Adat Nusantara
419 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Aqraga
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Selatan

Permainan aqraga merupakan sebuah permainan yang dimainkan oleh anak-anak para bangsawan terlebih lagi ketika mereka sedang bersaing untuk merebut hati seorang gadis desa yang mereka sukai. Namun kemudian permainan bola raga ini menjadi permainan rakyat yang diwargai dengan ketangkasan mempermainkan bola yang terbuat dari anyaman kulit rotan. Bola Raga adalah bola yang terbuat dari anyaman rotan berbentuk bulat dengan besar diameter 20 cm. Karena anyamanya yang kuat dan rapi sehingga bola yang tidak seperti lazimnya bola yang berisi angin tersebut dapat pula melenting dengan baik jika disepak atau jatuh di tempat yang keras. Pemain bola raga tidak terikat pada jumlahnya, bisa 2 orang, 3 orang atau 6 orang, bahkan bisa lebih. Dalam pertunjukannya para pemain raga akan mengenakan kostum adat yakni baju an celana barocci (celana yang agak longgar) dan mengenakan lipaq saqbe (sarung sutra) serta patonroq (destar) di kepalanya. Dalam bermain raga masing-masing pemain akan menunjukkan...

avatar
Widra
Gambar Entri
Appanaung Ri Jeqneq
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Appanaung Ri Jeqne adalah upacara ritual yang dilakukan oleh masyarakat yang bermukim di daerah pantai Kecamatan Galesong Utara. Upacara ini merupakan rangkaian dalam acara Attamu Taung (upacara Tahunan). Namun demikian ia dapat berdiri sendiri sebagai upacara ritual yang memberikan persembahan kepada leluhur atau dewa yang berada di lautan yaitu para pendahulu mereka yang telah berjuang untuk melindungi Gowa dari tangan para penjajah. Upacara ini di awali dengan pemotongan hewan kurban. Dalam upacara ini terdapat sejumlah rangkaian yakni pertama; Appalili Tedong dimana acara ini adalah mengajak kerbau keliling kampong dengan iring-iringan orang berpakaian adat dan tabuhan seperangkat musik gendang. Setelah mengelilingi kampung lalu kemudian kerbau dipersiapkan dan dimantrai ( apparuru ) oleh pimpinan upacara, setelah itu barulah di bawah ke lokasi penyembelihan. Setelah kerbau disembelih dan dikuliti maka seluruh bagian kerbau tersebut di mantrai dan dipersembahkan dalam Tarian Salon...

avatar
Widra
Gambar Entri
Barugaya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Bagi masyarakat Gowa Barugaya memiliki arti "milik kita". Lebih jelasnya Barugaya merupakan salah satu bangunan yang digunakan sebagai tempat bersosialisasi, berinteraksi antara satu penduduk Gowa dengan penduduk lainnya. Di Jawa, Barugaya dapat diartikan sebagai Pendopo, atau lebih luas lagi dapat pula disebut sebagai Balai Desa. Karena rumah ini difungsikan sebagai ruang sosialisasi dan berkumpul, Barugaya memiliki bentuk, luas dan lebar bangunan yang lebih besar dari pada rumah adat Gowa pada umumnya, selain kediaman raja tentunya. Barugaya memiliki tiga gelombang dalam sibalaja, yang menandakan bahwa bangunan tersebut tersedia untuk semua kalangan, terlebih rakyat biasa (lihat rumah adat). Namun demikian, dalam Barugaya juga sangat lekat dengan simbol-simbol kekuasaan raja, seperti terdapat adanya bala'babenteng (kain merah) yang senantiasa diikatkan pada setiap tiang penyangga bangunan. Bala'babenteng adalah semacam simbol dalam arsitektur rumah adat Gowa, yang menandak...

avatar
Widra
Gambar Entri
Randeng (Cerita Rakyat Wajo, Sulawesi-selatan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

I Randeng ialah putri Arung Anakbanua dalam abad kedelapan belas. Ia salah seorang putri Arung Anakbanua yang turun temurun dari Pettang Ubeng.  Pattang Ubeng melahirkan tiga orang anak. Yang sulung dinamai La Sampewali, yang tengah dinamai I Soji, dan yang bungsu dinamat I Sinrang. I Soji inilah yang melahirkan I Randeng yang diberi gelar oleh penduduk Petta Macoae karena dialah yang tertua kedudukannya dalam pemerintahan Anakbanua. Dalam susunan urutan Arung Anak banua kira-kira ia termasuk yang ketujuh. I Randeng dalam kedudukannya sebagai putri Arung Anakbanua selalu mengusahakan kemaslahatandan ketinggian martabat rakyatnya. Ia mempunyai seorang puteri yang bernama I Makkatenni dengan gelar Petta Maloloe, artinya masih muda usianya. Dialah nanti yang berhak menggantikan ibunya, jika ibunya kelak berpulang ke rahmatullah. I Makkatenni adalah anak tunggal I Randeng. Ia sudah bersuami sejak kecil tetapi tidak rukun dengan suaminya. Setelah I Makkatenni berumur kira-kira lebih sepulu...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Legenda karampuan sinjai sulawesi barat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Sebuah legenda beredar dari kaki Gunung Karampuang, Kabupaten Sinjai,  Sulswesi Selatan. Legenda tentang seorang manusia sakti bernama To Manurung yang turun dari langit dan memberikan sejumlah pesan dan pengetahuan baru bagi warga desa: tentang tatanan hidup sederhana dan pentingnya kebersamaan. Pengetahuan itu hingga kini masih ditaati para pengikutnya yang hidup mengucilkan diri di sebuah desa adat yang disebut Karampuang.  Desa yang terletak sekitar 31 kilometer dari pusat Kota Sinjai ini, memang mencerminkan suatu desa tradisional yang ketat memegang teguh amanah para leluhur. Konon, asal kata dari Karampuang tersebut diambil dari kata Karaeng dan Puang. Penamaan ini akibat dijadikannya lokasi itu sebagai pertemuan antara Kerajaan Gowa (Karaeng) dan Kerajaan Bone (Puang). Dalam legenda Karampuang juga dikisahkan bahwa asal mula adanya daratan di Sinjai berawal dari Karampuang. Dahulu daerah ini adalah wilayah lautan sehingga yang muncul ke permukaan adalah beberapa daerah saja,...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
La Maddukkellleng, Ksatria yang Memerdekakan Tanah Wajo dan Rakyat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

