Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Manuskrip Nusantara Kementerian Agama RI Banten Banten
LKK_BANTEN2013_PONTANG
- 23 November 2020 - direvisi ke 4 oleh Nicky Ria Azizman pada 23 November 2020

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/

Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_PONTANG [ KUMPULAN KITAB DENGAN BERBAGAI TEMA ]

LKK_BANTEN2013_PONTANG

Nama Pemilik

Bhs. Arab dan Jawa

Aksara Arab

Prosa

LL

SLM

180 hal/7 baris/hal

Ukuran 20,6 x 27,9 cm

Kertas Eropa

Naskah ini berisi beberapa teks berupa [ Kumpulan Kitab dengan Berbagai Tema ], yang disusun oleh Abdullah bin Abdul Qohar. Naskah ini adalah naskah asli yang berasal dari Pontang, Kabupaten Serang.

Naskah ini memiliki ukuran 20,6 x 27,9 cm, dengan tebal naskah 2 cm. Ukuran teks naskah 14 x 23 cm, dengan ukuran huruf 0,9 cm.Margin Recto: kiri 2 cm, atas 3 – 3,5 cm, kanan 4,5 cm, dan bawah 3 – 3,3 cm; sedangkan Margin Verso: kiri 4,5 cm, atas 3 - 3,5 cm, kanan 2 cm, dan bawah 3 - 3,3 cm.

Isi naskah berbahasa Arab dan Jawa, ditulis dengan aksara Arab menggunakan khat Nasakh.Tulisan berwarna hitam dan merah, di atas bahan kertas Eropa berwarna coklat.Naskah ini terdiri dari 19 Teks, dengan jumlah halaman 180, dengan jumlah baris per halamannya 7 baris. Terdapat 9 Kuras, dengan 19 halaman per Kurasnya. Tidak terdapat Kata Alihan, namun terdapat Kolofon di halaman 138.Tahun penulisan naskah ini tidak disebutkan.

Keadaan fisik naskah ini sudah sedikit rusak namun masih terbaca.Sampul sudah tidak ada, tapi dijilid dengan benang. Terdapat watermark berupa perisai bunga tulip di tengahnya serta mahkota dan Propatria; juga countermark bertuliskan “JH ONIC & ZOONEN”. Tapi tidak ditemukan garis tebal dan garis tipis di dalamnya.

Secara ringkas, naskah ini terdiri dari 19 Teks dengan berbagai tema pembahasan. Gambaran isi naskah sebagai berikut:

Kalimat awal pada naskah berbunyi ..............(kertas sobek) bi syarti a?lin li dz?lik f? dz?lik an-nazhar wa bi dz?lik adzantu?u f? ar-r?tib bi dharb ad-duf?f wa ’adami?i wa al-la’b bi dharb as-suy?f wa ad-dabb?s wa akl an-n?r wa as-samm wa az-zuh?j...Bagian awal kalimat teks, Bismill?hi ar-Rahm?n ar-Rah?m. Al-hamdulilll?hi al-ladz? khalaqa al-maq?m?t wa al-’aw?l?m, wa asy?adu?? bi nur an-nubuwwah bi tauf?qi?i min Rabb al-bar?y?t. Wa asy?adu an l? il??a illa All?? wahda?u l? syar?ka la?u r?ziq al-mann?n bi musy??adati al-mulki ad-dayy?n, wa asy?adu anna Muhammadan ’abdu?u wa ras?lu?u...Bagianakhir teks: Wa as-s?bi’, qalb ar-rabb?niyyah, wa ?uwa qalb al-mu‘min al-ladz? syad?d syu??di?i wa fan?‘i?i il? dz?ti?i ta’?l? al-ladz? qad kasyafa il? ’?lam al-l???t wa ?uwa a?l al-ma’rifah. Nuktah. Kalimat akhir naskah: wa ??dz? asyrafu maw?dhi’ at-tashawwar?t wa aqarru bi?? il? al-hudh?r wa hush?l al-maqah?d idz? atqarra...

