Bahan-bahan untuk membuat kue lepis legit spekuk adalah: 40 butir kuning telur 400 gram mentega 350 gram gula bubuk 300 gram margarine 70 gram tepung terigu 20 gram susu bubuk 4 sdm susu kental manis 1 sdt bumbu spekuk ½ sendok teh vanili bubuk Sedikit pewarna kuning telur Cara membuat kue lapis legit spekuk: Masukkan mentega dan margarine lalu kocok hingga mengembang dan putih. Setelah itu tambahkan bumbu spekuk, susu kental manis, dan pewarna kuning telur, lalu kocok kembali hingga adonan rata. Sisihkan. Masukkan kuning telur, gula bubuk, dan vanili bubuk, kocok semua bahan ini hingga mengembang dan kental.Tambahkan adonan pada langkah 1 sambil dikocok hingga tercampur rata. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, campur menjadi satu lalu diayak. Masukkan adonan ini kedalam adonan pada langkah 2 sambil diaduk secara perlahan dengan spatula hingga kedua adonan tercampur rata....
Tari Perang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Papua Barat. Tarian ini melambangkan sebuah kepahlawanan dan kegagahan dari rakyat Papua. Tarian ini umumnya dibawakan oleh masyarakat pegunungan dan digelar ketika kepala suku memerintahkan untuk berperang, dikarenakan tarian ini mampu mengobarkan semangat dalam berperang. Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai jumlah keragaman adat, suku dan budaya yang paling banyak. Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh tim bentukan kepala Dinas Kebudayaan dan Provinsi Papua dan setelah diseleksi dan ditetapkan melalui seminar yang melibatkan tokoh Agama, tokoh Perempuan, tokoh Adat, tokoh Pemuda dan tokoh Masyarakat yang mewakili 7 wilayah adat yaitu Wilayah Adat Mamta, Wilayah Adat Bomberai, Wilayah Adat Saireri, Wilayah Adat Domberai, Wilayah Adat La-Pago, Wilayah Adat Ha-Anim, Wilayah Adat Mi-Pago, ternyata sebanyak 248 suku. Penetapan jumlah 248 ini merupakan data informasi sementara dan terbaru. Dari...
Tari Aniri yang merupakan salah satu tarian yang berasal dari Papua menggambarkan pembebasan seorang anak dari gangguan setan, karena ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang pergi ke dusun. Aniri mempunyai arti pembebasan seorang anak Tari Aniri terdapat di kampung Koakwa, Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat. Tari Anriri berhubungan dengan magis. Tari Aniri mempunyai beberapa susunan tari, sebagai berikut : Orang tua 2. Anak kecil yang tinggal sendiri di rumah. 3. Setan datang menemui anak kecil dalam rumah dan dijadikan anaknya. 4. Orang tua mencari anaknya, bertemu lalu dibebaskan. Penari mengenakan pakaian tauri atau rogoi atau daun sagu delengkapi dengan perhiasan bulu burung Kasuari, Cenderawasih, dan kakaktua putih. Sedangkan tata riasnya menggunakan kapur dan tanah yang berwarna merah. Lagu Awito Tao digunakan sebagai lagu pengiring dan disertai dengan iringan alat musik tifa. Tari ini dipertunjukkan oleh sekelompok pria dan wanta, biasanya pada waktu sore...
Masyarakat Arfak sebagai suku asli yang mendiami Kawasan Cagar Alam Pegunungan Arfak mempunyai pola hidup yang erat kaitannya dengan lingkungan alam sekitarnya, terutama dalam hal pemanfaatan hasil hutan. Hutan bagi suku Arfak merupakan tempat untuk memperoleh bahan makanan, obat-obatan, bahan bangunan (rumah/kandang), dan memiliki nilai mistik. Kehidupan masyarakat suku Arfak sebagian besar tergantung pada alam sekitarnya. Salah satu bentuk ketergantungan tersebut adalah pemanfaatan tumbuhan yang berkhasiat obat dan magis. Hal ini terlihat pada tumbuhan yang mereka ambil dari lingkungan sekitar tempat tinggal atau hutan, diramu secara alamiah dan digunakan sebagai obat-obatan tradisional dalam berbagai resep untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Masyarakat suku Arfak biasa menggunakan 59 jenis tumbuhan. Dari ke-59 jenis tumbuhan tersebut, sebanyak 52 jenis biasa dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat, sebanyak 5 jenis sebagai pestisida nabati dan 2 jenis sebagai magis....