La Maddukkelleng lahi di Wajo, Sulawesi Selatan sekitar tahun 1700. Pada masa kecilnya hidup di lingkungan istana (Arung Matowa Wajo) Wajo.  Menginjak masa remaja ia diajak oleh pamannya mengikuti acara adu (sambung) ayam di kerajaan tetangganya Bone.  Namun pada waktu itu terjadi ketidak adilan penyelenggaraan acara tersebut di mana orang Wajo merasa dipihak yang teraniaya, La Maddukkelleng tidak menerima hal tersebut dan terjadilah perkelahian.  Ia lalu kembali ke Wajo dalam pengejaran orang Bone, lalu lewat Dewan Ade Pitue, ia memohon izin untuk merantau mencari ilmu.  Kemudian dia menikah dengan puteri Raja Pasir dan menjadi pewaris. Dia bersama pengikutnya terus menerus melawan Belanda.  Setelah sepuluh tahun La Maddukkelleng memerintah Pasir sebagai Sultan Pasir, datanglah utusan dari Arung Matowa Wajo La Salewangeng yang bernama La Dalle Arung Taa menghadap Sultan Pasir dengan membawa surat yang isinya mengajak kembali, karena Wajo dalam ancaman Bone.  La Maddukkelleng mengumpu...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Pertunjukan Mappadekko
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Selatan

Acara mappadekko merupakan tradisi penghormatan akan dimulainya pesta adat atau penyambutan tamu undangan yang hadir pada Upacara Mapogau Hanua. Pada bentuk pertunjukan Mappaddekko adapun bentuk pertunjukan didalamnya yaitu: a). Instrumen yang digunakan yaitu Lesung dan Alu. b). Dipertunjukan dengan cara berdiri, c). Pola tabuhan ada tiga macam yaitu: mappadudu’, makkumba’, dan mangolai. Kostum yang digunakan pada setiap pementasan, bagi laki-laki mereka menggunakan kostum biasa yang mereka miliki yaitu baju batik dan celana kain biasa dan songko’ (penutup kepala), sedangkan bagi perempuan menggunakan baju bodo yang berwarna merah dan biru serta sarung yang digunakan yaitu lipa bate’(sarung batik). Tidak memakai tata rias atau make up. Inti dari Upacara Mapogau Hanua yaitu acara menre’ri bulu dalam arti pemujaan untuk mengenang kembali enam penguburan mallajang. Latar belakang Pertunjukan Mappaddekko dalam Upacara Mapogau Hanua masyarakat Bugis Karampuang Sinjai yaitu: a). A...

avatar
Andi sari elviani
Gambar Entri
Rambu Solo'
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Seppa Tallung Buku: Panduan Mengenal Pakaian Adat Pria Toraja
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Selatan

Seppa Tallung Buku: Panduan Mengenal Pakaian Adat Pria Toraja Pakaian adat merupakan manifestasi fisik dari identitas budaya yang memperkuat keberadaan suatu komunitas. Dalam konteks masyarakat Toraja yang mendiami wilayah pegunungan Sulawesi Selatan, pakaian tradisional laki-laki bukan sekadar atribut fashion, melainkan struktur berpakaian yang memiliki spesifikasi teknis dan proporsi tertentu. Memahami pakaian adat pria Toraja memerlukan pendekatan yang memperhatikan detail konstruksi, bahan, dan fungsi praktisnya dalam kehidupan ritual maupun sosial. Panduan praktis ini dirancang untuk membantu Anda mengenali, membedakan, dan memahami karakteristik arsitektural pakaian adat pria Toraja. Dari terminologi teknis hingga aspek proporsional yang memengaruhi kenyamanan bergerak, setiap elemen dalam pakaian ini memiliki fungsi spesifik yang telah teruji melalui generasi. Identifikasi Nama dan Terminologi Langkah pertama dalam mengenali pakaian adat ini adalah memahami terminologi...

avatar
Kianasarayu