Adat Berpikir Adat Indonesia Banyak orang yang sering mengkritik mengenai bagaimana generasi zaman sekarang cenderung melupakan adat istiadat negaranya sendiri yang tak lain adalah Indonesia. Namun justru cara mereka 'berpikir' untuk mengatasi masalah yang ada pada zaman sekarang itu adalah untuk mengumbar-umbar adat tradisional Indonesia hanya melalui media-media terutama media elektronik tanpa ada tindakan nyata yang harus betul dilakukan. Kesadaran akan memudarnya pengetahuan masyarakat yang terutama, mirisnya, adalah pelajar mengenai adat istiadat negaranya sendiri sangatlah rendah. Melalui berbagai media elektronik tersebut, pelajar zaman sekarang hanya sekedar melakukan apa yang dianggap wajar atau formalitas terhadap keadaan sekitarnya, tanpa benar-benar sadar akan keadaan yang sedang terjadi pada generasi atau bahkan bangsanya sendiri. Informasi yang ada pada media elektronik tersebut kalau bisa dibilang hanyalah lewat sebentar. Pelajar sekali hany...
Gending karesmen atau biasa dikenal dengan istilah opera sunda, rinenggasari, dramaswara, atau setra karesemen merupakan seni pertunjukan berupa drama yang memiliki keunikan dialognya ditembangkan atau dikawihkan (dinyanyikan) sambil diiringi dengan karawitan. Karawitan adalah alat musik tradisional khas Sunda. Singkatnya, dialog para pemainnya disampaikan melalui nyanyian, seperti pada pertunjukan opera. Tema yang biasanya diangkat dalam gending karesmen adalah dari cerita pantun sunda, cerita rakyat, berupa legenda, atau cerita lainnya yang ada di tatar bumi pasundan ini. Sebagai contoh, cerita Sangkuriang, Si Kabayan, dan Lutung Kasarung dapat diangkat dan diperankan dalam pertunjukan ini. Bahkan pada tahun 2013 lalu, pertunjukan gending karesemen "Si Kabayan" sempat ditampilkan kembali di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat dalam rangka Program Aktivasi Taman Budaya se-Indonesia. Aktor yang berperan dalam gending karesemen selain harus pandai...
Tang Cie adalah suatu tradisi Tionghoa Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 22 Desember, kecuali pada tahun kabisat pada tanggal 21 Desember. Perayaan Tang Ce ini bertepatan dengan Hari Ibu di Indonesia. Biasanya, hari raya Tionghoa seperti Peh Cun, Cap Go Meh, dan Imlek dirayakan menurut kalender Imlek.Namun keunikan dari Tang Cie dirayakan mengikuti penanggalan Masehi, bukan penanggalan Imlek (berdasarkan revolusi bulan). Dalam budaya Tionghoa, Tang Cie dirayakan untuk mengenang pengorbanan dan kasih sayang ibu kepada anaknya. Pada saat Tang Cie, ada tradisi membuat sendiri onde di rumah masing-masing dari tepung ketan dan pewarna. Pertama-tama dibuat adonan tepung ketan dengan dialasi daun pisang, lalu adonan diwarnai. Onde yang dibuat harus terdiri dari beberapa warna. Kemudian adonan diambil dan dibentuk menjadi bola-bola onde berukuran kecil (diameter sekitar 1 cm) , sedang, dan besar (diameter sekitar 3-4 cm). Ada onde yang diisi dengan kacang tanah, ada pula onde yang...
Bukan hal yang mengherankan jika tanah Pasundan penuh dengan karya, terutama dalam bidang musik. Salah satu tokoh yang berperan besar dan turut menyumbang ide dalam bidang musik di daerah Jawa Barat adalah Drs. Danny Setiawan yang sempat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada tahun 2003 sampai dengan tahun 2008. Beberapa karya yang ia ciptakan adalah Lagu Bandung Bermartabat dan Sauyunan. Kali ini, saya akan membahas tentang Lagu Sauyunan yang di ciptakan pada tahun 2003, lagu ini diciptakan dengan latar belakang Bapak Danny yang bercita-cita untuk membangun Jawa Barat bersama masyarakat walaupun pada saat itu beliau tampak ragu dan resah dalam menjabat sebagai Gubernur, tentunya karena tugas sebagai Gubernur pun tidak semudah itu. Namun, melalui lagu ini beliau berhasil mengumpulkan semangat dan mengajak masyarakat Jawa Barat untuk turut serta mingkatkan kualitas Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terpadat di Indonesia. Simak lirik lagu Sauyunan dibawah ini: ...
Setiap daerah memiliki bentuk tradisi pernikahannya masing-masing. Walau dengan menggunakan bentuk dan cara penyampaian yang berbeda, namun inti dari tradisi itu tetaplah sama, yaitu sebagai pelengkap dan penyempurna prosesi pernikahan di daerah tersebut. Setidaknya itulah yang dipercaya oleh para penganutnya. Sama halnya dengan Ngabesan. Ngabesan merupakan sebuah tradisi Sunda dimana pihak sang mempelai pria dan keluarga menyambangi tempat tinggal keluarga sang mempelai wanita sebagai bentuk dukungan moril terhadap pernikahan mereka. Tak hanya itu saja, tetapi pihak keluarga sang mempelai pria pun biasanya membawa barang-barang kebutuhan rumah tangga dalam kondisi baru sebagai perlambang strata sosial dalam masyarakat. Hal ini biasa disebut dengan seserahan. Seiring zaman dimana Indonesia sendiri pun merasakan dampak dari globalisasi dan westernisasi dimana-mana, tradisi Ngabesan ini mulai memudar di beberapa daerah yang masih berada dalam Bogor. Namun masih ada daerah-daer...