Teks halaman 1-51, tanpa judul dan nama penulis. Teks ditulis menggunakan aksara dan bahasa Arab, dengan terjemahan berbahasa Jawa-Banten. Jenis kaligrafi yang digunakan adalah dari jenis naskhi. Rata-rata jumlah baris per halaman adalah 7 baris dengan tulisan yang masih jelas terbaca. Halaman-halaman pertama teks ini hilang, tetapi dari halaman pertama dapat diduga bahwa teks ini berisi tentang debus. Teks berjudul Silsilat as-Siniyyat al-’?liyat al-Hadhrati al-Qad?riyyah (halaman 52-67). Teks tanpa pengarang ini ditulis dengan aksara dan Bahasa Arab dalam kaligrafi jenis naskhi dalam tujuh baris rata-rata setiap halamannya. Terjemahan berbahasa Jawa-Banten ditulis dengan aksara Pegon. Kualitas tulisan masih jelas terbaca. Teks berjudul Syaraté Dzikir Rifa’i (halaman 68). Tidak didapati nama penulis dalam teks berbahasa Jawa-Banten ini. Dalam 11 baris, teks ini ditulis dengan menggunakan aksara Pegon dengan kaligrafi jenis Farisi yang masih jelas terbaca. Di sisi kanan terdapat semacam syarh berbahasa Jawa-Banten beraksara Pegon yang dapat dipastikan ditulis belakangan karena perbedaan kaligrafi dan ketebalan tinta (yang tipis). Teks berisi Ijazah tentang dzikir-dzikir yang diterima Haji Afifi dari Syaikh Muhammad ’Aliyuddin ibn Muhammad ’Arif (halaman 69-71). Ijazah ini ditulis dalam 11 baris per halaman, berbahasa Jawa-Banten beraksara Pegon, dengan jenis kaligrafi Farisi berwarna merah dan rubrikasi berwarna merah. Tulisan masih sangat jelas terbaca. Teks tanpa penulis berjudul Syur?th adz-Dzikr min al-Mubtadi‘?n ’inda ba’dhi?im min Ahl ?adza al-Fanni (halaman 71-74). Teks ini ditulis dalam 4 baris pada halaman pertamanya dan 11 baris pada halaman berikutnya. Kalimat pembukaan/ judul ditulis dengan aksara dan berbahasa Arab, sedangkan ini ditulis denagn aksara Pegon berbahasa Jawa-Banten. Jenis kaligrafi yang digunakan adalah Farisi dengan tinta berwarna hitam dan rubrikasi dengan tinta merah yang tegas dan masih jelas terbaca. Teks ini berisi syarat-syarat dzikir Tarekat Rifa’iyyah. Teks tanpa penulis berisi pembahasan tentang fiqh (halaman 74-80), ditulis dengan tinta hitam berkaligrafi naskhi yang sebagian diberi tanda baca. Pada halaman 77 tertulis angka tahun 1260 Hijriyah. Teks Tar?qat as-S?d?t asy-Syathth?riyyah (halaman 74-80), tidak tercantum nama penulis. Berbahasa dan beraksara Arab dengan menggunakan kaligrafi jenis naskhi tanpa harakat menggunakan tinta hitam. Teks Silsilah/ Nasab Tarekat Syattariyah yang diterima oleh Tubagus H. Mahmud Syadzili al-Jawi Banten (halaman 81). Beraksara dan berbahasa Arab yang ditulis dengan kaligrafi jenis Naskhi tanpa harakat dengan menggunakan tinta hitam. Teks berjudul Bay?n an-Nasb Quthb al-Aqth?b Sulth?n al-Auliy?‘ Sayyid asy-Syaikh Muhyi ad-D?n Ab? Muhammad Ab? as-Sh?lih Sayyid ’Abd al-Q?dir J?l?niy (halaman 82-83). Bahasa dan aksara yang digunakan adalah Arab. Teks tanpa penulis berjudul Ans?b al-’?liyat ar-Rif?’iyyat Sulth?n al-’?syiq?n Maul?n? as-Sayyid Ahmad al-Kab?r ar-Rif?’i (halaman 83-84). Bahasa dan aksara yang digunakan adalah Arab. Teks pada halaman 85-91 yang berisi diagram tentang penjelasan konsep-konsep tertentu. Ditulis dalam dua bahasa dan aksara, yakni Arab dan Jawa-Banten, serta Arab dan Pegon. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan merah. Teks Masy??id an-N?sik f? Maq?mat as-S?lik (92-125) Diagram berbentuk figur manusia dengan kata Allah di bagian kepala, leher, dada, perut, paha, dan betis (halaman 126). Halaman 127-130 tidak begitu jelas berisikan tentang apa. Teks ditulis dengan bahasa dan aksara Arab serta bahasa Jawa-Banten dan aksara Pegon dengan kaligrafi jenis Naskhi. Teks tanpa penulis berjudul Martabat Pitu (halaman 130-141). Bahasa yang digunakan adalah Jawa-Banten yang ditulis dengan aksara Pegon berkhat Naskhi bercampur dengan Farisi. Tinta yang digunakan berwarna hitam dan merah. Pada halaman 136-139 terdapat diagram penjelasan tentang Martabat Tujuh. Teks tanpa penulis berjudul Syarh Tuhfat al-Mursalat (halaman 142-145), berbahasa Jawa-Banten, beraksara Pegon, ditulis dengan tinta berwarna hitam dan merah. Jenis kaligrafi yang digunakan adalah naskhi bercampur dengan Farisi. Teks ini berisi tentang Martabat Tujuh. Diagram-diagram ajaran Martabat Tujuh (halaman 146-163). Ditulis dengan aksara dan Bahasa Arab, serta bahasa Jawa-Banten aksara Pegon. Teks ditulis dengan kaligrafi Naskhi dan Farisi dengan tinta berwarna hitam dan merah. Halaman 1164-169, berisi diagram-diagram rajah; berbahasa dan aksara Arab, serta berbahasa Jawa-Banten beraksara Pegon; menggunakan tinta hitam dan merah. Teks berjudul Ris?lat asy-Syathth?riyyat f? Bay?n Asr?r as-S?ir?n f? Thar?q al-Ahadiyat yang ditulis oleh Baha‘ ad-Din ibn Ibr???m ’Ath? al-Ansh?riy al-Q?diriy (halaman 170-194). Halaman akhir teks ini hilang dan pada halaman-halaman terakhir sudah mulai lapuk. Teks berisi ajaran Tarekat Syattariyah ini ditulis dengan kaligrafi jenis Naskhi berbahasa dan aksara Arab tanpa tanda baca. Tinta yang digunakan adalah hitam dan tinta merah untuk rubrikasi. Jumlah baris pada masing-masing halaman berbeda-beda; pada halaman 170 berjumlah 12 baris, halaman 171-172 berjumlah 13 baris, dan halamn 173-194 rata-rata 23 baris. Pemilik naskah ini adalah H. Sulaiman.Dipotret oleh Tim dari Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.Dan dideskripsikan oleh Puji Astuti (PA).

ROTASI GAMBAR 90�LKK_BANTEN2013_PONTANG 1 / 190StartStop

Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara mudah buka blokir brimo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Kalimantan Selatan

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Lupa pasword brimo 3kali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.

avatar
Layanan Halo BCA 24jam Halo BCA
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna