HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dadiah Bukittingi
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Dadiah, produk fermentasi susu tradisional asal kota Bukittinggi. Kuliner yang satu ini banyak diproduksi di pelosok kampung, antara lain di sekitar kawasan Ngarai Sianok. Dadiah merupakan susu kerbau yang difermentasi secara alami di dalam buluh atau ruas batang bambu. Biasanya, fermentasi yang terjadi berlangsung setidaknya selama satu hari penuh. Tetapi umumnya yang telah dilepas ke pasar adalah dadiah berumur dua hari.  Proses fermentasi ini kemudian menghasilkan sejenis krim padat bertekstur lembut dan memiliki cita rasa yang asam. Semakin lama umur fermentasinya, dadiah yang dihasilkan akan semakin padat dan mengeras. Sepintas, dadiah mengingatkan kita pada jenis produk fermentasi susu lain yang lebih populer, yaitu yoghurt. Meskipun sama-sama terbuat dari susu, tetapi ada beberapa hal yang membuat hasil proses fermentasi pada yoghurt dan dadiah memiliki karakteristik yang berbeda.  Salah satu perbedaannya adalah dari jenis susu yang digun...

avatar
Oase
Gambar Entri
Teh Talua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Pernahkah terlintas dibenak Anda, menikmati campuran teh dan telur? Mungkin terdengar sedikit aneh, tetapi di Sumatera Barat Anda dapat menemukannya sebagai salah satu minuman populer. Masyarakat Minangkabau menyebutnya teh telur atau teh talua. Teh ini dapat dengan mudah kita temukan di banyak warung makan di Sumatera Barat. Minuman ini bahkan telah ada di dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau sejak ratusan tahun silam. Minuman ini memiliki tekstur yang lembut dengan citarasa manis serta gurih yang khas. Sekilas, rasanya mirip dengan teh bercampur susu atau teh tarik tetapi terasa lebih berbuih. Bagi Anda yang tidak tahan bau amis dari kuning telur tidak perlu khawatir, karena teh ini nyaris tidak terasa aroma dan rasa amis kuning telur yang menjadi bahan utamanya. Bahkan, tambahan kuning telur memberikan rasa gurih yang menambah kenikmatan dari teh yang disajikan. Kuning telur ini menjelma menjadi buih yang melayang di bagian atas cangkir atau gelas yang menjadi w...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tari Piriang Suluah
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Keseharian masyarakat petani di Padang Panjang pada masa lalu tidak dapat dilepaskan dari suluh atau suluah. Suluh merupakan suatu alat penerangan tradisional yang berbahan bakar minyak tanah. Alat ini digunakan oleh masyarakat petani di pelosok Minangkabau untuk menerangi aktivitas mereka di malam hari.  Pada siang hari, para petani beraktivitas di persawahan hingga petang. Saat kumandang adzan maghrib tiba, berduyun-duyun mereka pergi ke surau untuk beribadah dan mengkaji ilmu agama di bawah cahaya redup suluh yang mendampingi mereka. Hiruk pikuk aktivitas para petani ini menjadi inspirasi bagi para seniman tari piring asal Padang Panjang untuk menciptakan sebuah tari kreasi baru. Tarian yang diberi nama tari piring suluh (piriang suluah) ini merupakan pengembangan dari tari piring klasik yang merupakan salah satu jenis tari tradisional paling populer dari Minangkabau.  Hal yang membedakan dari tari piriang suluah adalah unsur gerak koreografi yang...

avatar
Oase
Gambar Entri
Teh Talua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Teh Talua atau teh telur adalah minuman khas Sumatera Barat yang merupakan menu wajib di warung tradisional maupun restoran Padang. Minuman ini terdiri dari campuran teh, gula dan telur dan sedikit perasan jeruk nipis. Telur yang digunakan biasanya adalah telur ayam kampung karena berdasarkan penelitian telur banyak mengandung protein yang baik untuk meningkatkan energi.  Teh talua biasanya diminum oleh para petani yang hendak meladang, sebagai penambah stamina kerja. Jika anda berwisata ke Sumatera Barat, luangkanlah waktu Anda untuk mencoba teh talua. Sangat cocok di minum saat pagi hari maupun malam hari. Telur (ayam kampung/itik) di kocok dengan gula pasir sesuai selera, setelah mengembang disiram dengan air teh yang telah diseduh dengan air panas.