Pasti banyak dari kita yang masih sangat asing dengan nama alat musik daerah kebanggaan Indonesia satu ini. Memang tidak diragukan lagi, kalau Jawa Barat sangat terkenal dengan alat musik angklungnya yang sudah sangat mendunia. Tampil di segala penjuru dunia, bahkan menjadi kegemaran para warga asing sekalian karena lantunan dari bunyinya yang indah, bentuknya yang unik dan juga tidak terlalu besar. Namun, jangan salah.. Ternyata Jawa Barat bukan hanya punya angklung saja loh! alat musik yang akan dibahas kali ini juga sama asalnya dengan Jawa Barat. Yup! betul! namanya adalahh.... RAMPAK GENDANG Rampak Gendang ini merupakan salah satu kesenian khas Jawa Barat yang spektakuler! Rampak sendiri dalam bahasa Sunda memiliki arti serampak/bersama-sama . Maka dari itu, arti dari nama kesenian Jawa Barat yang satu ini dapat diartikan sebagai suatu pertujukan kesenian dengan memainkan gendang/kendang secara bersama-sama. Dari namanya sudah jelas bahwa kesenian...
Sifat anak yang seringkali mudah bosan dan rewel membuat para orangtua mencari cara bagimana agar anak-anaknya bisa tenang dan merasa nyaman. Setiap orangtua pasti punya cara-cara tersendiri dalam mengasuh anak-anaknya, tak terkecuali para orangtua di tanah Sunda.ÃÂ Saya adalah seorang anak asli keturunan Sunda. Berdasarkan pengalaman saya dahulu ketika saya masih kanak-kanak, saya sering diasuh oleh nenek, ayah, dan ibu saya yang juga merupakan orang Sunda asli, dan tentunya ia tau banyak hal tentang budaya Sunda. Dahulu ketika saya mulai bosan dan rewel nenek dan orangtua saya selalu menyanyikan saya lagu-lagu berbahasa Sunda yang sangat menyenangkan. Diantara lagu-lagu tersebut beliau seringkali menyanyikan saya lagu "Surser". Cara menyanyikan lagu Surser adalah dengan menyanyikan lirik lagu berikut, sambil mengusap-usap kedua kaki anak : Surser surser Amis cau amis kumbang Ja wadah tataleotan Hileud sitataru ngambang ey.. ey.....
Saat ini dikenal sebagai Masjid Raya Bandung, Masjid Agung Bandung merupakan bagian dari Catur Gatra pusat Kota Bandung. Catur Gatra memiliki arti "Empat Wujud", yang merupakan komponen utama bagi lingkungan pusat kota menurut konsep tata ruang alun-alun kota tradisional. Adapun keempat komponennya adalah: 1. alun-alun (lapang terbuka), 2. pendopo Kabupaten (bangunan istana raja), 3. tempat ibadah utama dengan bentuk dan ukuran bangunan yang monumental, dan 4. pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi serta bertemunya kultur antarpenduduk kota. Masing-masing komponen memiliki makna dan fungsi khusus. Tempat ibadah dalam hal ini dimaksudkan sebagai pusat spiritual dan pendopo Kabupaten menjadi pusat kebudayaan dan sosial kemasyarakatan. Pasar Ciguriang yang juga seharusnya menjadi salah satu komponen, tak nampak pada tahun itu disebabkan kebakaran yang disengaja oleh Munada pada 30 Desember 1842. Hingga 1896, Bandung belum mempunyai pasar permanen. Terd...
Kue mipan adalah salah satu makanan yang mungkin sudah jarang kita temui. Kue ini terkadang bisa ditemukan di Bandung jika kita beruntung. Biasanya kita bisa membelinya di pedagang kue keliling. Dari namanya, makanan ini dibawa oleh orang Tiongkok pada zaman dulu.Kue mipan terbuat dari beras sesuai dengan namanya, mi yang berarti beras dan pan yang berarti kue yang diambil dari bahasa Hakka. Kue mipan ini dimakan dengan kecap asin atau kecap manis sesuai dengan selera pembeli dan diberi bawang putih cincang goreng beserta minyaknya agar terasa wangi yang khas. Untuk kue mipan nya sendiri, terbuat dari tepung beras dan air khi. Tekstur dari kue ini kenyal dan licin, biasanya untuk memakannya bukan dengan garpu, melainkan dengan bambu kecil datar yang dihaluskan dan ujungnya diruncingkan. Rasa dari mipan ini manis, asin dan gurih. Terkadang ada yang memakannya dengan cakue sehingga menambah sedap rasanya. Walaupun porsi dari kue mipan ini ukurannya tergolong kecil, nam...