940 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cerita Kolo Bian
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Timur

Dalam sebuah kampung yang bernama We-Kto-Talaka tumbuhlah sebuah pohon beringin besar tepat di depan istana dari raja Malaka. Daunnya sangat rindang. Pohon beringin itu biasa disebut dengan nama Hali Malaka. Suatu ketika hinggaplah seekor ayam betina pada salah satu cabang beringin itu. Ayam betina itu dikirim oleh Nai Maromak atau Yang Mahakuasa ke dunia ini. Bertepatan pula pada waktu itu raja sedang berjalan-jalan menghirup udara segar di bawah pohon beringin tersebut. Setelah dilihatnya ayam betina itu, raja Malaka langsung mengambil sumptnya untuk menyumpit ayam betina itu. Sementara raja mencari-cari tempat yang cukup baik untuk menyumpitnya, tiba-tiba raja mendengar suatu suara yang mengatakan: "Hai tuan raja Malaka, janganlah engkau membunuh saya dengan sumpitmu, sebaiknya marilah kita mengadakan perundingan lebih dahulu." Kemudian ayam betina itu menruskan pembicaraannya demikian. "Tuan raja jangan memubunh saya, oleh karena saya ini adalah utusan dari Yang Mahakuasa da...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Kubur Batu
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Di desa adat dan pemukiman pelosok, warga masih terlihat bangunan batu berbentuk kubus yang dijadikan makam keluarga.  Jasad tak diletakkan terlentang, tetapi meringkuk seperti bayi yang berada dalam janin. Sebelum "disimpan" dalam kubur batu, jasad juga telah didandani oleh baju adat Sumba. dalam kain yang melilit di pinggang. Bagi kaum pria, katopo juga sebagao simbol kejantanan. Baik pria dan wanita di Sumba menggunakan katopo untuk alat bantu bekerja, baik di ladang maupun di peternakan. Sumber :https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180303194158-269-280241/5-tradisi-ajaib-masyarakat-sumba  

avatar
Roro
Gambar Entri
Kede
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Kede merupakan upacara kematian dalam tradisi Sumba. Keluarga maupun kerabat dari seseorang yang meninggal itu akan mengantarkan hewan ternak ke kediaman yang meninggal. Berbeda dengan pernikahan, dalam kede tak ada batasan jumlah hewan ternak yang wajib diberikan.  Setelah hewan ternak diterima, pihak keluarga yang berduka langsung menyembelih hewan tersebut, lalu dimasak dan disajikan kepada pelayat.  dipotong.  Prosesi ini hampir sama dengan yang dilakukan masyarakat Tana Toraja, namun minus prosesi adu kerbau. Sumber : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180303194158-269-280241/5-tradisi-ajaib-masyarakat-sumba  

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Lendo Nusa Malole
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

berarti tarian ini dari negeri yang indah. Tari garapan yang menggunakan irirngan musik sasando ini merupakan tari penyambut tamu yang memanfaatkan gerak gerak tari tertentu agar massa ikut dalam kegembiraan. Sumber : Arsip Masyarakat NTT Sumber : http://arifnurlaili.blogspot.com/2015/05/kebudayaan-daerah-ntt.html

