Tari merak merupakan salah satu tarian khas Jawa Barat. Kostumnya unik seperti burung merak.
Ucing sumput adalah permainan tradisional yang terkenal di Jawa Barat. Mungkin bukan hanya di Jawa Barat, semua mengenal permainan ini namun dengan sebutan yang berbeda. Cara mainnya adalah dengan satu orang menutup mata, sementara yang lain bersembunyi.
Gamelan merupakan sekumpuan alat musik yang terbuat dari kuningan atau tembaga dan menggunakan laras Pelog. Pelog merupakan suatu laras yang ada di Sunda. Gamelan Degung terdiri dari Panerus, Peking, Bonang, Goong dan Kempul, Kendang, Jenglong, dan terkadang bisa ditambah suling. Fungsinya bisa untuk upacara adat, hiburan, pengiring lagu, dsb.
Pada suatu ketika, tepatnya pada tahun 1507 saka atau sekitar tahun 1585 Masehi, pecahlah pertempuran antara Kerajaan Sumedang Larang dengan Kesultanan Cirebon akibat peristiwa Harisbaya, padahal dua Kerajaan atau Kesultanan ini merupakan dua negara yang sangat dekat kekeluargaannya dan menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Cerita ini bermula ketika raja Sumedang Larang saat itu, Prabu Geusan Ulun pulang berguru dari Demak dan Pajang, dan ketika beliau pulang dari tempat-tempat tersebut, beliau singgah di Cirebon yang berada dibawah kekuasaan Panembahan Ratu. Sebagai seorang raja yang masih muda, Prabu Geusan Ulun sangat giat belajar bahkan tak segan menuntut ilmu hingga ke daerah lain, selain itu beliau juga dikenal sangat cerdas dan kabarnya mempunyai paras yang sangat tampan. Prabu Geusan Ulun sendiri pergi belajar ke Demak untuk belajar dan memperdalam ilmu-ilmu keagamaan, sedangkan di Pajang beliau berguru kepada Hadiwijaya belajar ilmu kenegaraan d...
Kaulinan cingciripit atawa sok disebut dingding kripik mangrupa kaulinan anu basajan. Ngan merlukeun batur tiluan atawa opatan. Carana, nu saurang namprakkeun leungeun, ari nu sejenna ngasupkeun curuk kana dampal leungeun nu ditamprakeun tea. Anu namprakkeun leungeun nu purah ngawih: Cingciripit tulang bajing kacapit kacapit ku bulu pare bulu pare seuseukeutna jol Pa Dalang mawa wayang jek jek nong...jek jek nong.. Waktu nyebutkeun "jek-jek nong" dampal leungeunna dikeupeulkeun, pikeun nyapit curuk tea.
Arti dari lagu “tokecang” yang merupakan lagu daerah Jawa Barat ini adalah lagu yang cukup populer tidak hanya di kalangan masyarakat sunda namun juga di luar lingkup masyarakat Sunda. Lagu Sunda Terkenal ini juga sudah beberapa kali diaransemen dengan musik pop agar lebih mudah diterima di masyarakat. Lagu Sunda “Tokecang” termasuk lagu tradisional Indonesia paling terkenal karena sering dinyanyikan dan digunakan sebagai lagu pengiring permainan tradisional dan sempat dijadikan soundtrack sinetron anak-anak. Lagu daerah “Tokecang” adalah lagu tradisional anak-anak yang sudah menasional mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mengenal lagu ini karena diajarkan pula di berbagai sekolah. Lagu daerah Sunda ini disukai karena berirama riang, bertempo cepat, dengan lirik lagu yang jenaka.
Diceritakan, Gunung Gede yang ada di Sumedang mengeluarkan suara yang menyeramkan. Suaranya bergemuruh, dari puncaknya keluar asap bercampur debu yang menyala-nyala, dan sepertinya gunung ini akan meletus. Rakyat Sumedang ketika itu sangat-sangat kaget dan ketakutan melihatnya dan berfikir bagaimana jadinya jika Gunung Gede itu benar-benar meletus ? Tidak diketahui siapa Bupati yang menjabat waktu itu, tapi yang pasti bupati tersebut sangat sayang dan welas asih kepada rakyatnya serta bijaksana. Walau belum ada rakyat yang melapor, sebenarnya beliau telah mengetahui bagaimana kedaan rakyatnya yang diliputi kegelisahan saat itu, dan beliau tidak berhenti memutar otak dan berpikir keras agar bisa menyelamatkan rakyatnya. Didorong oleh rasa sayang kepada rakyatnya itu, beliau lalu menyepi di satu kamar, bersemedi memohon petunjuk dari paradewa, siapa tahu dengan begitu beliau bisa menghadap ke Yang Tunggal, diberi petunjuk untuk menyelamatka...
Tanah Sunda merupakan salah satu daerah yang kaya akan istilah dan peribahasa dalam perbendaharaan katanya, dimana biasanya istilah atau peribahasa tersebut membuat sebuah kata atau kalimat menjadi padat makna dan mengandung nilai-nilai filosofis. Banyak istilah dalam bahasa Sunda, salah satunya adalah istilah tentang penamaan rentang waktu, sebagaimana kita ketahui, salah satu pengertian dari waktu adalah interval antara dua buah keadaan atau kejadian, atau dengan kata lain waktu adalah lama berlangsungnya suatu kejadian, di tanah Sunda lama berlangsungnya suatu rentang waktu tersebut mempunyai nama-nama tersendiri seperti misal kira-kira pukul 05.00 disebut dengan wanci balebat , pukul 05.30 disebut dengan wanci carancang tihang , pukul 07.00 disebut dengan wanci murag ciibun , dan seterusnya dimana tenggang waktu diantara setiap jam mempunyai nama-nama tersendiri. Jaman dulu sebelum mengenal jam untuk mengetahui perputaran waktu, mungkin istilah-istilah...
Oncom, semua orang Sunda pasti tahu makanan yang satu ini, namun bagi mereka yang belum tahu, mungkin akan bergidik ketika melihat tampilan makanan ini ketika masih mentah, kenapa demikian ?? karena makanan ini jamuran !! tapi kalau sudah diolah menjadi berbagai masakan, dijamin rasanya bakal membuat ketagihan. Secara tampilan, oncom yang masih segar mempunyai warna kemerahan, warna tersebut dihasilkan dari jamurÃÂ Neurospora Sitophila ÃÂ alias jamur merah yang tumbuh dari hasil fermentasi. Jamur tersebut masuk kategori aman untuk dikonsumsi jika sudah dimasak. ÃÂ Tidak jauh berbeda dengan tempe, oncom terbuat dari hasil olahan bahan dasar yang telah difermentasikan, atau dengan kata lain dibusukkan, namun dengan pembusukan itu justru membuatnya mempunyai nilai gizi lebih tinggi dibanding bahan dasarnya. Bahan dasar oncom sangat sederhana yaitu bungkil kacang atau ampas tahu, dan onggok (ampa...