiliki halaman lengkap dari awal hingga akhir.Alas naskah ini adalah kertas Eropa polos bewarna cokelat.
Naskah ini memiliki nomor halaman mulai dari awal hingga akhir halaman.Tinta yang digunakan untuk menulis naskah bewarna hitam dan merah.Pada tiap teks rubrikasi berisikan pointers atau pokok bahasan tertentu ditulis dengan tinta warna merah.Ada kata-kata yang dimaknai perkata, ada kalimat yang diberi syarah isinya, ada juga kalimat yang diberi hasyiyah pada pinggiran teks.Dalam naskah ini tidak terdapat iluminasi dan ilustrasi yang menjelaskan isi suatu teks.
Keadaan fisik naskah ini secara keseluruhan baik, namun ada beberapa halaman yang tintanya membayang.Pada tepian/pinggiran naskah ada yang sobek, terlipat-lipat dan bewarna cokelat tua akibat dimakan rayap. Semua teksnya masih dapat terbaca dengan baik Secara umum kondisi naskah ini masih bagus. Naskah ini dijilid dengan ikatan benang pada tiap kuras.Sampul naskah ini bewarna cokelat beriluminasi sudah terkelupas jilidannya.
Isi naskah ini berisikan tentang kajian tauhid secara teologis tentang sifat-sifat Tuhan. Teks yang disajikan dalam bentuk tanya jawab dengan pendekatan ilmu mantiq/ logika.Secara detail dijelaskan sifat wajib, jaiz dan mustahil bagi Allah disertai dengan penalaran atau argumen secara deduksi dan induksi. Dijelaskan juga topik ilmu logika tasawwur dan tasdiq, had dan burh±n. Untuk memperkuat keimanan dan keteguhan hati akan keesaan Allah disertai penjelasan tentang hubungan iman, islam dan ihsan. Sehingga teralisasikanlah makna dari iman yaitu hidayah dari Allah dan diyakini oleh hati dan diafirmasi oleh lisan.
Teks awal naskah berbunyi: Bismill±h ar-rahm±n ar-rah³m. Rabbi yassir wal± tu’assir. Alhamdulill±h alla©³ nµrun qulµb al-mu'min³na binµrih³ hid±yat³.
Teks akhir naskah berbunyi: wa assal±mu ziy±datun ta'am³nin wa¯ ¯oyyibin wa tahiyyatin wa a’§±min ‘aliyyin al-murtabati sayyidin± muhammadin ibn Abdill±h.(NV).
ROTASI GAMBAR 90�LKK_BANTEN2013_TBR10 1 / 220StartStop
Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...
Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...
Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...