Bahan-bahan: 250 gr kerang hijau, rebu 4 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 buah cabai merah sekerat jahe sebatang daun bawang 1 sdt garam atau secukupnya 150 gr tepung sagu aya 100 gr kelapa muda parut sejumput garam 2 sdm air daun pisang secukupnya Cara Membuat: Keluarkan isi kerang rebus. Potong-potong halus bawang merah, bawang putih, cabai merah, jahe dan daun bawang. Campurkan tepung sagu dengan kelapa parut, garam, dan air, aduk hingga merata. Ambillah selembar daun pisang, letakkan 2 sdm campuran sagu, pipihkan, letakkan 1 ½ sdm kerang berbumbu di atasnya. Bungkus baik-baik dan kedua ujungnya disemat dengan lidi. Bakar di atas bara dengan matang. Referensi: Makanan Indo (https://makananindo.wordpress.com/2012/05/21/sagu-bia-papua/)
Konon nama Raja Ampat yang mempunyai pemandangan alam bawah laut yang sangat luar biasa ini menurut legenda masyarakat setempat,diawali sekitar ratusan tahun yang silam ketika sepasang suami istri yang pergi ke hutan untuk mencari bahan baku makanan. Ketika mereka sampai di Sungai Waikeo mereka menemukan enam butir telur naga yang sangat besar. Dengan sangat senangnya kemudian mereka langsung memasukan telur-telur itu kedalam (noken) kantung untuk dibawa pulang kerumah yang tujuannya untuk dimasak. Sesampai di rumah kemudian telur-telur itu mereka simpan di atas meja. Saat sang istri sedang meracik bumbu-bumbu, Sang suami mendengar ada suara berisik dari arah telur-telur yang mereka simpan. Kemudian mereka pun menghampiri asal suara itu. Dan alangkah kagetnya mereka, ternyata telur-telur itu telah menetas. Dan dari ke 6 telur itu 5 telur menetas berwujud 4 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan. Sedangkan satu telur laginya telah mengeras layaknya seperti batu. ...
Raja Ampat berarti “Empat Raja”, julukan yang berasal dari abad ke 15 yaitu ketika salah satu Sultan Islam dari Tidore menunjuk 4 raja lokal di Waigeo, Batanta, Salawan, dan Misool. Kemudian 4 pulau itu menjadi wilayah administrative Provinsi Papua Barat dan Waigeo menjadi ibukota Kabupaten Raja Ampat.Peradaban kuno di Raja Ampat dapat ditemukan di beberapa peninggalan sejarah seperti misalnya lukisan dinding batu di beberapa gua di Pulau Misool.Lukisan dinding batu kuno inidiperkirakan dilukis pada 2000 tahun yang lalu. Di kawasan gugusan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia. Kabupaten yang memperingati Hari Ulang...
Tari Perang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua Barat . Tarian ini menggambarkan jiwa kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua. Biasanya tarian ini dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian adat dan membawa panah sebagai atribut menarinya. Tari Perang merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Papua Barat dan sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat, hiburan, maupun budaya. Sejarah Tari Perang Konon Tari Perang dulunya dilakukan oleh masyarakat Papua barat, khususnya para prajurit sebelum menuju medan perang. Menurut catatan sejarah yang ada, di Papua pada zaman dahulu sering terjadi peperangan antar suku, salah satunya adalah perang suku di Sentani . Tarian ini kemudian dilakukan setiap suku untuk memberikan semangat dan membangkitkan keberanian para pasukan yang akan bertempur. Namun, seiring dengan sudah tidak adanya perang antar suku, tarian ini kemu...
Memotong Jari Tangan Ritual memotong jari di suku Dani, Papua, Indonesia. Suku Dani (atau Ndani) adalah penduduk asli yang mendiami tanah subur Lembah Baliem di Papua Barat, Papua, Indonesia. Anggota suku ini memotong jari tangan mereka untuk menunjukkan duka saat upacara pemakaman. Ketika diamputasi, mereka juga mengoles wajah mereka dengan abu dan tanah liat sebagai ungkapan kesedihan. Mereka akan memotong jari tangan sebagai bentuk ungkapan cinta kepada seseorang yang meninggal. Ketika seseorang di suku Dani wafat, kerabatnya seperti istri atau suami memotong jari tangan dan menguburnya bersama jenazah suami atau istrinya. Jari tangan seorang suku Dani dinilai sebagai jiwa yang akan selalu hidup bersama dengan pasangannya. Jumlah jari yang dipotong tergantung pada jumlah orang meninggal yang dicintai.