avatar
Roro
Gambar Entri
Leva Nuang
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Penangkapan ikan Paus atau Leva nuang adalah tradisi warisan leluhur sejak ratusan tahun silam, dan berdasarkan informasi yang diperoleh, tradisi penangkapan ikan Paus ini sudah ada sejak Abad ke-6. Tradisi penangkapan ikan Paus oleh nelayan Lamalera adalah tradisi warisan yang masih dipertahankan. Tradisi ini dilakukan dengan ritual adat di mana masyarakat menganggap ikan Paus adalah kiriman dari leluhur. Penangkapan ikan Paus secara tradisional dilakukan dengan cara menombak/ menikam pada badan paus. Karena itu budaya perburuan ikan Paus dilakukan oleh laki-laki yang sudah dewasa, yang dianggap mempunyai kemampuan; dan biasanya setiap keluarga mewakilkan satu anggota keluarganya. Dr. Sonny Keraf mengatakan, budaya penangkapan ikan Paus (Leva nuang) di Lamalera adalah soal eksistensi orang Lamalera, yang merupakan satu kesatuan yang membentuk dan memberi makna yang menggambarkan: cara berada, cara hidup, karakter dan cara berpikir orang Lamalera. Apabila tidak ada penangkapan i...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Ela Ma
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Ela Ma khusus dilakukan ketika ada orangtua yang meninggal. Saat itu ketua suku akan membunyikan gong sebagai pengumuman bahwa ada yang telah meninggal. Anak laki-laki sulung atau yang menggantikannya kemudian akan pergi kepada paman mereka untuk meminta barang berupa kain pembungkus jenazah, hewan kurban, padi-padian dan berbagai macam makanan. Barangbarang yang diminta tersebut kemudian akan dipakai untuk acara pemakaman. Hewan kurban disembelih dan dimasak untuk disuguhkan pada acara setelahnya beserta makanan lain yang diminta. Keluarga dan para tetangga kemudian akan melaksanakan acara tumbuk padi dengan menyanyikan lagu-lagu ritual. Setelah pemakaman, anak laki-laki sulung bersama rombongan kemudian pergi kembali ke paman mereka, dan mengantarkan bagian dari salah satu hewan yang disembelih, satu buah bakul padi, alat memasak yang dipakai pada acara tersebut. Makna yang terkandung dalam upacara ini adalah untuk mempersiapkan anak laki-laki sulung untuk menggantikan orang t...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Hole
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Hole merupakan upacara adat yang sangat dikenal di kalangan masyarakat Sabu Raijua, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara massal. Selain itu, ritual adat hole mengandung beberapa nilai-nilai yang tertanam dalam kehidupan sosial kemasyarakatan orang Sabu Raijua, antara lain: nilai kepercayaan, nilai kesadaran, nilai persatuan dan kesatuan, nilai etika, nilai estetika, nilai kesetiaan serta nilai yuridis. Ritual adat hole dilaksanakan sesuai dengan kelender adat Masyarakat Sabu Raijua, yang telah ditetapkan secara turun-temurun oleh nenek moyang orang Sabu Raijua sejak dahulu kala. Kegiatan adat hole ini dilaksanakan tepat pada War’ru bangaliwu dalam perhitungan kalender adat, atau sekitar bulan Mei atau Juni dalam perhitungan kalender Masehi. Puncak dari ritual adat ini adalah ketika pelarungan perahu hole yang diisi oleh ketupat adat, dan berbagai macam hasil bumi ke tengah lautan, namun ritual ini sendiri terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: Liba Doka, yaitu...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Vera
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Vera merupakan salah satu jenis tradisi lisan yang terdapat dalam masyarakat Rongga di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Tradisi ini merupakan bagian dari ritual yang dilakukan selama musim tanam dan harus dipertunjukkan di rumah adat. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan sebagai bagian dari ritual penguburan, ketika ada bayi kembar beda jenis kelamin lahir, ketika gigi anak kecil jatuh pertama kali, dan pada upacara pemulihan nama. Vera dalam bahasa Rongga diyakini berasal dari kata “Pera”, yang berarti wasiat leluhur. Pesan-pesan dan ajaran leluhur disampaikan dalam vera untuk diterapkan dalam kehidupan dari generasi ke generasi. Vera adalah pertunjukan tradisional yang dibawakan oleh penari dewasa, baik lelaki maupun perempuan, dalam bentuk dua baris dengan seorang pemimpin tarian. Penari perempuan disebut daghe, yang berdiri di barisan depan dan penari laki-laki disebut woghu yang berdiri di belakang daghe. Seorang lelaki memimpin para penari yang...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Museum Neg. Prop. NTT
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Museum Daerah Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang Plaats:   Kota Kupang Provincie:   Nusa Tenggara Timur Land:   IND Type organisatie:  ...

avatar
Roro