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Festival Tabuik merupakan salah satu tradisi tahunan di dalam masyarakat Pariaman. Festival ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 masehi. Perhelatan tabuik merupakan bagian dari peringatan hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Sejarah mencatat, Hussein beserta keluarganya wafat dalam perang di padang Karbala. Tabuik sendiri diambil dari bahasa arab 'tabut' yang bermakna peti kayu. Nama tersebut mengacu pada legenda tentang kemunculan makhluk berwujud kuda bersayap dan berkepala manusia yang disebut buraq. Legenda tersebut mengisahkan bahwa setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq. Berdasarkan legenda inilah, setiap tahun masyarakat Pariaman membuat tiruan dari buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya. Menurut kisah yang diterima masyarakat secara turun temurun, ritual ini diperkirakan muncul d...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Silat Kumango
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia. Di sana ada sukubangsa yang bernama “Minangkabau”1). Masyarakatnya sangat menggemari kesenian, termasuk seni bela diri (pencak silat), sehingga di provinsi tersebut terdapat berbagai aliran pencak silat2), seperti: Silat Starlak, Silat Bayang Buayo, Silat Buayo Lalok, Silat Harimau, dan Silat Kumango3). Tulisan ini hanya membahas satu aliran silat saja, yaitu Silat Kumango. Nama silat ini (Kumango) sangat erat kaitannya dengan tempat di mana silat itu tumbuh dan berkembang. Silat Kumango pada awalnya tumbuh dan berkembang di sebuah kampung yang bernama “Kumango” (di daerah Kabupaten Tanah Datar). Oleh karena itu, silat itu kemudian dikenal atau diberi nama “Silat Kumango”. Pencipta silat ini adalah Syekh Abdul Rahman Al Khalidi yang bernama kecil Alam Basifat. Syekh Abdul Rahman Al Khalidi adalah seorang ulama yang menyebarkan tarekat Samaniyyah dan Naksyabandiyah di...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Legenda Malin Kundang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Alkisah hidup sebuah keluarga kecil miskin di perkampungan pantai Aia Manih, Sumatera Barat. Keluarga tersebut memiliki seorang anak laki-laki bernama Malin Kundang. Sedangkan ibunya bernama Mande Rubayah. Sang ayah telah lama merantau untuk mencari kehidupan lebih baik bagi keluarganya, namun hingga kini belum juga kembali. Ibu Malin Kundang, Mande Rubayah mengambil alih peran mencari nafkah ayah Malin Kundang. Ia sehari-hari berkeliling di kampung berjualan kue. Kehidupan miskin, membuat Malin Kundang ingin merantau. Ia berpikir jika berhasil dalam perantauannya, ibunya tak perlu lagi hidup dalam kemiskinan. Tidak perlu lagi berkeliling kampung berjualan kue. Malin Kundang kemudian meminta izin ibunya untuk merantau. Mendengar keinginan anak kesayangannya, Mande Rubayah tak kuasa menolaknya, walaupun sebenarnya ia tidak setuju. Ia khawatir anaknya akan hilang di perantauan dan tidak kembali seperti terjadi pada ayahnya. “Baiklah anakku. Jika itu memang...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Dongeng Asal Mula Danau Maninjau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Di Sumatera Barat terdapat sebuah gunung sangat tinggi. Masyarakat setempat menyebutnya Gunung Tinjau. Di kaki Gunung Tinjau, terdapat sebuah perkampungan yang memiliki tanah subur. Penduduk setempat kebanyakan bermata pencarian menjadi petani. Masyarakat hidup makmur karena hasil panen selalu melimpah.   Di perkampungan tersebut tinggal sepuluh bersaudara dengan sembilan orang laki-laki dan seorang perempuan. Mereka adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, Kaciak dan yang perempuan bernama Siti Rasani. Kukuban menjadi kepala keluarga setelah kedua orang tua mereka meninggal. Kesepuluh bersaudara tersebut hidup bertetangga dengan keluarga Datuk Limbatang. Datuk Limbatang memiliki seorang anak laki-laki bernama Giran. Kedua keluarga tersebut biasa saling berkunjung. Suatu hari, Datuk Limbatang pergi berkunjung ke rumah keluarga Kukuban. Ia mengajak anaknya yaitu Giran. Saat itulah Giran bertemu Siti Rasani, adik bungsu Kukuban...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Sop Buntut/iga Khas Padang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Berikut adalah resep sop buntut dan cara memasak Sop Buntut/Iga khas padang: Bahan: 1. 750 gram iga/buntut sapi 2. 250 gram daging sapi 3. 4 buah wortel 4. 4 buah kentang 5. 5 batang daun bawang 6. Air Bahan bumbu: 1. 4 butir kapulaga 2. 3 buah peka 3. 5 buah cengkih 4. ¼ pala, digeprek 5. 5 cm kayu manis 6. 3 cm jahe, digeprek 7. 2 sdm minyak goreng/margarine 8. Penyedap rasa kaldu sapi bila perlu Bumbu halus: 1. 8 siung bawang merah 2. 6 siung bawang putih Bahan pelengkap: 1. Krupuk emping 2. Bawang goreng 3. Irisan daun seleri 4. Jeruk nipis 5. Sambal Langkah-langkah memasak sop buntut/iga: 1. Buat kaldu sapi dengan merebus tulang iga atau buntut dengan air lalu tunggu hingga kurang lebih selama 2,5 jam. Jika air menyurut tambahkan airnya 2. Setelah iga atau buntut empuk, masukkan daging sapi, garam, peka, kapulaga, cengkih, kayu manis, pala, jahe, dan penyedap rasa kaldu. Masak daging kurang lebih selama 1 jam hingga daging empuk 3. Sementara menunggu daging empu...

avatar
Deni Andrian