Ornamen Desa Siwaluh ini memiliki bentuk geometris, sekilas berbentuk seperti bintang namun memiliki delapan bagian yang berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin. Bagi masyarakat Batak Karo, ornamen ini berfungsi untuk menentukan arah yang baik dan buruk bagi masyarakat Karo yang ingin melakukan suatu acara adat. Dahulu, ornamen ini terdapat pada dinding bagian bawah rumah adat Batak Karo. Adapun Kedelapan penjuru mata angin tersebut antara lain: Purba : Timur Aguni : Tenggara Daksina : Selatan Nariti : Barat Daya Pustima : Barat Mangabiya: Barat Laut Utara : Utara Irisen : Timur Laut. Sumber: https://medan.tribunnews.com/2021/04/17/5-fungsi-ornamen-suku-karo-ada-yang-dipercaya-dapat-menolak-bala?page=2
Rumah Jojong. Jojong berarti menara rumah. Rumah Jojong maksudnya adalah rumah yang menggunakan menara. Menara ini ditempatkan ditengah-tengah bubungan atap rumah yang melengkung. Sedangkan kedua ujung bubungan diberi hiasan tanduk kerbau. Sebuah mahkota ditempatkan pada bagian teratas dari menara. Jenis rumah inilah yang dinamakan rumah adat, dan yang berhak menempati rumah ini adalah raja dan keluarga dekatnya. Sebuah Rumah Adat masyarakat Pakpak memperlihatkan bagian-bagian bangunan dan hiasan luar, antara lain sebagai berikut. Tanduk Kerbau; Susuk Mpinat; Dilah Paying; Gajah Dompak; Jengger; Empat Bengbeng Hari; Melmelen Bonggar; Tarum; Nderpih; Melmelen; Pandak/Tiang Binangan; Ardan; Tabal Melmelen; dan Rancang Adapun gambaran umum dari Rumah Adat Sopo Jojong adalah antara lain sebagai berikut. Ditengah-tengah ruangan dibuat dapur, dan tiap-tiap kelompok mempunyai tungkunya sendiri. Sejajar dengan tungku di sebelah atas dibuat para-para y...
Permainan Datu Husip mengasah kecerdasan, melatih kejujuran, rasa keadilan dan sportifitas. Para pemain terdiri dari dua regu, setiap regu terdiri dari 4 sampai 5 orang. Pemainnya bisa campuran antara anak laki dan perempuan. Pemilihan pemain antara kedua regu dilakukan cara memasangkan dua orang yang umur dan kecerdasan kira-kira setara, lalu diundi dengan ‘marpis’ atau ‘suit’ untuk menentukan masuk regu mana. Lalu ditambah dengan seorang pemain yang lebih senior, yang akan bertindak sebagai datu husip. Biasanya dimainkan malam hari di halaman rumah. Cara bermain adalah - misalkan Regu A dipimpin oleh Anton, anggotanya terdiri dari Bonar, Uli, Abel, Anita dan Budi. Regu B dipimpin oleh Bongguk, anggotanya terdiri dari Aldo, Meri, Dameria, Ardin dan Anggita. Untuk datu husip misalkan Tagor. Regu A dan Regu B menempati posisi terpisah dengan jarak sedemikian rupa, agar tidak saling mendengar apa yang dibicarakan oleh regu lain. Datu Husip menempati posisi tengah dan mempunyai petak tah...
Ketangkasan, kecerdikan, kerja sama beregu, kejujuran, dan sportifitas, adalah kunci dari permainan ini. Terdiri dari dua regu, masing-masing memiliki anggota antara 4 sampai 6 orang, menggunakan area seluas kampung. Biasanya dimainkan pada malam hari, karena itu hanya oleh anak laki. Pemilihan pemain antara kedua regu dilakukan cara memasangkan dua orang yang umur dan kelincahan tubuhnya kira-kira setara, lalu diundi dengan “marpis’ atau ‘suit’ untuk menentukan masuk regu mana. Masing-masing regu punya seorang pemimpin yang disebut ‘raja’. Sedangkan perlengkapan yang diperlukan hanya sebatang pohon atau tiang listrik yang akan disebut ‘tuul’, bagaikan pos atau benteng yang diperebutkan dengan cara menyentuhnya. Areal permainan menggunakan kompleks perumahan atau kampung. Sebelum permainan dimulai, kedua ‘raja’ berunding untuk menentukan aturan main. Misalnya, tolu tuul tolu dapot. Tolu berarti tiga. Lalu kedua raja mengundi dengan cara “marpis atau ‘suit’untuk menentukan siapa yang l...
Cuplikan naskah (dari 159 halaman) Pustaha Laklak berisi "Tambar ni Hulit". Naskah kuno ini beraksara dan berbahasa Batak varian Batak Simalungun. Resep Obat Luka terkena Tombak : I ya pangubung hosah ni na hona Hujur ta di baliyan asa da Buhat ma hosaya ni hapur Bang dohot jarango asa da giling Asa da poroh mambuhat ay- Yek ni jarango dohot minak Asa da bayen ma di baba ni buang Ni halak // I ya pangubung hosah ni Halak di baliyan na hona Hujur asa da buhat ma tinaru Ni manuk sada na gorsing Ni da buhat rondang sanggo- Lom dohot poge dohot ha- Lahas dohot lasina hunting do- Hot hasiyor pitun na......... Sumber : Manguji Nababan
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman . Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andaliman inilah yang membuat BPK berbeda dari hid...